Minggu, Juli 03, 2022

Seni Dalam Menyembuhkan

 

Art Therapy Dapat Mengurangi Stress?

Halo sobat DuPi! Bagaimana kabarnya? Semoga dalam keadaan yang baik serta sehat selalu ya. Baik, disini saya akan menjelaskan mengenai Art Therapy.

Sobat semua apakah pernah mengalami stress? Mungkin hal itu dapat mengganggu aktivitas kamu sehari-hari. Nah, untuk mengurangi dan mengatasinya, art therapy cocok dilakukan bagi kamu yang memiliki ketertarikan dalam bidang seni. Jadi seni tidak hanya dijadikan sebagai karya saja, namun dapat dijadikan sebagai media untuk meluapkan stress. Lalu, apa saja yang perlu dilakukan?

Apa sih art therapy itu?

Sebelum kamu melakukannya. Baiknya kenali lebih dulu apa itu art therapy. Laman Psychology Today menyebut bahwa art therapy merupakan terapi yang melibatkan penggunaan teknik kreatif, seperti menggambar, melukis, membuat kolase, mewarnai hingga memahat. Bagi kamu yang pecinta seni, kegiatan ini sangat cocok untuk dilakukan.

Hal ini untuk membantu orang mengekspresikan diri dan memeriksa kondisi psikologis melalui karya seni yang dibuat. Terapis nantinya akan memecahkan kode, simbol, metafora dan pesan nonverbal yang tertuang dalam karya seni tersebut. Art therapy disinyalir membuat pasien terapi lebih memahami perasaan dan emosi terdalam mereka.

Misalnya dalam menulis, beberapa orang sulit dalam mengungkapkan perasaannya secara jujur. Sebab itu, menulis dapat dijadikan alternative untuk kamu dalam mengungkap isi pikiran dan hatimu. Sebagai bentuk dasarnya ialah dengan menulis buku diary atau jurnal diary. Kamu bisa mengisi kegiatan apa yang akan kamu lakukan, sesuatu yang kamu sukai dan perasaan kamu saat ini.

Hal senada diungkapkan oleh Serlin (2007) bahwa art therapy membawa perspektif  psikoanalitik untuk menggunakan seni sebagai cara untuk membuat citra sadar dan simbol sadar. Sementara Nguyen (2016) mengungkapkan bahwa terapi seni adalah proses terapi dengan menggunakan kesadaran pribadi dan perubahan terjadi ketika pasien atau klien berinteraksi selama proses materi seni dan ketika individu mampu belajar sesuatu tentang diri mereka dari proses tersebut.

Macam-macam art therapy

Art therapy merupakan salah satu intervensi psikologis yang semakin berkembang dalam kurun waktu terakhir. Art therapy telah banyak digunakan dalam berbagai kasus medis baik pada anak maupun dewasa (Malchiodi, 2003). Tujuan art therapy bukan untuk menghasilkan bentuk‐ bentuk artistik, tetapi lebih menekankan kebebasan untuk berkomunikasi melalui bentuk‐bentuk artistik.

Pada dasarnya konsep art therapy ialah kombinasi dari konsep art (seni) dan psikologi. Hal ini tentunya dapat mempermudah seseorang dalam menuangkan perasaanya. Dan untuk melakukan art therapy, kamu tak perlu mempunyai kemampuan seni yang tinggi.

Menurut Nordqvist (2009) dalam Fastari jenis-jenis art therapy bisa dibedakan kepada music therapy, poetry therapy, dance therapy, drama therapy dan seni kriya. Music therapy pernah digunakan untuk mengurangi simtom depresi pada pasien depresi, membantu mengurangi rasa sakit pada penderita penyakit kronis. Menggambar, melukis, dapat membantu pemulihan trauma pada korban bencana alam.  Penderita autisme terbantu dengan art psychotherapy, mereka terlihat dapat berekspresi dibandingkan ketika diajak berkomunikasi secara lisan.

Poetry therapy diterapkan pada subjek anak dan remaja, antara lain pada kasus kekerasan terhadap anak dan kasus bunuh diri pada anak/remaja. Poetry therapy juga pernah diberikan pada kasus-kasus pernikahan, perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga, dan lansia. Selain jenis-jenis art psychotherapy yang telah disebutkan di atas, masih banyak jenis art psychotherapy lain yang diterapkan pada beragam kasus klinis lainnya, yakni: dance therapy, drama therapy, dan seni kriya.

