Senin, November 29, 2021

Apakah Pohon Memiliki Perasaan ?

Halo sobat DuPi di mana pun kalian berada. Bagaimana kabarnya? Semoga kalian sehat selalu ya.

Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 



Kemarin, tanggal 28 November, adalah hari Menanam Pohon Nasional. Sudah berapa pohon yang ditanam Sobat DuPi nih? Satu? Dua? Atau tiga?  


Menanam doang nggak mau merawat ... ya sama aja. Percuma dong! Hadehhh Sobat DuPi tanaman itu butuh perhatian, butuh kasih sayang ... karena pohon juga punya perasaan. 


Mau tau?


Dilansir dari REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tanaman ternyata memiliki perasaan ketika akan dimakan oleh makhluk lain. Kemampuan tersebut diteliti oleh University of Missouri.


Penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman bisa merasakan, jika mereka akan dimakan (ulat dan serangga lain). Pohon tersebut bisa menunjukkan ketidaksukaan dengan proses ini.


Sampel yang dipilih dari Arabidopsis (Salada Thale) kerabatnya brokoli. Penelitian dilakukan dengan cara memberikan audio berupa ulat yang sedang memakan daun pada tanaman. Audio tersebut ternyata memiliki efek berbeda dibandingkan ketika didengarkan audio suara angin. 


"Penelitian sebelumnya telah menyelidiki bagaimana tanaman merespon energi akustik, termasuk musik. Namun, pekerjaan kita adalah contoh pertama dari bagaimana tanaman merespon getaran ekologis yang relevan," kata Peneliti Senior di Division of Plant Sciences in the College of Agriculture, Food and Natural Resources and the Bond Life Sciences Centre University of Missouri Heidi Apple, dikutip dari Indy100, Selasa (4/4).


Selada thale mempunyai minyak mustard yang sedikit beracun bila di makan. Racun itu akan disalurkan keseluruhan daunnya untuk menjaga diri. Racun pada daun-daun tanaman tersebut ditemukan menyebar ketika terdengar suara kunyahan dari ulat. Namun, racun itu tidak menyebar ketika didengarkan suara angin.


"Kami menemukan getaran sinyal makan memberikan perubahan dalam metabolisme sel tanaman, menciptakan bahan kimia lebih defensif yang dapat mengusir serangan dari ulat," kata Apple.



Wahh ... Gimana Sobat? Sudah percaya? Kalau tanaman punya perasaan juga. Jadi ... untuk Sobat DuPi yang punya tanaman di rumah, dirawat ya ... kasih perhatian dan kasih sayang. Jangan merusak tanaman untuk hal yang tidak bermanfaat. Okey? 


"Tuhan menciptakan makhluk bermacam jenis dan spesies. Bukan untuk saling beradu kekuatan. Tapi untuk saling menjaga dan memberi manfaat." Mim.


Sekian dulu pertemuan kali ini, Sobat. Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya.


Sumber: 

Republika.co.id


Kamis, November 25, 2021

Cara Siswa Cerdas Menghadapi Guru Galak

Halo sobat DuPi di mana pun kalian berada. Bagaimana kabarnya? Semoga kalian sehat selalu ya.

Ketemu lagi dengan DuPi, Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 


Bertepatan dengan tanggal 25 November, sebagai peringatan hari guru, sobat DuPi sudahkah memberi ucapan pada guru yang sudah berjasa dalam hidup kita? Sampai kita bisa membaca bahkan menulis dengan lancar seperti sekarang ini.

Jika belum, mari kita berikan sesuatu untuk guru kita dengan melalui perubahan sikap yang lebih disukai guru. Sobat DuPi pernahkah punya guru yang galak?  ditakutin satu kelas termasuk sobat DuPi sendiri xixixi.

Tenang ... di sini, DuPi akan membagikan tips sekaligus cara untuk menggambil hati guru galak. Barangkali bisa berjodoh kan.

 Yuk langsung saja simak!


Cara Siswa Cerdas Menghadapi Guru Galak


1. Pahami Guru 

Guru juga manusia hehehe. Sobat DuPi setiap manusia memiliki sifat yang berbeda-beda. Tidak bisa disamakan begitu juga dengan guru. Mungkin ada guru yang tegas jika telat masuk kelas, ada guru yang santai jika tidak mengerjakan tugas, dan ada guru yang membebaskan muridnya untuk mengobrol saat pelajaran berlangsung.


Hal-hal demikian perlu Sobat DuPi pahami, sehingga kita mengerti batas toleransi yang dapat dan tidak dapat dilakukan guru tertentu. Seperti memahami apa yang memicu emosi guru galak.


2. Ubah Cara Pandang 

Yuk coba pelan-pelan ubah cara pandang menilai guru galak. 

Setelah memahami guru galak, kamu tahu hal-hal yang dapat memancing emosi guru. Nah, setelah mengetahui hal yang dapat memancing emosi guru, ubahlah cara pandang mu mengenai hal yang membuat guru marah. 

Contoh, guru marah karena tidak ada yang memberikan pertanyaan di kelas. Guru sebenarnya ingin mengetahui sejauh mana pemahaman kalian atas apa yang kalian tangkap dari penjelasan guru tersebut. Jika hanya diam, guru tidak akan tahu materi apa yang belum dikuasai. Bisa sajakan sobat DuPi hanya sungkan untuk bertanya padahal Sobat Dupi belum paham betul.

Nah, dengan mengubah cara pandang, Sobat DuPi bisa melihat sisi positif dari sikap guru tersebut.


3. Pahami Materi Sebelum Kelas 

Memahami materi sebelum kelas berlangsung, dapat menarik perhatian guru. Sobat DuPi bisa bertanya atau memberi pendapat seputar materi yang dibawakan oleh guru. Saat itulah ambil kesempatan untuk berperilaku aktif dan positif, sehingga guru akan mengenali sobat DuPi sebagai murid yang baik. Hal itu dapat menambah kesan positif guru terhadap Sobat DuPi. 

Tapi ingat! Hindari menanyakan hal yang sudah dijelaskan berulang oleh guru, hal tersebut akan menciptakan kesan bahwa Sobat DuPi tidak menyimak pelajaran dengan baik.

