Hai, hai,
halo ... para sobat DuPi di mana pun kalian berada, semoga sehat selalu ya
...
Ketemu lagi
dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.
Happy Diwali kepada para sobat yang merayakan. Jangan lupa untuk selalu bersyukur dan memperbaiki diri, ya sob ... Mari semarakkan festival cahaya ini dengan
orang-orang yang kita sayangi. Semoga momen ini juga mempererat persaudaraan
kita.
Karena
Diwali tahun ini jatuh pada hari ini (4 November) jadi sekarang aku akan mengulas tentang
seperti apa perayaan Diwali itu? Kapan hari Diwali dirayakan? Dan fakta-fakta
mengenai hari Diwali. Cuzz.. langsung disimak, yuk!
Apa arti Diwali?
Deepavali, Diwali atau Dīpāvali adalah dalam Agama
Hindu berarti "Festival Cahaya". Festival ini melambangkan kemenangan
baik atas buruk, dan lampu dinyalakan sebagai tanda perayaan serta harapan umat
manusia. Perayaan ini terfokus pada lampu dan cahaya, terutama pada lampu
"diya" tradisional.
Maka, hari Diwali kerap pula identik dengan Festival Cahaya. Perayaan ini
diramaikan dengan kegembiraan, termasuk menyalakan berbagai penerangan, dari
lampu tradisional atau diya, lampu warna-warni, lampion, lilin, bahkan kembang
api. Tak hanya meriah dengan cahaya,
Diwali juga menjadi hari besar bagi umat yang merayakannya. Semua orang
menyebarkan kebahagiaan dengan memakai pakaian baru, berbagi makanan atau
permen, dan banyak kegiatan menyenangkan lainnya.
Sejarah atau
asal-usul Diwali?
Dikutip dari
How and Why do Hindus Celebrate Divali? (2013) karya Jean Mead, Diwali
merupakan lambang spiritual mengenai “kemenangan terang atas kegelapan,
kebaikan atas kejahatan, dan pengetahuan atas ketidaktahuan.”
Diwali
dikenal dengan berbagai istilah lainnya seperti Deepawali, Deepavali, atau
Dipavali. Keragaman istilah ini disesuaikan dengan bahasa asalnya. Seperti
diketahui, cukup banyak bahasa lokal yang digunakan di India, semisal
Sanskerta, Hindi, Marathi, Kannada, Urdu, Tamil, dan seterusnya. Asal istilah
Diwali diperkirakan bersumber dari bahasa Sanskerta, yakni Dipavali.
Istilah
Dipavali juga dapat dimaknai secara tersirat. Salah satunya tercatat dalam
Sanskrit English Dictionary (2008) suntingan Monier Williams yang
mengartikannya sebagai “apa yang bercahaya, menyinari, atau pengetahuan”.
Kapan perayaan Diwali berlangsung?
Perayaan
Diwali selama 5 hari setiap tahunnya ditetapkan berdasarkan penanggalan Hindu
pada awal musim gugur setelah akhir panen musim panas. Menurut kalender Masehi,
peringatan Diwali jatuh antara bulan Oktober hingga November. Tahun ini, Diwali
dirayakan mulai 4 November 2021. Perayaan ini memiliki tradisi
masing-masing di tiap harinya.
1.
Hari
pertama disebut Vasu Daras dan diperuntukkan bagi sapi, hewan yang dianggap
suci oleh umat Hindu.
2.
Hari
kedua disebut Dhan Teras yang memeringati munculnya Dewa Dhanvantari dari
samudera. Mereka percaya jika barang berharga, seperti emas dan perak, yang
dibeli pada hari ini akan membawa keberuntungan sepanjang tahun.
3.
Hari
ketiga alias Naraka Chaturdashi merupakan puncak dari perayaan Diwali yang
diisi dengan pembuatan Rangoli, dekorasi dari beras dan tepung yang diwarnai
dengan rempah. Hari ini, Hindu memeringati kemenangan Dewa Krisna terhadap
raksasa Narakasura yang melambangkan kejahatan.
4.
Hari
keempat atau disebut Laksmi Puja biasanya diisi dengan pemujaan terhadap Dewi
Laksmi sang pembawa kesejahteraan dan Dewa Ganesha sang pembawa keberuntungan.
5.
Hari
terakhir atau Bali Pratipada merupakan peringatan saat Dewa Krisna mengangkat
Bukit Govadhana dan menyelamatkan rakyat serta sapi dari bencana banjir.
Beberapa Fakta dalam perayaan Diwali
·
Masyarakat India biasanya menggunakan diya,
yakni lampu minyak tradisional yang terbuat dari tanah liat.
·
Tradisi unik yang hadir dalam perayaan
Diwali adalah bagi-bagi mithai atau makanan manis, seperti permen. kudapan
manis lainnya seperti cokelat diberikan sebagai hadiah.
·
Tetangga, keluarga, atau kerabat akan
saling memberikan permen yang biasanya terdiri dari makanan manis klasik India,
seperti lado, barfis, pedas, dan jalebis.
·
Festival Diwali sangat kental dikaitkan
dengan mitologi Hindu, seperti kisah kembalinya Dewa Rama, istrinya Dewi Sinta
Devi dan saudara laki-laki Laksmana. Mereka kembali ke negara asalnya, Ayodhya,
setelah tinggal di pengasingan selama 14 tahun.
·
Perayaan Diwali juga dianggap menandai
peristiwa kemenangan Dewa Krisna yang berhasil membunuh setan Narakasura, yang
memerintah Pragjyotishapura. Ia berhasil membebaskan rakyatnya yang hidup dalam
ketakutan.
·
Diwali kini juga dianggap sebagai festival
budaya dan dirayakan secara meriah di berbagai negara dengan penganut Agama
Hindu minoritas. Inggris adalah salah satunya. Sedangkan, di negara seperti
Fiji, Guyana, Pakistan, Malaysia, Mauritius, Myanmar, Nepal, Singapura, Sri
Lanka, Suriname, Trinidad, dan Tobago, Diwali menjadi hari libur nasional.
·
Diwali berbeda dengan Holi, Kalau Diwali
dikenal sebagai festival cahaya, Holi adalah perayaan penuh warna. Di hari ini,
masyarakat di negara-negara mayoritas penganut Hindu, seperti India dan
Bangladesh, saling melempar tepung warna-warni.
Nah, itu kiranya
pembahasan mengenai perayaan Diwali hari ini. Seru, kan..?
Semoga kalian bisa merasakan indahnya perayaan Diwali,
apalagi perayaan Diwali langsung ke India. Pasti deh, lebih seru lagi.
Sekali lagi aku ucapkan selamat hari Diwali, Happy Diwali, bagi para sobat DuPi yang merayakan.
Oke
sob, cukup sampai
di sini pertemuan kita hari ini.
Sampai jumpa, salam toleransi
Salam penuh
cinta, Dunia Psikologi.