Kasus lain yang pernah ditangani dengan art psychotherapy diantaranya: kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, klien dengan keterbelakangan mental. Secara garis besar bertujuan mengurangi simtom-simtom psikologis yang menjadi permasalahan klien. Menurut March (2016) art therapy terbagi atas terapi menari, drama, bermain musik, dan seni visual. Terapi gerakan tari (atau terapi tari) melibatkan penggunaan berbagai gaya tarian dan gerakan yang berbeda. Terapi drama dilakukan dengan bermain peran tertentu dalam situasi tertentu, membuat gerakan untuk mengekspresikan diri, pidato dengan suara yang sulit ditirukan, bertindak tanpa berkata-kata, atau mengulangi perilaku yang menyebabkan konseli mengalamai maslah di masa lalu.

5 Cara art therapy yang bisa dilakukan

1.      Kolase

Membuat kolase dari beberapa media dan membentuknya menjadi karya baru adalah self therapy yang menarik untuk dicoba. Konsepnya adalah merusak, kemudian membentuk sesuatu dari media yang sudah dicacah tersebut. Filosofi dari kolase ini adalah untuk menunjukkan kalau dari sesuatu yang rusak, kamu bisa membentuknya menjadi sesuatu yang baru dan bahkan lebih indah dari sebelumnya.

2.      Menggambar dalam Kegelapan

Tidak perlu serius dan jangan takut salah. kamu dibebaskan untuk menggambar apa saja, termasuk hal yang kamu rasakan di momen tersebut. Syarat hanya satu: kamu harus melakukannya di kegelapan. Bukan tanpa alasan kok, teknik ini dilakukan tak lain untuk membebaskan nilai-nilai dari bentuk dan mengenyahkan ketakutan untuk bertindak. Art therapy ini mendorong kamu untuk berani melepaskan diri.

3.      Zentangle

Dari menggambar garis dan pola-polanya, bisa menjadi terapi stres, melatih fokus, meredam emosi dan belajar untuk sabar. Makanya teknik ini disebut Zen yang dilakukan untuk menyeimbangkan emosi dan melatih psikis. Tekniknya mudah dan sekarang buku Zentangle ini sudah gampang ditemui di toko-toko buku pada umumnya.

4.      Membuat Puisi Acak

Dari potongan huruf-huruf di koran atau majalah, kamu bisa menciptakan puisi sendiri yang menarik dan jangan terkejut menyadari betapa tiba-tiba kamu bisa menjadi sangat puitis. Caranya sederhana saja, kamu bisa memotong huruf-huruf dari majalah atau koran yang kamu temukan secara acak atau spontan. Dari huruf-huruf yang terkumpul, coba susun menjadi kalimat yang puitis.

5.      Menulis Ulang Lagu

Terapi paling sederhana yang lainnya adalah mendengarkan musik, lalu ceritakan apa yang kamu rasakan saat mendengarkan lagu tersebut. Lewat cara ini, kamu diajak untuk berdialog dengan diri sendiri dan menemukan perasaan terpendam yang susah kamu deskripsikan. Tujuannya, setelah melakukan ini, hati bisa lebih lapang dan kamu bisa lebih memahami diri sendiri.

Nah, itulah penjelasan mengenai art therapy. Tentunya kamu bisa melakukannya di rumah, jika sewaktu-waktu mengalami tekanan. Namun, jika kamu masih sulit dalam meluapkan atau melakukan art therapy. Saya sarankan untuk membicarakannya dengan tenaga ahli profesionalnya langsung. Akhir kata untuk membantu kamu memahami art therapy. Semoga bermanfaat. Terima kasih!

Referensi

Cohen-Yatziv, L., & Regev, D. (2019). The Effectiveness and Contribution of Art Therapy Work with Children in 2018-What Progress Has Been Made So Far? A Systematic Review. International Journal of Art Therapy. 24(3), pp. 100-112.

Regev, D., & Cohen-Yatziv, L. (2018). Effectiveness of Art Therapy With Adult Clients in 2018-What Progress Has Been Made?. Frontiers in Psychology, Doi: 10.3389/fpsyg.2018.01531.

Bourassa, T. Psych Central (2016). Why Art Therapy? Psychology Today. Art Therapy.

Tidak ada komentar:

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...