Ketika melihat ada siswa yang aktif dan antusias, guru akan terlihat lebih bahagia dan merasa dihargai oleh muridnya. Hal ini dapat memberikan keceriaan bagi guru sehingga suasana kelas akan jauh lebih santai. 

Belajar untuk melakukan apa yang guru senangi, maka hal tersebut akan membawa dampak yang positif bagi siswa dalam proses pembelajaran di kelas.


4. Tetap Santai dan Sopan 

Sobat DuPi berpikirlah positif jangan berpikir negatif terhadap guru. Jangan merasa takut jika tidak berbuat salah, tetap fokuskan pikiran dengan materi yang diajarkan oleh guru. Jika kita santai, hal itu akan membuat kita mudah untuk menerima materi.

Ingat, guru tidak akan menghukum jika siswa berbuat benar. Setelah merasa tenang, jangan lupa juga untuk selalu sopan dan menjaga sikap saat pelajaran. Bersikap tenang bukan berarti menyepelekan guru ya. 


Usahakan berlaku sopan dengan menjaga sikap. Bila Sobat DuPi tidak setuju dengan apa yang dibicarakan guru, lebih baik disampaikan secara langsung saat selesai kelas daripada membicarakan di belakang guru. Usahakan tetap memberi hormat dan berperilaku sopan saat menanyakan hal tersebut pada guru. Hindari pernyataan yang dapat menyudutkan guru sehingga kita dapat menciptakan komunikasi yang baik. 


Yuhuii... langsung praktekkan saja ya Sobat DuPi di kelas. Mumpung hari guru, barangkali ada Sobat DuPi yang mau mempersembahkan musikalisasi puisi atau orasi membacakan langsung pada sang guru idaman. Nih... aku sisipkan puisi ciptaan guru sastra kita. Chairil Anwar


Terima Kasih Guru

Oleh: Chairil Anwar


Terima kasih, guru

Untuk teladan yang telah kau berikan

Aku selalu mempertimbangkan semua yang kau ajarkan

Dan merefleksikan itu semua pada karakter dan pribadiku

Aku mau menjadi sepertimu

Pintar, menarik, dan gemesin

Positif, percaya diri, protektif


Aku mau menjadi sepertimu

Berpengetahuan, pemahaman yang dalam

Berfikir dengan hati dan juga kepala

Memberikan kami yang terbaik

Dengan sensitif dan penuh perhatian

Aku mau menjadi sepertimu

Memberikan waktumu, energi dan bakat

Untuk meyakinkan masa depan yang cerah

Pada kita semua

Terima kasih, guru

Yang telah membimbing kami

Aku mau menjadi sepertimu.



Sampai bertemu kembali Sobat. Jaga kesehatan ya! Bye-bye ... 



Sumber:

- brainacademy 

- puisi Chairil Anwar.

Minggu, November 21, 2021

Fakta Unik Televisi: Mengapa Pemilik Stasiun Televisi Melarang Anaknya Untuk Menonton Televisi?

Halo sobat DuPi di mana pun kalian berada. Bagaimana kabarnya? Semoga kalian sehat selalu ya.

Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 


Hai hai hai ... Sobat DuPi, dengan berkembangnya teknologi kita bisa mengetahui informasi-informasi di luar jangkauan mata dan telinga. Seperti halnya para perantau yang merasakan rindu pada keluarga. Dengan adanya teknologi, rindu bisa sedikit terobati dengan video call keluarga. Apalagi rindu dengan doi khusus yang LDR an saja hehehe.

Ngomong-ngomong soal TV, kalian tahu gak sih? Penemu televisi sendiri melarang anaknya untuk menonton televisi loh. Bahkan di Indonesia, ada beberapa pemilik stasiun TV yang melarang anaknya untuk menonton TV.


Mengapa anak dilarang menonton TV?


Mengintip dari REPUBLIKA.CO.ID,  KUTA -- Pemilik dan pihak pengelola stasiun televisi swasta melarang anak-anaknya menonton tayangan yang tidak mendidik dan dapat meracuni pikiran jutaan anak di Indonesia. Wow! Mengapa??? Ada apa gerangan?

TV memiliki banyak manfaat tapi juga bisa dijadikan alat untuk merusak pikiran manusia. Paham-paham kapitalisme sering menggunakan media TV untuk menyiarkan hal-hal yang sifatnya tidak mendidik.


Dampak Negatif menonton TV


Dilansir dari Halodoc dampak negatif dari terlalu sering menonton televisi sebagai berikut: 


1. Kesehatan mata menurun 

Terlalu sering menonton layar dapat membahayakan kesehatan mata. Karena LCD memiliki cahaya yang dapat merusak struktur mata.


2. Aktivitas fisik berkurang

Dengan mendominasi keseharian kita menonton televisi. Perasaan mager kerap menghinggapi. Sehingga kita malas untuk melakukan suatu hal.


3. Mengganggu kesehatan mental 

Tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, menonton televisi juga mempengaruhi psikis kita. Berkaitan dengan apa yang kita tonton.


4. Penurunan kualitas tidur

Keasyikan menonton televisi kadang kita melupakan waktu untuk beristirahat. Terkadang saat kita kelelahan dengan aktivitas sehari-hari, kita memilih alternatif menonton televisi untuk menghilangkan penat. Padahal, istirahat penuh dengan tidur lebih dibutuhkan tubuh.


5. Hubungan sosial menurun

Di masa sekarang ini, banyak yang sudah memiliki televisi setiap rumahnya. Sehingga anak jarang bermain di luar, karena lebih tertarik menonton televisi. Tidak seperti zaman dulu, satu kampung hanya memiliki satu TV sehingga hal tersebut bisa menjadikan kekerabatan antar warga lebih kuat.


