Minggu lalu, kita sudah membahas mengenai Introvert, nah sekarang kita akan membahas mengenai Ekstrovert. Yuk kita cari tau apa si Ekstrovert itu?
Apa itu ekstrovert?
Pada dasarnya, ekstrovert dan introvert adalah dua sikap yang ditunjukkan oleh seseorang berkaitan dengan bagaimana orang tersebut mengarahkan energi yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari.
Seseorang yang memiliki sikap dominan ekstrovert lebih nyaman saat menggunakan energinya untuk melakukan kegiatan yang aktif. Bahkan, orang ekstrovert senang-senang saja jika terlihat di berbagai kegiatan yang berbeda-beda. Tak hanya itu, orang dengan kepribadian ini cenderung aktif dalam mengambil tindakan dan mewujudkan berbagai hal yang ada di dalam kepalanya. Maka dari itu, orang dengan kepribadian ini lebih mudah untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi.
Sementara, menurut The Myers & Briggs Foundation, seorang ekstrovert cenderung memproses sesuatu secara eskternal, bekerja paling baik dengan berbicara untuk menyampaikan gagasan dengan orang lain. Maka dari itu, orang dengan kepribadian ini juga lebih mudah menerima apa yang disampaikan orang lain kepada dirinya.
Ciri-ciri seorang Ekstrovert
1. Berbicara dan Bertindak Secara Spontan
Hal tersebut menimbulkan kesan bahwa mereka adalah seseorang yang blak-blakan, yaitu seseorang yang akan menyampaikan langsung apapun yang mereka pikirkan tanpa dipikirkan secara panjang terlebih dahulu.
2. Pandai Mencairkan Suasana
Ketika berada di lingkungan baru, individu dengan kepribadian ekstrovert akan berusaha untuk menyesuaikan diri dan mencairkan suasana agar ia bisa “diterima” dalam lingkungan tersebut.
3. Mudah untuk Bergaul
Mereka tidak pemilih dan bersikap lebih terbuka dengan siapapun, termasuk dengan orang yang mungkin baru saja dikenalnya. Akan tetapi, hal ini bisa menjadi kekurangan bagi mereka, yaitu kurang selektif dalam mencari teman.
4. Memiliki Kepercayaan Diri yang Tinggi
Individu dengan kepribadian introvert dikenal sebagai seseorang yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Hal ini biasanya mereka tunjukkan ketika mereka tampil di depan publik, berbicara dengan orang baru, dan lainnya.
Mitos yang salah mengenai orang-orang ekstrovert. Tidak jarang, orang dengan kepribadian ekstrovert diberi cap ini dan itu, padahal cap atau label yang diberikan oleh orang lain itu tidak selalu benar.
5. Senang Bekerja dalam Kelompok
Individu dengan kepribadian ekstrovert merasa senang dan nyaman ketika bekerja dalam kelompok. Dengan bekerja dalam kelompok, mereka merasa mendapatkan energi tambahan sehingga mereka lebih semangat dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Sebaliknya, rasa semangat yang ada di dalam diri individu kepribadian ekstrovert akan berkurang ketika mereka harus bekerja secara mandiri.
Mitos yang salah mengenai orang-orang ekstrovert
Mitos 1: extrovert tidak pernah sedih
Tentu saja, tidak ada orang yang tidak pernah merasa sedih. Layaknya manusia biasa, seorang ekstrovert pasti pernah merasa sedih atau tidak percaya diri. Namun, bisa jadi pemicunya berbeda-beda. Sebagai contoh, orang dengan kepribadian ini bisa kehilangan kepercayaan dirinya saat tidak cukup berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.
Mitos 2: extrovert adalah individu yang egois
Extrovert juga dapat menjadi orang yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya, meskipun dengan cara yang berbeda dengan introvert. Extrovert yang banyak bicara, dapat mengira bahwa orang yang diam mungkin sedang sedih.
Mitos 3: extrovert tidak suka sendiri
Banyak orang yang mengira kepribadian ekstrovert adalah orang yang tidak senang jika harus melakukan berbagai hal sendiri. Hal ini tentu saja tidak benar. Meski orang ekstrovert mudah merasa bosan saat harus menghabiskan waktunya seorang diri, bukan berarti ia harus selalu bersama-sama dengan orang lain.
Mitos 4: extrovert menjalani hidup lebih mudah
Kemudahan seseorang dalam menjalani hidup tidak bisa ditentukan berdasarkan kepribadian yang dimilikinya, baik itu ekstrovert maupun introvert.
Penulis : Aliya Jahwania
Referensi :
• helosehat.com
• chataja.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar