Sabtu, Februari 26, 2022

Bullying Di Kalangan Remaja

Halo sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.

Bullying adalah tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan. Entah itu secara verbal, non verbal, atau bahkan melalui dunia maya. Kasus bullying atau perundungan ini biasanya marak di kalangan remaja dan sangat mempengaruhi kesehatan mental seseorang yang menjadi korban penindasan, bahkan bisa berakhir dengan melakukan tindakan bunuh diri. 

Namun, tahukah sahabat DuPi ada banyak sekali jenis bullying yang sering dilakukan di kalangan remaja? Coba disimak baik-baik, apa jangan-jangan kamu pernah melakukannya, ya? 


๏พ✧Definisi Bullying 

Kata 'bullying' berasal dari bahasa Inggris, sedangkan dalam bahasa Indonesia disebut penindasan atau risak. 

Mengutip buku Meredam Bullying, Ken Rigby konsultan ahli sekolah menjelaskan tentang pengertian bullying. Menurut Ken Rigby, bullying adalah sebuah hasrat untuk menyakiti. Hasrat ini bisa dilihat dari sebuah aksi yang menyebabkan seseorang menderita. Aksi dilakukan oleh seseorang atau kelompok mayoritas yang lebih kuat, dilakukan secara berulang, pelaku tidak bertanggung jawab, dan dilakukan dengan perasaan senang.

Bullying sering terjadi di sekolah dan lingkungan sehari-hari yang memakan jiwa. Aksi bullying ini merugikan korban hingga mempengaruhi psikisnya. Fenomena bullying menyebabkan pelaku bertindak semena-mena pada korban.

Perilaku bullying bertentangan dengan UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 berbunyi, “Menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.”

๏พ✧Jenis-jenis Bullying 

Perilaku bullying dibagi menjadi beberapa jenis. Mengutip dari Kemenpppa.go.id, bullying dikelompokkan dalam empat kategori, antara lain:

⎙  Bullying Secara Verbal (dengan kata-kata)

╰⌲Yang pertama dan paling sering dilakukan secara tidak sadar adalah bullying verbal. Bullying verbal terjadi ketika pelaku melakukan intimidasi melalui kata-kata mereka kepada seorang korban bully. Intimidasi yang dilakukan seperti nama julukan buruk, celaan, hinaan, fitnah, teror, gosip, dan pernyataan-pernyataan yang masih harus diselidiki kebenarannya. Jenis bullyin ini bahkan menjadi jembatan untuk menuju bullying tingkat lanjut.

Bullying Secara Fisik

 ╰⌲Jenis bullying ini melibatkan kontak fisik antar pelaku dan korban, baik secara langsung maupun tidak langsung. Bullying jenis ini termasuk memukul, menendang, menampar, mencekik, menggigit, meludahi, bahkan menghancurkan barang-barang milik korban. Bullying jenis ini mudah untuk diidentifikasi, tetapi bullying secara fisik jarang dilakukan. Seseorang yang melakukan bullying secara fisik biasanya remaja yang bermasalah. Ada kemungkinan besar pelaku bullying ini akan cenderung melakukan tindakan kriminal di kemudian hari.

Bullying Secara Relasional (hubungan pertemanan)

╰⌲Bullying  jenis ini melibatkan banyak pelaku. Biasanya dilakukan per kelompok. Bullying tipe ini cenderung melakukan pelemahan harga diri korban bully dengan cara pengabaian, pengucilan, atau penghindaran. Sikap-sikap seperti pandangan sinis, lirikan mata, tawa mengejek, hingga bahasa tubuh yang merendahkan korbannya. Bullying tipe ini sulit untuk dideteksi dari luar. Korban dari bullying  jenis ini biasanya mengalami depresi yang luar biasa sehingga merasa tidak nyaman berada di lingkungan sekitar. 

Bullying Secara Elektronik

╰⌲Tindakan kekerasan dengan cara menyakiti orang lain melalui media elektronik. Seperti memberi komentar jelek, pencemaran nama baik lewat media sosial, dan menyebarkan rekaman video intimidasi.


๏พ✧Faktor Penyebab 

Berikut beberapa faktor penyebab terjadinya bullying, yakni : 

๐Ÿงฉ1.Faktor keluarga

⌦Pelaku bullying seringkali berasal dari keluarga yang bermasalah: orangtua yang kerap menghukum anaknya secara berlebihan atau situasi rumah yang penuh stres, agresi dan permusuhan. Anak akan mempelajari perilaku bullying ketika mengamati konflik-konflik yang terjadi pada orangtua mereka dan kemudian menirunya terhadap teman-temannya. Atau sering terjadi tindak kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya, ketika anak tidak berani melawan orang tua, maka “perlawanan” ini ditujukan pada teman-temannya.

๐Ÿงฉ2. Faktor sekolah

⌦Karena pihak sekolah sering mengabaikan keberadaan bullying ini, terutama pada kasus kekerasan verbal dan relasional, anak-anak sebagai pelaku bullying akan mendapatkan penguatan terhadap perilaku mereka untuk melakukan intimidasi anak-anak yang lainnya. Bullying berkembang dengan pesat dalam lingkungan sekolah yang didalamnya terdapat perilaku diskriminatif, kurangnya pengawasan dan bimbingan etika, adanya kesenjangan besar antara siswa yang kaya dan miskin, pola kedisiplinan yang sangat kaku ataupun yang terlalu lemah, bimbingan yang tidak layak dan peraturan yang tidak konsisten.

๐Ÿงฉ3. Faktor kelompok sebaya

⌦Anak-anak ketika berinteraksi di sekolah dan dengan teman sekitar rumah kadang kala terdorong melakukan bullying untuk membuktikan bahwa mereka bisa masuk dalam kelompok tertentu, untuk mendapatkan respek dari teman, atau untuk menunjukkan di depan teman-temannya bahwa dia punya kekuatan, dia yang paling berani, dialah orang yang berkuasa dikelompoknya.

๐Ÿงฉ4. Faktor lingkungan

⌦Lingkungan sekitar rumah sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku bullying, misalnya anak hidup pada lingkungan orang yang sering berkelahi atau bermusuhan, berlaku tidak sesuai dengan norma yang ada, maka anak akan mudah meniru perilaku lingkungan itu dan merasa tidak bersalah, atau menganggapnya sebagai hal yang biasa yang tidak melanggar norma. Juga tayangan berita, sinetron, film, dan media cetak yang secara vulgar menyuguhkan kekerasan, secara tidak langsung memberi legitimasi perilaku kekerasan.


๏พ✧Perbedaan Pengertian Bullying dan Bercanda 

Ada kalanya, arti bullying dan bercanda tidak bisa dibedakan karena keduanya bisa jadi bersifat iseng atau mengerjai anak yang menjadi korban. Namun, ada batasan yang sangat jelas antara bullying dan bercanda. Bercanda dilakukan anak-anak sebagai salah satu cara komunikasi dan bentuk interaksi sosial. Bercanda dapat mempererat hubungan pertemanan di antara anak karena mereka dapat tertawa bersama dan menjadi lebih akrab. Bahkan, sebagian bentuk candaan mungkin hanya dapat dilakukan pada anak-anak yang berteman akrab.

Sementara itu, perbedaan mencolok pengertian bullying dari candaan adalah tujuan pelaku yang melakukan perundungan karena perasaan benci dan bermaksud menyakiti. Tujuan melakukan bullying bukanlah untuk membangun hubungan, melainkan untuk mempermalukan dan menyakiti korban sehingga pelaku merasa lebih hebat. Namun, perlu diwaspadai bahwa walaupun bercanda tidak memiliki tujuan awal buruk, tetapi hal yang lucu bagi seorang anak, mungkin tidak menyenangkan bagi anak lainnya. Pada saat candaan yang tidak menyenangkan terus dilakukan berulang kali dan membuat anak lainnya tersakiti, maka bercanda pun bisa berubah menjadi bullying.


๏พ✧Dampak Bullying 

Bullying berdampak pada kesehatan mental terutama pada anak-anak dan remaja. Pelaku yang melakukan pembullyan bisa memberi pengaruh buruk pada kesehatan fisik dan mental korbannya. Dampak paling fatal dari kasus bullying adalah tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh korban.

๐Ÿ’กDampak Bullying bagi Korban

▪︎Memicu depresi, stress, gangguan kesehatan mental, sampai memicu kemarahan.

▪︎Berdampak pada menurunkan tingkat kecerdasan dan kemampuan analisis anak-anak

▪︎Remaja dan anak-anak yang mendapat perilaku bullying akan menurun secara akademik dan memilih mengasingkan diri.

๐Ÿ’กDampak Bullying pada Pelaku

▪︎Perilaku berubah menjadi agresif, menyukai kekerasan, mudah marah, impulsif, dan toleransi rendah

▪︎Kurang berempati dan lebih menyukai mendominasi orang lain

▪︎Pelaku merasa harga diri tinggi dan percaya diri

▪︎Menyukai kekuasaan untuk merendahkan orang lain

๐Ÿ’กDampak bagi yang Menyaksikan

▪︎Jika dibiarkan terus-menerus, penonton yang menyaksikan bullying merasa bahwa perilaku tersebut dianggap biasa. Penonton akan berpikir bahwa perilaku ini bisa diterima secara sosial, bahkan bisa meniru perilaku terutama anak-anak.

▪︎Para penonton memilih menjadi penindas karena takut mereka akan menjadi korban selanjutnya. Sedangkan beberapa orang memilih diam tanpa bertindak atau menghentikan aksi bullying tersebut.


๏พ✧Cara Mengatasi Tindakan Bullying 

Bullying bisa diatasi dengan mencegah sejak dini seperti ketika masih anak-anak, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Berikut beberapa cara mengatasi bullying:

๐Ÿ’ฆMasa Anak-anak

▪︎Beri pengetahuan dan cara untuk mampu melawan tindakan bullying

▪︎Beri contoh cara seperti mendukung, mendamaikan, dan melaporkan pada orang dewasa untuk membantu korban bullying

๐Ÿ’ฆKeluarga

▪︎Tanamkan rasa kasih sayang dan nilai keagamaan pada anak-anak

▪︎Beri perhatian dan interaksi pada anak-anak untuk memberikan kemampuan berani dan tegas

▪︎Bantu anak untuk mengembangkan kemampuan sosialisasi, percaya diri, dan tegas

▪︎Mengajarkan rasa peduli dan etika pada sesama

▪︎Mendampingi anak untuk melihat informasi di media sosial atau televisi

๐Ÿ’ฆ Sekolah

▪︎Pendidik membuat program pencegahan anti bullying dan hukuman bagi pelaku yang melakukan tindakan tersebut

▪︎Membangun diskusi dan ceramah tentang mengatasi aksi penindasan

▪︎Memberi bantuan dan dukungan pada korban bullying


Itulah pengertian, jenis-jenis bullying, faktor penyebab dan dampak dari bullying yang sering dilakukan di kalangan masyarakat. Kira-kira kamu pernah melakukan salah satu dari keempat jenis bullying di atas, tidak? Kalau pernah melakukan semuanya, jangan dilakukan lagi, ya sobat DuPi. Bullying dalam bentuk apa pun sama sekali nggak keren!


Sumber:

▪︎psychology.binus.ac.id

▪︎katadata.co.id



Kamis, Februari 24, 2022

Kepribadian Ganda (DID) Dissosiatif Identity Disorder

Halo sahabat DuPi di mana pun berada? Apa kabar? Kembali lagi dengan dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.

Kali ini kita akan membahas tentang dua kepribadian yang ada dalam satu tubuh yang sering kita sebut kepribadian ganda DID, di mana hal ini terjadi tanpa disadari oleh orang tersebut. Dan yang perlu sobat DuPi ketahui bahwa kepribadian ganda ini berbeda ya dengan alter ego 'topeng'.


๐Ÿต️ Definisi Dissociative Identity Disorder

Dissociative identity disorder (DID disorder) adalah kondisi yang membuat penderitanya mengembangkan satu atau lebih kepribadian alternatif yang diketahui secara sadar maupun tidak oleh penderitanya. Kondisi ini memiliki banyak sebutan di antaranya adalah split disorder, multiple personality disorder, atau kepribadian ganda.

Dissociative identity disorder merupakan salah satu jenis utama dari gangguan disosiatif, menurut DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). Gangguan disosiatif sendiri merupakan penyakit mental yang menyebabkan kerusakan memori, identitas, dan fungsi mental lainnya yang mendukung seseorang untuk beraktivitas dengan lancar.

Dissociative identity disorder adalah penyakit mental yang cukup langka terjadi, tetapi bisa menyerang segala usia. Dilansir dari laman Cleveland Clinic, penyakit mental ini lebih banyak ditemukan pada wanita ketimbang pria.


๐Ÿต️ Tanda dan Gejala Dissociative Identity Disorder

Gejala khas pada orang dengan DID disorder adalah memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Kepribadian lain yang dimiliki penderitanya ini disebut dengan kepribadian alternatif, sementara kepribadian aslinya disebut dengan kepribadian inti.

Setiap kepribadian alternatif pada orang dengan multiple personality disorder, memiliki ciri individu dan cara berpikir yang berbeda. Kepribadian alternatif yang dimiliki juga bisa memiliki nama dan perilaku yang berbeda. Bahkan, mungkin saja memiliki jenis kelamin yang berbeda.

Saat kepribadian alternatif muncul, penderitanya akan mengalami amnesia (hilang ingatan). Itulah sebabnya, si penderita umumnya tidak menyadari adanya kepribadian alternatif maupun ingatan mengenai apa yang dilakukan saat kepribadian alternatif mengambil alih. Dalam beberapa kasus, orang dengan kepribadian ganda ini mengambil keuntungan dari kepribadian alternatif yang dimilikinya.

Sebagai contoh, orang dengan kepribadian inti yang pemalu, dapat menggunakan kepribadian alternatif untuk menjadi lebih tegas dan mudah bergaul. Biasanya pergantian kepribadian ini muncul akibat dipicu oleh stres dan peristiwa traumatis. Meskipun begitu, penderita split disorder ini sangat mungkin menghadapi masalah dalam kehidupannya sehari-hari. Ia mungkin saja menemukan barang-barang di rumah yang ia tidak ingat kapan membelinya. Mereka juga kesulitan untuk menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitar karena tidak mengenal keluarga atau orang terdekat ketika kepribadian alternatif mengambil alih.


๐Ÿต️ Gejala Psikologis yang Mungkin Mucul

Orang dengan dissociative identity disorder juga banyak mengalami gejala psikologis yang juga ada pada penyakit mental lain, di antaranya adalah:

▪︎Sakit kepala parah dan nyeri-nyeri pada tubuh.

▪︎Derealization, yakni perasaan bahwa lingkungan sekitarnya asing, aneh, atau tidak nyata.

▪︎Suasana hati mudah berubah atau depresi.

▪︎Depersonalisasi, yakni merasa jiwanya terlepas dari raganya.

▪︎Amnesia atau merasakan distorsi waktu.

▪︎Gangguan tidur, seperti sering mengalami mimpi buruk atau sleep walking.

▪︎Cenderung memiliki gangguan makan.

▪︎Halusinasi, yakni persepsi palsu terhadap sesuatu, seperti mendengar suara yang sebenarnya tidak ada.

▪︎Timbul masalah seks, seperti gairah seks menurun.

▪︎Penggunaan obat-obatan terlarang.

▪︎Keinginan melukai diri dan hampir 70% orang dengan split disorder pernah melakukan percobaan bunuh diri.


๐Ÿต️ Penyebab Dissociative Identity Disorder

Penyebab utama dari dissociative identity disorder adalah pernah mengalami peristiwa traumatis. Sekitar 90% orang dengan kondisi ini pernah memiliki riwayat kekerasan seksual, maupun emosional parah. 

Memiliki kepribadian ganda sering dianggap sebagai mekanisme perlindungan diri pada seseorang dari situasi yang membuatnya stres, tertekan, dan trauma. Dengan begitu, orang yang memiliki kepribadian alternatif bisa melawan rasa sakit fisik atau emosional yang timbul akibat pengalaman yang menyakitkan.

Saat kepribadian alternatif mengendalikan penderitanya, akan ada batasan yang tercipta antara dirinya dengan peritiwa yang membuatnya trauma. Batasan tersebut akhirnya bisa membuat penderitanya mampu mempertahankan fungsi dirinya dalam kehidupan sehari-hari, seolah peristiwa traumatis tidak pernah terjadi.

Episode peralihan kepribadian dapat dipicu oleh berbagai hal, baik itu peristiwa traumatis yang menjadi penyebab, maupun peristiwa ringan, seperti :

- Melihat kecelakaan lalu lintas.

- Mengalami stres atau tertekan.

- Melihat kejadian pelecehan seksual atau kekerasan.


๐Ÿต️ Bagaimana Cara Mendiagnosis Dissociative Identity Disorder?

Tidak ada tes laboratorium khusus untuk mendiagnosis kepribadian ganda. Meski begitu, tes darah, CT scan, maupun MRI mungkin diperlukan untuk menyingkirkan masalah kesehatan tertentu. Selain itu, dokter ahli kejiwaan mungkin akan memintamu menjalani serangkaian tes berupa pemeriksaan fisik dan test psikiatri.


๐Ÿต️ Pengobatan Dissociative Identity Disorder

Tujuan pengobatan dissociative identity disorder adalah untuk meredakan gejala, memastikan keselamatan pasien dan orang di sekitarnya, serta “menghubungkan kembali” kepribadian yang berbeda menjadi satu identitas yang terintegrasi dan berfungsi dengan baik. 

Pengobatan juga bertujuan untuk membantu pasien multiple personality disorder memproses kembali ingatan yang menyakitkan, sehingga bisa membantu mengembangkan keterampilan untuk mengatasi hal tersebut.

Pendekatan pengobatan terbaik tergantung pada individu, sifat pemicu yang dapat diidentifikasi, dan tingkat keparahan gejala.

Berikut ini adalah berbagai pengobatan untuk mengatasi kepribadian ganda:

๐Ÿ”– Terapi perilaku kognitif

⌦Terapi perilaku kognitif dilakukan untuk mengubah pola pikir, perasaan, perilaku menjadi lebih baik dan kembali berfungsi normal.

๐Ÿ”– Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR)

⌦EMDR adalah teknik pengobatan untuk mengatasi mimpi buruk terus-menerus dan kilas balik pada peristiwa traumatis.

๐Ÿ”– Terapi perilaku dialektik (DBT)

⌦Jenis psikoterapi ini dilakukan untuk orang dengan gejala split disorder yang parah, terutama pada mereka yang mengalami pelecehan seksual.

๐Ÿ”– Penggunaan obat

⌦Tidak ada obat untuk mengobati sendiri gangguan disosiatif. Namun, orang dengan kondisi ini, terutama yang berkaitan dengan depresi dan atau gangguan kecemasan, dapat diresepkan obat antidepresan atau obat anticemas.



Sumber : 

▪︎ hellosehat.com


________________________________

Selasa, Februari 08, 2022

OCPD (Obsessive Compulsive Personality Disorder ) atau Gangguan Kepribadian Anankastik.

Halo sahabat DuPi di mana pun kamu berada, apa kabar? Kembali lagi dengan dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.

Sahabat DuPi pernah dengar kalimat sindiran ini; "Kalau ada cara yang rumit kenapa memilih cara yang mudah?"

Ucapan yang kadang terlontar untuk orang yang terlalu kaku, terlalu mengikuti aturan dan detail sekali dalam melakukan sesuatu hal/kegiatan. Pokoknya tidak boleh ada satu urutan pun yang terlewatkan, karena orang ini tidak suka kalau ada hal-hal takterduga muncul, apalagi kalau hal itu tidak bisa mereka kontrol. Orang dengan karakter ini susah banget kalau disuruh santai, merasa kehabisan waktu untuk beraktivitas dan bekerja ekstra keras untuk mencapai sesuatu yang sebenarnya simple.

Kondisi karakter seperti ini dinamakan dengan gangguan kepribadian anankastik alias gangguan kepribadian obsesif komplusif (OCPD). 


ใƒƒDefinisi Obsessive Compulsive Personality Disorder (OCPD)

Gangguan kepribadian anankastik atau gangguan kepribadian obsesif kompulsif (Obsessive Compulsive Personality Disorder atau OCPD) merupakan kondisi di mana penderitanya memiliki kepribadian yang sangat perfeksionis dan terobsesi dengan kesempurnaan dalam semua aspek hidupnya. Sering kali, penderitanya merasa bahwa caranya melakukan sesuatu adalah yang paling benar meskipun bertentangan dengan cara orang lain.

Penderita OCPD memiliki pemikiran yang terpaku (preokupasi) pada keteraturan, kesempurnaan (perfeksionisme), kontrol mental dan kontrol hubungan dengan orang lain (interpersonal). 

Gangguan kepribadian anankastik atau gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD) terjadi pada 2-8% populasi umum, dengan mayoritas penderita gangguan ini adalah pria.


ใƒƒCiri-ciri Gangguan Kepribadian Anankastik atau Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif (OCPD)

Terdapat beberapa kondisi yang menandakan seseorang menderita OCPD.  Orang tersebut menimal memiliki 4 atau lebih dari ciri-ciri di bawah ini, maka dapat dipastikan jika dirinya mengidap gangguan kepribadian anankastik, antara lain: 

✿ Pikiran terpaku pada detail kecil, peraturan, urutan, daftar, atau jadwal atau organisasi secara berlebihan.

✿ Merasa cara hidupnya adalah cara hidup yang paling bagus.

✿ Dedikasi berlebihan terhadap pekerjaan (selain alasan keuangan) sehingga hubungan dengan orang di sekitarnya terabaikan.

✿ Bersifat sangat keras kepala, sangat kaku dan tidak fleksibel terhadap nilai moral dan etik.

✿ Tidak dapat membuang barang yang sudah tidak terpakai atau terlalu sering merapikan dan membersihkan rumah.

✿ Tidak dapat mempercayakan pekerjaan kepada orang lain dan tidak dapat bekerja sama dengan orang lain, kecuali jika orang lain mengikuti standar dan cara kerja penderita.

✿ Pelit pada dirinya sendiri maupun orang lain

✿ Perfeksionisme dalam segala aspek kehidupan.

✿ Khawatir ketika dia atau orang lain melakukan kesalahan.

✿ Merasa kiamat ketika ada yang nggak sempurna. 

✿ Aslinya pekerja keras, tetapi karena terlalu perfeksionis, akhirnya kerjanya nggak selesai-selesai.

✿ Sering merasa terisolir dari kehidupan sosial.

✿ Merasa cemas yang berujung pada depresi.


ใƒƒFaktor-faktor Penyebab OCPD

Hal yang paling utama yang menyebabkan gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD) ada pada:

°•—Lingkungan di mana tempat penderita tinggal.

°•—Pola asuh orang tua dan keluarga akan sangat berperan dalam membentuk karakteristik kepribadian seperti ini.

Belum ada penjelasan lanjutan mengenai apakah faktor biologis juga berpengaruh pada gangguan kepribadian ini.


ใƒƒOCPD Berbeda dengan OCD

Sebelumnya kita sudah membahas tentang OCD. Walaupun namanya nyaris sama, tetapi ada perbedaan antara gangguan obsesif kompulsif (OCD) dengan gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD)

Sebagian penelitian memang menemukan banyak kesamaan antara kedua gangguan ini. Bahkan buat yang awam pun keliatan sama, apalagi perilaku mereka yang kaku.

Keinginan yang berlebih akan keteraturan dan susunan yang simetris juga keliatan di kedua gangguan ini.

๐Ÿ—ฃ Lantas apa bedanya OCD dengan kepribadian OCPD?

Bedanya terletak pada perasaan orang tersebut terhadap gangguan yang ia punya. Pada orang yang memiliki OCD, sebenarnya merasa dan sadar kalau perilaku mereka ini mengganggu dan nggak sehat. Namun, mereka nggak bisa melawan dorongan itu.

Jadi, orang dengan OCD sadar kalau perilaku mereka ini adalah hal yang tidak wajar, tetapi mereka nggak kuasa melawannya.

Berbeda dengan gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD). Pemilik gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD) merasa bahwa yang mereka lakukan ini adalah pilihan mereka sendiri. Artinya walaupun mereka akhirnya jadi susah hidup normal; tapi semua kegilaan pada detail,  keteraturan, dan suka memeriksa sesuatu berulang kali adalah pilihan mereka sendiri.

Orang dengan gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD) merasa bahwa perilaku mereka adalah pilihan mereka sendiri. Jadi mereka tidak menganggap itu sebagai gangguan.


ใƒƒPenanganan Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif (OCPD) 

Pengobatan gangguan anankastik atau gangguan kepribadian obsesif kompulsif perlu dilakukan di bawah bimbingan dokter psikiater untuk meningkatkan kemampuan dalam mengendalikan emosi serta pikiran dengan lebih baik. Terapi yang dapat diberikan meliputi:

๐Ÿท️  Terapi perilaku kognitif yang bertujuan untuk mengubah cara berpikir dan perilaku ke arah yang positif, didasarkan dari teori bahwa perilaku seseorang merupakan wujud dari pikirannya

๐Ÿท️ Terapi psikodinamik yang bertujuan untuk mencari tahu dan membenahi segala bentuk penyimpangan yang telah ada sejak masa kanak-kanak, nantinya anda juga akan diajarkan cara menghadapi masalah terkait penyimpang tersebut secara mandiri.

๐Ÿท️ Terapi interpersonal didasarkan pada teori bahwa kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan orang lain, dimana jika interaksi tersebut bermasalah, maka gangguan kepribadian pun dapat terbentuk.

๐Ÿท️ Penggunaan obat-obatan jika memang diperlukan untuk mengatasi gejala cemas

๐Ÿท️ Perubahan gaya hidup sehat seperti rajin berolahraga, aktif dalam berbagai kegiatan agar dapat membantu mengelola emosi dan menjauhkan diri dari kecemasan.


Dikarenakan pengobatan utama dari gangguan kepribadian anankastik adalah dengan terapi oleh dokter psikiater secara berkala, maka sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter psikiater untuk dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada kondisimu, sehingga penanganannya akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan tersebut.

Sementara ini, untuk mengurangi risiko gangguan kepribadian, kamu dapat lebih berpartisipasi aktif dalam pergaulan dan aktivitas yang disenangi, berbagi cerita dengan teman dan keluarga saat menghadapi masalah, berolahraga, makan teratur, dan mengelola stres dengan baik, tidur dan bangun tidur teratur pada waktu yang sama setiap hari, serta tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Semoga bermanfaat. 


Penulis : Ayasa Coz 

Sumber:

▪︎alodokter.com

▪︎psikologihore.com

▪︎dosenpsikologi.com


_______________________________

Sabtu, Februari 05, 2022

OCD (Obsessive Complusive Disorder )

Halo sahabat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara

Apa yang ada di benak sahabat DuPi, ketika mendengar kata OCD atau Obsessive Compulsive Disorder? Apa kamu langsung berpikir tentang seseorang yang maniak kebersihan, atau seseorang yang sering mencuci tangan, atau seseorang yang selalu mengerjakan suatu aktivitas berulang-ulang? Sebenarnya, apa sih, OCD itu?


༉Yang Dirasakan Penderita OCD ๐ŸŽญ

Bayangkan ketika otakmu sedang memikirkan suatu hal tertentu. Hal tersebut terus berputar di pikiranmu, berulang-ulang. Sekeras apa pun usaha yang kamu lakukan  tetap tidak bisa menyingkirkannya meskipun ingin. Pikiran tersebut bagaikan air terjun yang senantiasa mengalir dan sulit dihentikan. Akibatnya, kamu pun mulai merasa cemas. Rasa cemas sendiri merupakan sebuah peringatan dari sistem otak bahwa kamu sedang berada dalam bahaya dan ini mendorongmu untuk melakukan sesuatu. Namun di sisi lain, kamu tahu persis bahwa hal yang kamu pikirkan itu bukanlah suatu ancaman. Akan tetapi, tetap saja, rasanya sulit untuk tidak mencemaskan hal itu.

“Eh tadi kompornya sudah dimatikan belum ya? Cek dulu deh.”

๐Ÿƒ Lima menit kemudian ....

“Eh tadi kompornya sudah dimatikan belum ya? Duh kalau nggak diperiksa bisa meledak.”

๐Ÿƒ Beberapa menit kemudian ....

“Eh tadi kompornya sudah dimatikan belum ya? Rasanya kok nggak nyaman?”

๐Ÿƒ Beberapa menit selanjutnya ....

“Eh tadi kompornya sudah dimatikan belum ya? Kok kayaknya kurang ya?”

๐Ÿƒ Dan berulang terus selama lebih dari satu jam. 

Itulah yang dirasakan atau isi pikiran penderita OCD dengan insight buruk yang terobsesi kepada kompornya di rumah. 

Apabila kamu menderita OCD, maka otakmu akan senantiasa 'berbohong'. Ia mengatakan bahwa ada bahaya yang mengancam, padahal tidak ada. Akibatnya, kamu akan mengalami rasa cemas yang tidak berujung.


 ༉Definisi Obsessive Complusive Disorder ๐ŸŽญ 

OCD (Obsessive Compulsive Disorder—Gangguan Obsesif Kompulsif) adalah gangguan mental yang membuat seseorang terjebak dalam suatu siklus pikiran dan perilaku yang berulang dan tak berujung. Dulu, OCD termasuk ke dalam gangguan kecemasan (anxiety disorder), tetapi  sekarang dianggap menjadi suatu penyakit dengan kekhususan tersendiri. 

Kondisi ini terdiri atas dua unsur utama, yaitu: gangguan pikiran (obsession) dan keharusan untuk melakukan sesuatu (compulsion). 

Gangguan pikiran (obsession) ialah suatu pemikiran, ingatan, imajinasi, atau keraguan tidak diundang yang selalu berada di dalam pikiran seseorang. Misalnya; seseorang berpikir bahwa ia selalu terkontaminasi oleh kotoran atau bakteri. Pemikiran tersebut akan benar-benar mengganggu pikirannya dan membuatnya menjadi sangat cemassehingga mungkin ia bisa mencuci tangannya terus menerus sampai lama atau mungkin mandi hingga tiga jam.

Sedangkan keharusan untuk melakukan sesuatu (compulsion) adalah aktivitas berulang yang dilakukan karena 'dirasa' memang harus dilakukan. Misalnya; seseorang berulang kali memastikan apakah pintu sudah terkunci atau belum? Ini merupakan respons untuk menghilangkan gangguan pikiran dan rasa cemas yang telah muncul sebelumnya. Akan tetapi, 'rasa lega' ini hanya muncul sesaat. Setelah itu gangguan pikiran dan rasa cemas akan kembali muncul dan mendorong penderita untuk mengerjakan kembali aktivitas yang telah dikerjakannya.

Sebenarnya kegiatan ini dilakukan untuk mencegah atau mengurangi rasa cemas dan stress, tetapi kegiatan ini tidak memiliki hubungan yang jelas dengan masalah yang ingin diatasi.

Hubungan yang tidak realistis antara kegiatan dan tujuan kegiatan tersebut membuatnya berlebihan atau excessive. Obsesi dan kompulsi ini memakan banyak waktu (seperti memakan lebih dari satu jam setiap harinya) atau mengakibatkan stress klinis, atau menghasilkan gangguan pada kehidupan sosial, pekerjaan, maupun fungsi sehari-hari lainnya.


༉Penyebab OCD ๐ŸŽญ 

Penyebab OCD masih belum diketahui secara pasti, tetapi para psikolog menduga jika OCD merupakan gangguan yang bersifat genetis. Hal-hal seperti genetik, biologi dan senyawa kimia di otak, serta lingkungan dapat mempengaruhi.

Dalam DSM-5 juga memiliki 3 pengelompokan OCD berdasarkan insight penderita gangguan OCD tersebut:

1. With good or fair insight: Individu sadar jika kepercayaan/pikiran OCD miliknya tidak nyata atau mungkin nyata dan mungkin tidak.

2. With poor insight: Individu berpikir jika kepercayaan OCD mungkin benar.

3. With absent insight/delusional belief: Individu sepenuhnya yakin jika kepercayaan OCD miliknya nyata.

Jenis obsesi dan kompulsi akan berbeda antara setiap Individu. Namun, terdapat beberapa tema/dimensi yang umum. Beberapa diantaranya seperti:

▪︎ Kebersihan: Obsesi terhadap kontaminasi dan kompulsinya membersihkan.

▪︎ Simetri: Obsesi terhadap simetri dan kompulsinya berupa menyusun dan menghitung berulang-ulang.

▪︎ Pikiran terlarang atau tabu: Obsesi terhadap pikiran yang agresif, seksual, maupun religius.

▪︎ Bahaya: Obsesi terhadap rasa takut akan melukai diri sendiri atau orang lain.

Para individu dengan OCD merasakan berbagai respon efektif ketika menemui situasi yang menimbulkan obsesi dan kompulsi mereka. Sebagai contoh, Individu OCD akan merasa jijik ketika melihat sesuatu yang tidak sesuai obsesinya (tidak bersih, tidak simetris, atau semacamnya). Saat Individu dengan OCD tersebut melakukan kompulsi, beberapa juga melaporkan rasa “incompleteness” atau ketidaknyamanan sampai semua terlihat dan terasa “benar.”

Jadi sahabat DuPi, kalau kamu suka memeriksa kembali jika pintu sudah terkunci sebelum pergi sebanyak 3x bukanlah pertanda kamu memiliki OCD ya, itu namanya berhati-hati.๐Ÿ˜Œ Namun, kalau setiap kali mau pergi kamu merasa harus memeriksa pintumu sebanyak 30x kalau nggak kamu merasa rumahmu bakal kemasukan maling dan itu setiap kali mau keluar rumah, mungkin kamu harus periksa ke psikolog terdekat nih.


 ༉Penanganan OCD ๐ŸŽญ

OCD tidak akan hilang dengan sendirinya, karena itu, penting untuk mencari penanganan yang tepat. Untuk menangani OCD, terdapat tiga pilihan yang bisa diberikan pada individu yaitu : psikoedukasi, psikoterapi dan farmakoterapi (obat). 

Salah satu cara yang paling efektif adalah mengombinasikan antara pengobatan dan terapi perilaku kognitif. Cara pengobatan misalnya dengan penggunaan antidepresan. Sedangkan terapi perilaku kognitif, bertujuan untuk membimbing penderita OCD dalam menghadapi ketakutannya dan mengurangi kecemasannya tanpa melakukan kegiatan berulang.

Hidup dengan OCD dan menghadapinya memang tidak mudah. Namun, sembuh darinya bukan hal yang mustahil. OCD, bahkan penyakit lainnya pula, tidak menghalangi seseorang untuk hidup normal dan berkarya. Yang terpenting adalah tekad yang kuat serta dukungan dari orang-orang terdekat seperti orangtua dan sahabat.


༉Fakta-Fakta Tentang OCD ๐ŸŽญ

Berikut fakta-fakta tentang penderita OCD yang harus kamu ketahui, yaitu : 

1️⃣. Ketahui 2 Ciri Utama OCD: Kompulsi dan Obsesi

⌦ Dua ciri utama gangguan ini adalah penderitanya yang memiliki pikiran obsesif, perilaku kompulsif (ritual) atau keduanya terhadap objek tertentu. Individu yang memiliki OCD sadar bahwa pikiran obsesif yang dimilikinya tidak rasional, namun ia hanya bisa melakukan kegiatan kompulsi untuk menghilangkan kecemasan terhadap pikiran obsesif.

⌦ Sebagai contoh, seseorang dengan pikiran obsesif terhadap penyusup dapat memeriksa ulang berkali-kali kunci pintu rumah untuk memastikan bahwa tidak ada yang bisa masuk. Perilaku kompulsi sering terlihat nampak. Namun, perilaku ini juga dapat dilakukan secara tidak nampak, seperti berdoa atau menghitung dalam hati berulang kali. Meskipun kita tidak bisa mengamatinya, perilaku kompulsi yang tidak nampak juga sangat mengganggu seperti halnya perilaku kompulsi yang nampak.

2️⃣. Rata-Rata, Orang Didiagnosis Menderita OCD Ketika  Berusia 19 Tahun Ke Atas

⌦ Diagnosis OCD paling banyak ditemukan pada usia 19 tahun ke atas. Beberapa ahli berpendapat bahwa mungkin pada usia anak-anak, mereka mungkin sudah menunjukkan gejala OCD, tetapi anak dan orangtua masih belum mempermasalahkannya dan menganggap bahwa hal tersebut wajar.

3️⃣. Penduduk Negara Maju Lebih Banyak yang Mengalami Gangguan Ini

⌦ Menurut World Health Organization (WHO), gangguan kecemasan, seperti OCD, lebih banyak terjadi di negara maju daripada di negara berkembang. Di enam Negara Eropa, yaitu Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Spanyol, ditemukan bahwa dari jumlah 2804 orang, 13% darinya ditemukan memiliki gejala OCD.

4️⃣. Belum Ditemukan Perbedaan Signifikan Pada Jenis Kelamin Penderita OCD

⌦ OCD dapat dialami oleh siapapun, baik laki-laki ataupun perempuan. Selama ini, belum ada penelitian dan data yang menunjukkan perbedaan signifikan pada presentasi penderita berdasarkan jenis kelamin.

5️⃣. Salah Satu Penyebabnya Adalah Riwayat Keluarga

⌦ Keluarga dan Genetik: Studi pada saudara kembar dan keluarga telah menemukan bahwa orang dengan kerabat langsung (orang tua, saudara kandung, atau anak) yang mempunyai riwayat OCD akan memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami OCD. Sebuah studi yang dilakukan selama lebih dari 70 tahun menemukan: Kembar dewasa yang mengalami gejala OCD memiliki peluang 25-47% untuk mewarisi gejala tersebut. Anak kembar yang mengalami gejala OCD memiliki tingkat peluang 45-65% lebih tinggi untuk mewarisi gejala OCD.

⌦  Kimiawi Otak: Penelitian yang mempelajari otak telah menemukan bahwa orang yang menderita OCD menunjukkan aktivitas yang berbeda dan seringkali berlebihan di otak bagian depan, dibandingkan dengan individu non-OCD.

⌦ Stres dan Trauma: Orang yang menderita pelecehan atau trauma lain di masa kecilnya memiliki risiko OCD yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat seperti itu.

6️⃣. Tenang, OCD Dapat Diobati dan Individu yang Mengalaminya Dapat Hidup Normal

⌦ Penanganan seperti konseling, psikoterapi dengan CBT (cognitive behavioural therapy), atau Response Prevention (ERP) serta konsumsi obat-obatan dapat diberikan pada penderita OCD untuk membantu mengontrol obsesi dan kompulsi mereka.


Untuk itu, apabila kamu atau temanmu merasa memiliki obsesi yang tidak rasional disertai dengan perilaku kompulsif, jangan malu dan ragu untuk mengunjungi psikolog, dokter atau psikiater ya. Semoga bermanfaat


Sumber :

-pijarpsikologi.org

-kampuspsikologi.com

-uc.ac.id


_________________________________________________

Selasa, Februari 01, 2022

Kepribadian ESTJ, Si Pengarah yang Tegas

Halo sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar ? Kembali lagi dengan dunia psikologi, satu dua telinga untuk berjuta-juta suara.

Sahabat DuPi sudah tahu ya, dengan 16 tipe kepribadian yang diklasifikasikan oleh Myers-Briggs Type Indikator ( MBTI). Hari ini kita akan membahas, orang dengan tipe kepribadian ESTJ yang sering kali digambarkan sebagai orang yang logis, tegas, dan bertanggung jawab.

ESTJ adalah singkatan dari extroverted, sensing, thinking, judging. Orang dengan kepribadian ESTJ biasanya sangat percaya diri dengan pikiran dan tindakannya.

Dario Nardi, penulis The Neuroscience of Personality menulis bahwa ESTJ adalah orang yang efisien karena dia hanya memilih solusi yang sudah terbukti. ESTJ memilih agar masalah segera selesai secepatnya, tidak mencoba solusi yang inovatif, tetapi belum terbukti.


 ๐Ÿ’ซKarakteristik Utama Kepribadian ESTJ

Ada beberapa karakteristik utama yang umumnya dimiliki oleh individu dengan kepribadian ESTJ. Berikut ini adalah di antaranya:

๐Ÿท️1. Disiplin

╰⌲Individu ESTJ umumnya adalah orang yang sangat disiplin dan tegas. Ia juga sangat menjunjung tinggi tradisi dan aturan. Maka dari itu, orang dengan tipe kepribadian ESTJ biasanya sangat pandai membuat keputusan dengan cepat. Namun, hal ini terkadang membuat pribadi ESTJ cenderung terburu-buru dalam membuat penilaian dan keputusan, padahal mungkin ia belum mempertimbangkan semua informasi dengan matang.

๐Ÿท️2. Berjiwa pemimpin

╰⌲Dedikasi, komitmen, dan rasa tanggung jawabnya yang tinggi membuat pribadi ESTJ menjadi sosok yang sangat ideal menjadi pemimpin. Orang dengan tipe kepribadian ini juga tidak segan untuk mendistribusikan tugas dan tanggung jawab kepada orang lain secara adil dan objektif.

๐Ÿท️3. Logis

╰⌲Orang dengan tipe kepribadian ESTJ juga merupakan seseorang yang sangat logis. Individu ESTJ selalu mengandalkan informasi dan logika untuk membuat suatu keputusan yang objektif, rasional, dan tidak memihak. Pribadi ESTJ juga sangat pandai melihat berbagai potensi masalah yang mungkin terlewatkan oleh orang lain.

๐Ÿท️4. Suka bersosialisasi

╰⌲Pribadi ESTJ adalah seorang ekstrovert, yang berarti ia  sangat suka menghabiskan waktu bersama orang lain dan juga sangat menikmati ketika dirinya menjadi pusat perhatian. Walau terkesan tegas dan kaku, orang dengan kepribadian ESTJ bisa sangat lucu dan menyenangkan dalam situasi sosial.

๐Ÿท️5. Suka fakta konkret

╰⌲Pribadi ESTJ sangat menyukai fakta konkret dan suka mempelajari hal-hal yang bisa langsung digunakan dan diterapkan ke dalam kehidupan sehari-harinya. Sebaliknya, orang dengan kepribadian ESTJ umumnya tidak menyukai hal-hal yang bersifat abstrak atau teoritis. 


๐Ÿ’ซCiri-ciri Kepribadian ESTJ 

Berikut beberapa ciri-ciri sifat kepribadian ESTJ:

– Percaya diri

– Jujur dan berpijak pada realita

– Bertanggung jawab

– Obyektif

– Berpegang pada fakta

– Pengambil keputusan

– Menjunjung tinggi nilai-nilai dan aturan

– Suka memimpin

– Bagus dalam mendelegasi dan mengatur

– Memilih efisiensi

– Kaku


๐Ÿ’ซ Apa Benar ESTJ Sok Ngatur❓

๐ŸงฉKarena punya karakter yang blak-blakan dan pengambil keputusan, kadang-kadang ESTJ disangka sok ngebos. Padahal sebenarnya ESTJ bukan tipe yang akan ngatur-ngatur (kecuali dikasih kesempatan untuk itu).

๐ŸงฉOrang dengan kepribadian ESTJ cenderung memandang dunia sebagai hitam dan putih. Ada banyak pilihan solusi dalam satu masalah. Namun menurut ESTJ cara paling benar adalah cara yang paling efisien. 

๐ŸงฉKadang-kadang ESTJ juga bisa mengkritik. Ini karena atribut E dan T yang membuat dia otomatis menangkap kesalahan dan kekurangan. Orang bisa mengira bahwa ESTJ suka cari-cari kesalahan. Padahal jawaban/pertanyaan itu sudah seperti refleks dan dia juga tidak bermaksud buruk. ESTJ sendiri tidak suka disebut mengontrol, karena mereka sukanya kerja bersama-sama. Ini ditunjukkan oleh ESTJ dengan cara memberi saran pada orang lain tentang solusi suatu masalah yang lebih efisien dan logis.

๐Ÿงฉ Karena ESTJ tidak memiliki atribut Feeling (F), mereka kesulitan untuk “membungkus” saran dan masukannya dengan kalimat yang manis. ESTJ orangnya tidak bisa berbasa-basi, bisanya to the point. Mereka juga mau orang melakukan hal yang sama, dan ESTJ akan menghormati hal itu.

๐Ÿงฉ Satu hal lain dari ESTJ adalah tipe orang nggak akan menikammu dari belakang. Mereka bukan tipe yang manis di depan dan busuk di belakang. Kamu tahu apa yang mereka rasakan tentangmu, dan apa pun yang mereka katakan di depanmu, itu pula yang ia katakan di belakangmu.


๐Ÿ’ซNilai Hidup ESTJ

Banyak orang tidak menyadari bahwa ESTJ termotivasi dari dalam. Ketika membuat keputusan, ESTJ akan mencoba fokus pada fakta objektif dan pendekatan logis. Namun mereka juga punya rasa tenggang rasa yang kuat juga. Inilah kenapa, kadang-kadang ESTJ meleburkan aktivitas kesehariannya dengan tujuan jangka panjang mereka. 

Ketika ESTJ kelihatannya hanya hidup dalam fakta dan data, tetapi sebenarnya juga punya feeling yang kuat dan peduli pada sesama. Makanya, orang-orang ESTJ di masa senja mereka cenderung melunak, lebih peka terhadap emosi, dan lebih peduli sama perasaan orang lain


๐Ÿ’ซ Fakta Lain Tentang ESTJ

๐Ÿ”นDalam studi mengenai konflik dan tipe kepribadian, ESTJ memilih berkompetisi dengan orang lain dalam menangani konflik tersebut.

๐Ÿ”ธ ESTJ banyak terdapat di pemilik bisnis.

๐Ÿ”น Bagi ESTJ, salah satu aspek yang dicari di pekerjaan adalah masa depan yang pasti dan terjamin.

๐Ÿ”ธ ESTJ adalah tipe yang paling banyak muncul di tata usaha sekolah.

๐Ÿ”น ESTJ adalah tipe kepribadian yang paling banyak mundur dari kuliah.

๐Ÿ”ธ Di sekolah, ESTJ cenderung menggemari mata pelajaran matematik dan yang bersifat praktik.

 

Nah, demikianlah beberapa penjelasan orang dengan kepribadian ESTJ. Apakah sobat DuPi ada yang merasa kalau sifatnya seperti ini? Namun, satu hal yang harus dipahami adalah seiring perjalanan hidup yang kita lewati, karakter kita bisa berubah, ya! Jadi semangat terus untuk menjadi pribadi yang baik setiap harinya. Semoga bermanfaat. 

Salam penuh cinta. Dunia Psikologi.


Penulis : Ayasa Coz


Sumber :

▪︎Psikologihore.com

▪︎Psychologyjunkie.com

▪︎Alodokter.com


๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...