Perkembangan Masyarakat mengenai TV


Sejak akhir 1990-an, semakin banyak orang tua yang mengizinkan bayinya menonton televisi seiring dengan semakin banyaknya produk DVD yang diiklankan dapat membantu perkembangan bahasa dan kognitif bayi. Namun, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa menonton televisi sejak usia dini dapat meningkatkan perkembangan berbahasa anak. Sebaliknya, bukti ilmiah menunjukkan bahwa bayi yang menonton DVD semacam itu memiliki kemampuan berbahasa yang lebih rendah. Selain itu, bila kemampuan anak mengenal huruf dan angka diukur pada usia sekolah, anak yang menonton televisi sebelum berusia 3 tahun memiliki skor yang lebih rendah daripada anak yang tidak menonton televisi sebelum berusia 3 tahun. 


Sebaliknya, menonton acara televisi yang berkualitas dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak usia prasekolah. Acara televisi yang paling banyak diteliti ialah Sesame Street yang menunjukkan efek positif untuk pembelajaran bahasa bila ditonton anak usia 3–5 tahun. Sebagai perbandingan, penelitian menunjukkan bahwa acara televisi tanpa maksud pendidikan seperti film kartun pada umumnya tidaklah berhubungan dengan peningkatan kemampuan berbahasa. Setelah remaja, anak-anak yang pada usia prasekolah biasa menonton Sesame Street ternyata meraih nilai pelajaran yang lebih tinggi, lebih banyak membaca buku, dan lebih bermotivasi untuk meraih prestasi dibandingkan dengan remaja yang pada saat berusia prasekolah tidak menonton acara tersebut.


Melalui televisi, anak-anak dan remaja juga dapat belajar mengenai perilaku antikekerasan, empati, toleransi kepada orang dari ras atau etnis lain, dan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Informasi mendidik juga dapat diselipkan dalam program yang populer bagi remaja, misalnya pendidikan mengenai kontrasepsi yang berhasil dilakukan melalui salah satu episode serial televisi Amerika Serikat, Friends.


Namun, menonton televisi juga berpotensi memberikan dampak negatif bagi anak-anak dan remaja, seperti perilaku agresif, penyalahgunaan zat, aktivitas seksual yang berisiko, obesitas, gangguan pola makan, dan menurunnya prestasi di sekolah. Bila di dalam kamar anak terdapat televisi, risiko anak mengalami kelebihan berat badan dan kemungkinan anak merokok meningkat, anak menjadi kurang membaca dan melakukan hobi lainnya, serta waktu tidur anak berkurang.


Cara Mengatasinya


Pilah tontonan yang sekiranya dapat meningkatkan kualitas diri. Dengan begitu, kita dapat mengupgrade diri kita melalui televisi, untuk meminimalisir dampak negatifnya.


Oke. Aku kira segitu saja ya pertemuan kali ini Sobat DuPi. Ingat! Orang yang cerdas mengetahui tujuan hidupnya, hingga dia paham apa yang harus dilakukan dan apa konsekuensi yang akan didapat.

Sampai Jumpa lagi.


Sumber:

- halodoc

- republika

- wikipedia.

Rabu, November 17, 2021

Hari Pelajar: Mengenal Macam-macam Tipe Pelajar

Halo sobat DuPi di manapun kalian berada, bagaimana kabarnya? Semoga kalian sehat selalu ya!

Berjumpa lagi dengan DuPi, Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 


Sobat DuPi tahu? Tanggal 17 November ini merupakan hari pelajar internasional. Sobat DuPi penasaran tidak? Mengapa ada peringatan hari pelajar internasional? Langsung saja kita simak bersama sejarahnya.


Sejarah singkat hari pelajar internasional


Awal mulanya, tanggal 28 Oktober 1939, mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Charles University di Praha menggelar demo untuk memperingati 21 tahun kemerdekaan Republik Cekoslowakia.


Namun demonstrasi itu dihadang dan dibungkam secara brutal oleh pasukan Nazi. 15 mahasiswa terluka parah dan salah satunya meninggal. 


Sehari setelah pemakaman, 15 November 1939, mereka meminta izin melakukan prosesi pemakaman di pusat kota. Izin diberikan. Prosesi itu diikuti dengan unjuk rasa. Dan lagi-lagi Nazi membungkam secara brutal unjuk rasa tersebut.


Sejarawan menduga pemerintah sengaja mengizinkan prosesi tersebut karena mereka mengharapkan munculnya kekerasan, yang akan digunakan sebagai alasan untuk menutup semua universitas di Ceko. Mereka bahkan menangkap lebih dari 1200 mahasiswa. Pada 17 November 1939, sembilan pengunjuk rasa - delapan mahasiswa dan satu profesor - dieksekusi tanpa pengadilan.


Dua tahun setelah kejadian tersebut, International Students’ Council diadakan di London, Inggris Raya, termasuk sejumlah mahasiswa yang jadi pengungsi menghasilkan deklarasi untuk memperkenalkan Hari Mahasiswa Internasional pada 17 November, sebagai peringatan tanggal eksekusi mahasiswa dan profesor di Praha.


Sekarang Sobat DuPi sudah tahu sejarahnya kan? Sekadar memperingati hari besar tanpa mengetahui sejarahnya tidak akan bernilai apa-apa. Next.

Pelajar itu apa sih? Semua orang yang belajar itulah pelajar Sobat Dupi, pelajar itu bermacam-macam tipenya dalam belajar. Kira-kira kalau sobat DuPi sendiri pelajar tipe seperti apa ya? Yuk bisa komen di bawah.


Macam Tipe Pelajar


Diambil dari disdikkbb Berikut lima tipe atau gaya belajar siswa.


1. Pelajar tipe visual

Mereka memiliki kemampuan belajar dengan melihat. Memiliki indera pengelihatan yang tajam dan teliti. Mampu mengingat kata-kata, peta, bagan, simbol- simbol, dan lainnya yang berkaitan dengan bentuk.


2. Pelajar tipe auditori

Mereka memiliki indera pendengaran yang lebih baik dan lebih terfokus. Mampu memahami sesuatu lebih baik dengan cara mendengarkan. Hal ini berkaitan dengan proses menghafal, membaca, atau memahami soal cerita.


3. Pelajar tipe kinestetik

Mereka yang tergolong tipe ini akan efektif jika belajar dengan melibatkan gaya gerak. Mereka sensitif menyerap pelajaran melalui gerakan, sentuhan, tekstur dan indra perabaan. Serta hal seperti olahraga, menari, memainkan musik, percobaan laboratorium, dan lainnya.


4. Pelajar tipe global

Mereka yang termasuk tipe pelajar global memiliki kemampuan memahami sesuatu secara menyeluruh. Mereka berhasil memahami gambaran yang besar dan juga keterkaitan antara satu objek dengan yang lainnya. Mereka mampu memaknai hal-hal yang tersirat dengan bahasanya sendiri secara jelas.


5. Pelajar tipe analitik

Mereka yang tergolong tipe belajar analitik berkecenderungan dalam memandang sesuatu akan ditelaah terlebih dahulu per bagian secara terperinci, spesifik, dan teratur. Mereka akan mengerjakan suatu hal secara bertahap dan urut. Penilaian mereka terhadap sesuatu berdasarkan fakta- fakta dan fokus pada satu masalah atau tugas sampai selesai.


Nah! Sudah menemukan belum? Tipe Sobat DuPi itu seperti apa? Sudah ya! Sebenarnya dengan mengenal tipe pelajar, kita sebagai pelajar bisa menentukan dengan media atau metode belajar seperti apa yang memudahkan kita menyerap pengetahuan baru. Selain itu, mengenal tipe pelajar sangat perlu bagi guru agar bisa menentukan model pembelajaran nantinya.

Okeh, Sobat DuPi. Cukup sekian pertemuan kita, jumpa lagi di waktu yang akan datang. Semangat untuk berproses menjadi lebih baik! 


Sumber:

- tirto.id 

- disdikkbb.org

Senin, November 15, 2021

Waspadai Penyakit Diabetes, Kenali Faktor Penyebabnya

 Halo sobat DuPi di mana pun kalian berada, semoga kalian sehat selalu ya ...

Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 

Jadi kali ini aku bakal bahas mengenai salah satu penyakit. Sesuai dengan judulnya aku bakal bahas tentang "Diabetes". Pasti banyak dari kalian yang sudah tahu, kan?

Tepatnya pada tanggal 14 November, ada peringatan mengenai Hari Diabetes Sedunia.


Asal Mula Terbentuknya Hari Diabetes


Diabetes diperkirakan telah ada sekitar tahun 1550 Sebelum Masehi. Kemudian, Ekstraksi dan penyuntikan insulin yang berhasil ke dalam manusia ditemukan pada tahun 1922 oleh Sir Frederick Grant Banting yang merupakan penemu insulin. Banting, dengan bantuan asistennya, Charles Best, menemukan cara untuk mengekstrak insulin dari hewan dan melakukan injeksi insulin pertama. Awalnya gagal, setelah beberapa kali mencoba mereka dapat melakukannya tanpa efek samping.


Penetapan Hari Diabetes Sedunia yang diperingati setiap tanggal 14 November, bertepatan dengan kelahiran sang penemu insulin, Sir Frederick Banting. Pencetusan Hari Diabetes Dunia pertama kali pada 1991 dilakukan oleh International Diabetes Federation (IDF) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penetapan ini sebagai tanggapan atas keprihatinan yang berkembang mengenai meningkatnya ancaman kesehatan akibat diabetes. Secara resmi, Hari Diabetes Sedunia diresmikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2007.


Peningkatan yang mengkhawatirkan pada penyakit yang dapat dicegah ini adalah salah satu alasan WHO dan IDF ingin menciptakan hari diabetes sedunia. Tujuan utamanya adalah untuk membantu menyebarkan kesadaran tentang bagaimana mencegah tertular penyakit tersebut.


Diabetes  


Diabetes merupakan satu penyakit mematikan yang banyak menjangkiti masyarakat di Indonesia, dan juga di berbagai negara lain. Diabetes adalah penyakit kronis di mana penyakit akibat glukosa dalam darah atau gula darah terlalu tinggi serta pankreas tidak menghasilkan cukup insulin, ini juga menyebabkan kondisi kesehatan yang serius. Namun, penyakit diabetes masih bisa dicegah.


Glukosa adalah sumber energi utama tubuh yang berasal dari makanan. Sementara pankreas membuat hormon insulin yang membantu glukosa dari makanan masuk ke sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Namun terkadang, tubuh tak menghasilkan cukup insulin atau tidak bisa menggunakan insulin dengan baik. Glukosa pun tetap berada di dalam darah dan tidak mencapai sel-sel tubuh, menyebabkan konsentrasinya meningkat atau hiperglikemia.


Tipe-tipe Penyakit Diabetes


Ada beberapa klasifikasi diabetes, di antaranya yang mungkin paling hafal adalah Diabetes Melitus (DM) tipe satu dan dua. Ada juga jenis diabetes yang dialami dalam masa kehamilan yang dikenal dengan istilah diabetes gestasional.  Namun, penelitian beberapa tahun terakhir turut menunjukkan bahwa masalah fungsi hormon insulin tubuh akibat diabetes dapat menyebabkan penyakit Alzheimer. Kondisi ini kemudian diperkenalkan sebagai diabetes tipe 3. 


Yuk simak penjelasan berikut!


1.  ▪︎ Diabetes Tipe 1 adalah penyakit autoimun kronis yang terjadi ketika tubuh kurang atau sama sekali tidak dapat menghasilkan hormon insulin. Diabetes tipe 1 kemungkinan besar disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan patogen (bibit penyakit) malah keliru sehingga menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas (autoimun). Kekeliruan sistem imun pada tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor genetik dan paparan virus di lingkungan.


2.  ▪︎ Diabetes Tipe 2 biasanya lebih mungkin terjadi pada orang dewasa dan lansia karena faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang gerak dan kelebihan berat badan.Gaya hidup tak sehat menyebabkan sel-sel tubuh kebal atau kurang sensitif merespons hormon insulin. Kondisi ini disebut juga dengan resistensi insulin. Akibatnya, sel-sel tubuh tidak dapat memproses glukosa dalam darah menjadi energi dan glukosa pun akhirnya menumpuk di dalam darah. Tidak mudah membedakan diabetes tipe 1 dan 2 karena secara umum gejala dua diabetes ini serupa. Perbedaan keduanya terdapat pada penyebabnya. Diabetes tipe 1 berhubungan dengan keturunan, sementara Diabetes tipe 2 disebabkan gaya hidup yang kurang sehat.


3.  ▪︎ Diabetes Tipe 3 adalah kondisi yang disebabkan oleh kurangnya suplai insulin ke dalam otak. Minimnya kadar insulin dalam otak dapat menurunkan kerja dan regenerasi sel otak sehingga memicu terjadinya penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer sendiri termasuk ke dalam penyakit neurodegeneratif atau penurunan fungsi otak yang terjadi secara perlahan akibat berkurangnya jumlah sel-sel otak yang sehat. Kerusakan sel otak tersebut ditandai dengan penurunan kemampuan berpikir dan mengingat.


4.  ▪︎ Diabetes Gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi pada ibu hamil. Tipe diabetes ini terjadi selama kehamilan bisa menyerang ibu hamil, walau tidak memiliki riwayat diabetes. Menurut American Pregnancy Association, klasifikasi diabetes ini muncul karena plasenta ibu hamil akan terus menghasilkan sebuah hormon khusus. Nah, hormon inilah yang menghambat insulin bekerja dengan efektif. Akibatnya, kadar gula darah Anda pun menjadi tidak stabil selama kehamilan. Sebagian besar wanita tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami diabetes jenis ini karena seringnya diabetes gestasional tidak memunculkan gejala dan tanda yang spesifik. Kabar baiknya, kebanyakan wanita yang mengalami jenis diabetes ini akan sembuh selepas melahirkan.


Faktor Risiko Diabetes


Seseorang akan lebih mudah mengalami diabetes tipe 1 jika memiliki faktor-faktor risiko, seperti:


  • Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1.
  • Menderita infeksi virus.
  • Orang berkulit putih diduga lebih mudah mengalami diabetes tipe 1 dibandingkan ras lain.
  • Diabetes tipe 1 banyak terjadi pada usia 4-7 tahun dan 10-14 tahun, walaupun diabetes tipe 1 dapat muncul pada usia berapapun.

Sedangkan pada kasus diabetes tipe 2, seseorang akan lebih mudah mengalami kondisi ini jika memiliki faktor-faktor risiko, seperti:


  • Kelebihan berat badan.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2.
  • Memiliki ras kulit hitam atau asia.
  • Kurang aktif. Aktivitas fisik membantu mengontrol berat badan, membakar glukosa sebagai energi, dan membuat sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Kurang aktif beraktivitas fisik menyebabkan seseorang lebih mudah terkena diabetes tipe 2.
  • Usia. Risiko terjadinya diabetes tipe 2 akan meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida abnormal. Seseorang yang memiliki kadar kolesterol baik atau HDL (high-density lipoportein) yang rendah dan kadar trigliserida yang tinggi lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2.


Pencegahan Diabetes


Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes, di antaranya adalah:


  • Mengatur frekuensi dan menu makanan menjadi lebih sehat
  • Menjaga berat badan ideal
  • Rutin berolahraga
  • Rutin menjalani pengecekan gula darah, setidaknya sekali dalam setahun

Nah, sekarang jadi lebih paham kan mengenai Penyakit Diabetes?. So, Selalu jaga kesehatan kalian ya, sobat DuPi.

Okey, sampai di sini ya, pertemuan kita.

Salam Penuh Cinta, Dunia Psikologi.

 

Penulis : R.H Salsabila

Jumat, November 12, 2021

Sejarah Adanya Hari Ayah

 Halo sobat DuPi di mana pun kalian berada, semoga kalian sehat selalu ya ...

Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 

 

♪♪...Aku hanya memanggilmu ayah ... di saatku kehilangan arah, aku hanya meningatmu.. ayah disaat t’lah jauh darimu...♪♪

Ada yang ngerti sama lagu ini?

Seratus buat kalian yang jawab, lagu dengan judul "Ayah" dari Seventeen.

Sudah tahu belum jika hari ini adalah hari ayah?

Nah, untuk yang sudah tau, sudahkah mengucapkan atau berbuat kebaikan pada ayahmu hari ini?

Untuk yang jauh dari sosok ayah, kalian nggak perlu sedih, masih ada do’a kalian yang bisa dijadikan kado untuk ayah kalian.

Kali ini kita membahas sedikit tentang sejarah hari ayah

 

Bagaimana sejarahnya hari ayah?


Mungkin kita lebih mengenal dengan hari ibu, sebab hari ibu terlebih dulu ada dibanding hari ayah. Hari ayah nasional diperingati setiap tanggal 12 November, berbeda dengan hari ayah sedunia yang diperingati setiap tanggal 20 juni.


Hari ayah digagas oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi Solo. Mereka memandang, perlu adanya Hari Bapak atau Hari Ayah, mengikuti peringatan Hari Ibu dan Hari Anak yang telah lama ada.


Ketua Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi Solo Gress Raja, kala itu mengatakan  gagasan perlunya ada Hari Bapak, bukan karena 'iri'  dengan adanya Hari Ibu tetapi tidak ada Hari Bapak. Namun, Hari Bapak dipandang perlu karena bapak merupakan bagian dari keluarga yang tidak boleh diremehkan perannya.

"Bapak dan ibu adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kita butuh keduanya sebagai keseimbangan kesadaran kita sebagai anak," kata Gress.


Ia menceritakan, beberapa tahun sebelumnya, saat perayaan Hari Ibu, ada lomba menulis surat untuk ibu. Tiba-tiba, ada peserta yang menanyakan mengenai kapan ada lomba menulis surat untuk bapak.


 

“Setelah itu, kami jadi tertarik untuk berpikir lebih dalam, mengapa tidak dirayakan Hari Bapak," ujar dia.

 

Deklarasi Hari Bapak dilakukan pada 12 November 2006 di Kota Solo, tepatnya di Pendapa Gede Balai Kota Solo. Meski dideklarasikan pertama kali di Kota Solo, pada saat bersamaan, salah satu anggota juga menggelar acara yang sama di Maumere, Flores.


Acara deklarasi itu dihadiri oleh pelajar, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Salah satu agendanya adalah pembacaan Buku Kenangan buat Ayah yang berisi surat 100 anak Nusantara untuk ayah mereka.

 

Dari sejarah itu terlihat betapa istimewanya seorang ayah, sampai memiliki hari khusus untuk memperingatinya. Berperan menjadi seorang ayah memang bukanlah hal mudah, tak hanya menjadi seorang ayah, namun menjadi seorang ibu pun penuh dengan rasa tanggung jawab.


Siapa sosok yang mengajarkan agar kita kuat, yang mengajarkan kita berani dalam benar, yang melindungi kita, yang menjaga serta mendoakan setiap langkah kita?

Merekalah Ayah dan ibu.

Jadi, semisal kalian pernah merasa “mengapa ayahku tak sama seperti ayahnya si A?” atau “Orang tuaku tak sebaik orang tuanya si B”


Kurasa kalian salah, tepatnya kalian salah mengartikan bentuk cinta mereka. Dibalik rasa marah, protektif, dan galaknya orang tua ada rasa cinta dan sayang untuk anaknya. Mereka takut anaknya salah melangkah, dan akhirnya anaknya sedih. Mereka tak ingin itu terjadi.

Jika kalian merasa perlakuan orang tua kalian berbeda dengan orang tua yang lain, mungkin mereka memiliki cara tersendiri untuk menjaga dan mendidikmu.

Ada banyak hal yang mungkin tidak kalian mengerti, tentang bagaimana perjuangan mereka demi kalian bahagia. Seburuk apapun orang tuamu, mereka tetap orang tua mu, yang menjaga, merawat serta membimbingmu. Mereka telah berusaha keras agar kalian bahagia.


Jadi hormati orang tua kalian ya, selagi mereka ada. Sayangi mereka dan jaga mereka. Banyak di luar sana anak yang jauh dari sosok orang tua, dan  mereka ingin merasakan kasih sayang seorang ayah, kasih sayang seorang ibu seperti yang dirasakan oleh kalian yang memiliki ayah dan ibu.

Mungkin hari ini cukup sampai disini ya sob!!

 

“Hai Ayah, selamat hari ayah. Engkau pahlawan terhebat dihidupku, engkau berharga bagiku, tak terganti, dan tak akan ku ganti. Cintamu tertanam di sini, di dalam hati”

Sampai jumpa semuanya

Salam Cinta, Dunia Psikologi

 

 

Rabu, November 10, 2021

Hari Pahlawan, Jasamu Dikenang, Sikapmu Menjadi Teladan

Halo sobat DuPi di mana pun kalian berada, semoga kalian sehat selalu ya ...

Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 

 

Pasti kalian tahu kan, jika hari ini adalah hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia

Inilah Hari pahlawan, hari penuh sejarah, hari dengan banyak pertumpahan darah.


Sejarah 10 November sebagai Hari Pahlawan

10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan karena adanya pertempuran di Surabaya. Pada 10 November 1945, terjadi pertempuran besar antara tentara Indonesia dan pasukan Inggris. Pada 29 Oktober 1945, gencatan senjata antara pihak Indonesia dan tentara Inggris ditandatangani. Saat itulah, perlahan keadaan mulai membaik. Namun, bentrokan bersenjata antara rakyat Indonesia dan tentara Inggris masih terjadi di Surabaya.


Masih melansir situs Kemensos, puncak bentrokan itu terjadi saat terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby. Dia merupakan Pimpinan Tentara Inggirs Untuk Jawa pada 30 Oktober 1945. Kematian  Jenderal Mallaby rupanya menyebabkan Inggirs marah kepada pihak Indonesia. Saat itu pula, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh menggantikan Mallaby.


Pada 10 November 1945, Eric Carden mengeluarkan Ultimatum yang meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI juga administrasi NICA, serta ancaan menggempur kota Surabaya. Ancaman itu dilakukan kalau bangsa Indonesia tidak menaati perintah bangsa Inggris.


Sejarah Hari Pahlawan juga tak lepas dari instruksi yang dikeluarkan pihak Inggris. Instruksi itu berisikan seluruh pimpinan bangsa Indonesia dan pemuda Surabaya harus datang selambat-lambatnya tanggal 10 November 1945 pukul 06.00 pagi. Mereka harus datang ke tempat yang sudah ditentukan oleh pihak Inggris.



Namun, instruksi itu dilanggar oleh pemuda Surabaya. Saat itulah, terjadi pertempuran Surabaya yang berlangsung kurang lebih tiga minggu.

Medan perang Surabaya dijuluki 'neraka' lantaran kerugian yang disebabkan tidaklah sedikit. Pertempuran itu mengakibatkan 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban, di mana sebagian besar adalah warga sipil.


Di samping itu, diperkirakan 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya dan sekitar 1.600 prajurit Inggris tewas, hilang dan luka-luka. Puluhan alat perang juga rusak dan hancur.



Banyaknya pahlawan yang gugur dan rakyat yang menjadi korban, prajurit Inggris yang tewas serta sikap pantang menyerah yang ditunjukkan masyarakat Surabaya, membuat kota ini dikenang sebagai kota pahlawan. Sejak saat itulah, setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peringatan ini sekaligus memberi penghargaan terhadap jasa dan pengorbanan pahlawan. Inilah alasan utama mengapa tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.


Lalu bagaimana cara kita menghormati jasa para pahlawan?


Menghargai jasa pahlawan tidak hanya mengenang dalam hati dan berterima kasih, melainkan juga dengan meneladani sikap dan perbuatan mereka. Untuk memperingati hari yang bersejarah ini, ada beberapa hal yang bisa lakukan sebagai salah satu bentuk mengenang jasa para pahlawan.


Sikap rela berkorban


sikap ini mencerminkan adanya kesediaan dan keikhlasan dalam memberikan sesuatu yang dimiliki untuk orang lain. Contohnya menyisihkan uang untuk membantu saudara atau teman-teman yang terkena bencana, ikut kegiatan bersih-bersih di rumah maupun sekolah, membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti pajak kendaraan dan bangunan, membantu pekerjaan orangtua atau orang-orang di sekitar kita dengan ikhlas.


Berani dalam kebenaran


Sikap berani karena sesuatu yang dilakukan benar dan baik, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, menghormati hak-hak orang lain, memuji keberhasilan orang lain dan memberikan kritik yang membangun atas kegagalan orang lain, tidak melakukan perbuatan yang menyakiti atau merugikan orang lain, dan menghargai orang lain.



Berjiwa besar


Sikap berjiwa besar yaitu menerima kemenangan dan kekalahan dengan ikhlas. Sikap ini dapat meredam dan menghindari konflik, meminta maaf atas segala kesalahan yang dilakukan, cepat belajar dari kesalahan dan tidak terlalu lama dalam rasa penyesalan, bekerja dengan tim terbaik, jangan menyalahkan orang lain jika ada kekurangan dalam diri sendiri, dan tidak mudah putus asa.


Cinta tanah air


Sikap cinta tanah air adalah rasa kebanggaan, memiliki, menghargai, menghormati, dan loyalitas dalam setiap individu kepada negar, mempelajari sejarah perjuangan pahlawan, menghormati upacara bendera sebagai wujud rasa cinta tanah air dan bangsa Indonesia, menghormati simbol-simbol negara, mencintai dan menggunakan produk dalam negeri, mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia, dan belajar dengan tekun sehingga dapat ikut serta mengabdi dan membangun Indonesia

 

Mari kita terapkan sikap-sikap diatas sebagai salah satu bentuk rasa hormat kepada para pahlawan juga mengenang jasa-jasa mereka. Ingatlah pesan Bung Karno tentang jasmerah (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah) dan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.

 

"Selamat hari pahlawan, sikapmu menjadi teladan, jasamu tersimpan untuk dikenang. Terimkasih atas segala pengorbanan, atas seluruh perjuangan, semoga engkau bisa beristirahat dengan tenang"

 

Sampai jumpa, semangat merdeka

Salam Penuh Cinta, Dunia Psikologi

 

Jumat, November 05, 2021

Cinta Puspa Cinta Satwa dengan Melestarikan Flora Fauna di Indonesia

 

Halo sobat DuPi di mana pun kalian berada,semoga kalian sehat selalu ya.

Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 

 

Hayo ... ada yang tau hari ini, hari apa?

Hari jum’at? Emm ... ya bener sih, hari ini hari jum’at

Tapi tepatnya hari ini adalah Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

 

Kalian sudah tahu belum, apa itu Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ?

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang diperingati setiap tanggal 5 November merupakan salah satu hari peringatan lingkungan hidup yang menjadi agenda tahunan di Indonesia dan termasuk salah satu hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Peringatan HCPSN pertama kali digagas pada tahun 1993 oleh Presiden Soeharto dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional dan kemudian menetapkan tanggal 5 November sebagai peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.

Meskipun diperingati sebagai hari besar, tetapi tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional.

 

Tujuan Ditetapkannya Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Dilansir dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, bertujuan untuk meningkatkan perlindungan dan pelestarian serta menumbuh kembangkan rasa kepedulian, rasa cinta dan kebanggaan terhadap flora dan fauna yang dimiliki Indonesia.

 

Apa saja Flora (Puspa) dan Fauna (Satwa) yang Dilindungi?

Berdasarkan Keppres RI No.4 Tahun 1993 tentang satwa dan bunga nasional, terdapat tiga jenis satwa dan tiga jenis bunga yang dinyatakan sebagai satwa dan bunga nasional.

Satwa yang termasuk satwa nasional adalah komodo (varanus komodoensis), ikan siluk merah (sclerophages formosus), dan elang jawa (spizaetus bartelsi).

Tiga bunga yang dinyatakan sebagai bunga nasional adalah bunga melati (jasminum sambac) sebagai puspa bangsa, anggrek bulan (palaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona, dan padma raksasa (rafflesia arnoldi) sebagai puspa langka.

 

Bentuk- bentuk dukungan peringatan HCPSN

1.     Memberlakukan puspa dan satwa disekitar kita dengan baik,

2.     menempatkan mereka dalam posisi yang sejajar dengan manusia.

3.     Menghentikan ekspolitasi kepada satwa

4.     Melestarikan keragaman puspa dan tidak menggantinya dengan bangunan beton

5.     Ikut serta melestarikan puspa dan satwa diawali dengan sikap dan perlakuan yang baik terhadap keduanya

 

Namun sungguh disayangkan, banyak yang belum mengetahui sejarah tentang peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Padahal tingkat urgensinya tidak kalah penting dibanding dengan peringatan lainnya.

Semoga dengan memahami Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional diharapkan ada gerakan nyata setiap tanggal 5 November untuk melestarikan alam dan lingkungan.

 

Okey sob, mulai sekarang kita harus melindungi, menjaga, merawat, serta melestarikan flora dan fauna yang ada di lingkungan kita ya ....

Mengapa harus seperti itu? Sebab, flora dan fauna perlu dijaga agar keseimbangan ekosistem kita tetap stabil.

Sebelum pamit aku ingin mengucapakan

 

“Selamat Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, mari kita jaga, rawat, dan lestarikan flora dan fauna yang ada di Indonesia dengan penuh cinta.”

 

Sampai jumpa, salam flora fauna

Salam penuh cinta, Dunia Psikologi.

 

Kamis, November 04, 2021

Hari Diwali, Rayakan Festival Cahaya Harapan Manusia

 

Hai, hai, halo ... para sobat DuPi di mana pun kalian berada, semoga sehat selalu ya ... 

Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 


Happy Diwali kepada para sobat yang merayakan. Jangan lupa untuk selalu bersyukur dan memperbaiki diri, ya sob ... Mari semarakkan festival cahaya ini dengan orang-orang yang kita sayangi. Semoga momen ini juga mempererat persaudaraan kita.

 

Karena Diwali tahun ini jatuh pada hari ini (4 November) jadi sekarang aku akan mengulas tentang seperti apa perayaan Diwali itu? Kapan hari Diwali dirayakan? Dan fakta-fakta mengenai hari Diwali. Cuzz.. langsung disimak, yuk!

 

Apa arti Diwali?

Deepavali, Diwali atau Dīpāvali adalah dalam Agama Hindu berarti "Festival Cahaya". Festival ini melambangkan kemenangan baik atas buruk, dan lampu dinyalakan sebagai tanda perayaan serta harapan umat manusia. Perayaan ini terfokus pada lampu dan cahaya, terutama pada lampu "diya" tradisional.

Maka, hari Diwali kerap pula identik dengan Festival Cahaya. Perayaan ini diramaikan dengan kegembiraan, termasuk menyalakan berbagai penerangan, dari lampu tradisional atau diya, lampu warna-warni, lampion, lilin, bahkan kembang api. Tak hanya meriah dengan cahaya,

Diwali juga menjadi hari besar bagi umat yang merayakannya. Semua orang menyebarkan kebahagiaan dengan memakai pakaian baru, berbagi makanan atau permen, dan banyak kegiatan menyenangkan lainnya. 

 

Sejarah atau asal-usul Diwali?

Dikutip dari How and Why do Hindus Celebrate Divali? (2013) karya Jean Mead, Diwali merupakan lambang spiritual mengenai “kemenangan terang atas kegelapan, kebaikan atas kejahatan, dan pengetahuan atas ketidaktahuan.”

Diwali dikenal dengan berbagai istilah lainnya seperti Deepawali, Deepavali, atau Dipavali. Keragaman istilah ini disesuaikan dengan bahasa asalnya. Seperti diketahui, cukup banyak bahasa lokal yang digunakan di India, semisal Sanskerta, Hindi, Marathi, Kannada, Urdu, Tamil, dan seterusnya. Asal istilah Diwali diperkirakan bersumber dari bahasa Sanskerta, yakni Dipavali.

 Istilah Dipavali juga dapat dimaknai secara tersirat. Salah satunya tercatat dalam Sanskrit English Dictionary (2008) suntingan Monier Williams yang mengartikannya sebagai “apa yang bercahaya, menyinari, atau pengetahuan”.

 

Kapan perayaan Diwali berlangsung?

 Perayaan Diwali selama 5 hari setiap tahunnya ditetapkan berdasarkan penanggalan Hindu pada awal musim gugur setelah akhir panen musim panas. Menurut kalender Masehi, peringatan Diwali jatuh antara bulan Oktober hingga November. Tahun ini, Diwali dirayakan mulai 4 November 2021. Perayaan ini memiliki tradisi masing-masing di tiap harinya.

1.     Hari pertama disebut Vasu Daras dan diperuntukkan bagi sapi, hewan yang dianggap suci oleh umat Hindu. 

2.     Hari kedua disebut Dhan Teras yang memeringati munculnya Dewa Dhanvantari dari samudera. Mereka percaya jika barang berharga, seperti emas dan perak, yang dibeli pada hari ini akan membawa keberuntungan sepanjang tahun.

3.     Hari ketiga alias Naraka Chaturdashi merupakan puncak dari perayaan Diwali yang diisi dengan pembuatan Rangoli, dekorasi dari beras dan tepung yang diwarnai dengan rempah. Hari ini, Hindu memeringati kemenangan Dewa Krisna terhadap raksasa Narakasura yang melambangkan kejahatan. 

4.     Hari keempat atau disebut Laksmi Puja biasanya diisi dengan pemujaan terhadap Dewi Laksmi sang pembawa kesejahteraan dan Dewa Ganesha sang pembawa keberuntungan.

5.     Hari terakhir atau Bali Pratipada merupakan peringatan saat Dewa Krisna mengangkat Bukit Govadhana dan menyelamatkan rakyat serta sapi dari bencana banjir.


Beberapa Fakta dalam perayaan Diwali

·        Masyarakat India biasanya menggunakan diya, yakni lampu minyak tradisional yang terbuat dari tanah liat.

·        Tradisi unik yang hadir dalam perayaan Diwali adalah bagi-bagi mithai atau makanan manis, seperti permen. kudapan manis lainnya seperti cokelat diberikan sebagai hadiah.

·        Tetangga, keluarga, atau kerabat akan saling memberikan permen yang biasanya terdiri dari makanan manis klasik India, seperti lado, barfis, pedas, dan jalebis.

·        Festival Diwali sangat kental dikaitkan dengan mitologi Hindu, seperti kisah kembalinya Dewa Rama, istrinya Dewi Sinta Devi dan saudara laki-laki Laksmana. Mereka kembali ke negara asalnya, Ayodhya, setelah tinggal di pengasingan selama 14 tahun.

·        Perayaan Diwali juga dianggap menandai peristiwa kemenangan Dewa Krisna yang berhasil membunuh setan Narakasura, yang memerintah Pragjyotishapura. Ia berhasil membebaskan rakyatnya yang hidup dalam ketakutan.

·        Diwali kini juga dianggap sebagai festival budaya dan dirayakan secara meriah di berbagai negara dengan penganut Agama Hindu minoritas. Inggris adalah salah satunya. Sedangkan, di negara seperti Fiji, Guyana, Pakistan, Malaysia, Mauritius, Myanmar, Nepal, Singapura, Sri Lanka, Suriname, Trinidad, dan Tobago, Diwali menjadi hari libur nasional.

·        Diwali berbeda dengan Holi, Kalau Diwali dikenal sebagai festival cahaya, Holi adalah perayaan penuh warna. Di hari ini, masyarakat di negara-negara mayoritas penganut Hindu, seperti India dan Bangladesh, saling melempar tepung warna-warni.

 

Nah, itu kiranya pembahasan mengenai perayaan Diwali hari ini. Seru, kan..? 

Semoga kalian bisa merasakan indahnya perayaan Diwali, apalagi perayaan Diwali langsung ke India. Pasti deh, lebih seru lagi.  

Sekali lagi aku ucapkan selamat hari Diwali, Happy Diwali, bagi para sobat DuPi yang merayakan.

Oke sob, cukup sampai di sini pertemuan kita hari ini.

Sampai jumpa, salam toleransi

Salam penuh cinta, Dunia Psikologi.

 

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...