Selasa, Februari 08, 2022

OCPD (Obsessive Compulsive Personality Disorder ) atau Gangguan Kepribadian Anankastik.

Halo sahabat DuPi di mana pun kamu berada, apa kabar? Kembali lagi dengan dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.

Sahabat DuPi pernah dengar kalimat sindiran ini; "Kalau ada cara yang rumit kenapa memilih cara yang mudah?"

Ucapan yang kadang terlontar untuk orang yang terlalu kaku, terlalu mengikuti aturan dan detail sekali dalam melakukan sesuatu hal/kegiatan. Pokoknya tidak boleh ada satu urutan pun yang terlewatkan, karena orang ini tidak suka kalau ada hal-hal takterduga muncul, apalagi kalau hal itu tidak bisa mereka kontrol. Orang dengan karakter ini susah banget kalau disuruh santai, merasa kehabisan waktu untuk beraktivitas dan bekerja ekstra keras untuk mencapai sesuatu yang sebenarnya simple.

Kondisi karakter seperti ini dinamakan dengan gangguan kepribadian anankastik alias gangguan kepribadian obsesif komplusif (OCPD). 


ッDefinisi Obsessive Compulsive Personality Disorder (OCPD)

Gangguan kepribadian anankastik atau gangguan kepribadian obsesif kompulsif (Obsessive Compulsive Personality Disorder atau OCPD) merupakan kondisi di mana penderitanya memiliki kepribadian yang sangat perfeksionis dan terobsesi dengan kesempurnaan dalam semua aspek hidupnya. Sering kali, penderitanya merasa bahwa caranya melakukan sesuatu adalah yang paling benar meskipun bertentangan dengan cara orang lain.

Penderita OCPD memiliki pemikiran yang terpaku (preokupasi) pada keteraturan, kesempurnaan (perfeksionisme), kontrol mental dan kontrol hubungan dengan orang lain (interpersonal). 

Gangguan kepribadian anankastik atau gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD) terjadi pada 2-8% populasi umum, dengan mayoritas penderita gangguan ini adalah pria.


ッCiri-ciri Gangguan Kepribadian Anankastik atau Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif (OCPD)

Terdapat beberapa kondisi yang menandakan seseorang menderita OCPD.  Orang tersebut menimal memiliki 4 atau lebih dari ciri-ciri di bawah ini, maka dapat dipastikan jika dirinya mengidap gangguan kepribadian anankastik, antara lain: 

✿ Pikiran terpaku pada detail kecil, peraturan, urutan, daftar, atau jadwal atau organisasi secara berlebihan.

✿ Merasa cara hidupnya adalah cara hidup yang paling bagus.

✿ Dedikasi berlebihan terhadap pekerjaan (selain alasan keuangan) sehingga hubungan dengan orang di sekitarnya terabaikan.

✿ Bersifat sangat keras kepala, sangat kaku dan tidak fleksibel terhadap nilai moral dan etik.

✿ Tidak dapat membuang barang yang sudah tidak terpakai atau terlalu sering merapikan dan membersihkan rumah.

✿ Tidak dapat mempercayakan pekerjaan kepada orang lain dan tidak dapat bekerja sama dengan orang lain, kecuali jika orang lain mengikuti standar dan cara kerja penderita.

✿ Pelit pada dirinya sendiri maupun orang lain

✿ Perfeksionisme dalam segala aspek kehidupan.

✿ Khawatir ketika dia atau orang lain melakukan kesalahan.

✿ Merasa kiamat ketika ada yang nggak sempurna. 

✿ Aslinya pekerja keras, tetapi karena terlalu perfeksionis, akhirnya kerjanya nggak selesai-selesai.

✿ Sering merasa terisolir dari kehidupan sosial.

✿ Merasa cemas yang berujung pada depresi.


ッFaktor-faktor Penyebab OCPD

Hal yang paling utama yang menyebabkan gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD) ada pada:

°•—Lingkungan di mana tempat penderita tinggal.

°•—Pola asuh orang tua dan keluarga akan sangat berperan dalam membentuk karakteristik kepribadian seperti ini.

Belum ada penjelasan lanjutan mengenai apakah faktor biologis juga berpengaruh pada gangguan kepribadian ini.


ッOCPD Berbeda dengan OCD

Sebelumnya kita sudah membahas tentang OCD. Walaupun namanya nyaris sama, tetapi ada perbedaan antara gangguan obsesif kompulsif (OCD) dengan gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD)

Sebagian penelitian memang menemukan banyak kesamaan antara kedua gangguan ini. Bahkan buat yang awam pun keliatan sama, apalagi perilaku mereka yang kaku.

Keinginan yang berlebih akan keteraturan dan susunan yang simetris juga keliatan di kedua gangguan ini.

🗣 Lantas apa bedanya OCD dengan kepribadian OCPD?

Bedanya terletak pada perasaan orang tersebut terhadap gangguan yang ia punya. Pada orang yang memiliki OCD, sebenarnya merasa dan sadar kalau perilaku mereka ini mengganggu dan nggak sehat. Namun, mereka nggak bisa melawan dorongan itu.

Jadi, orang dengan OCD sadar kalau perilaku mereka ini adalah hal yang tidak wajar, tetapi mereka nggak kuasa melawannya.

Berbeda dengan gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD). Pemilik gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD) merasa bahwa yang mereka lakukan ini adalah pilihan mereka sendiri. Artinya walaupun mereka akhirnya jadi susah hidup normal; tapi semua kegilaan pada detail,  keteraturan, dan suka memeriksa sesuatu berulang kali adalah pilihan mereka sendiri.

Orang dengan gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD) merasa bahwa perilaku mereka adalah pilihan mereka sendiri. Jadi mereka tidak menganggap itu sebagai gangguan.


ッPenanganan Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif (OCPD) 

Pengobatan gangguan anankastik atau gangguan kepribadian obsesif kompulsif perlu dilakukan di bawah bimbingan dokter psikiater untuk meningkatkan kemampuan dalam mengendalikan emosi serta pikiran dengan lebih baik. Terapi yang dapat diberikan meliputi:

🏷️  Terapi perilaku kognitif yang bertujuan untuk mengubah cara berpikir dan perilaku ke arah yang positif, didasarkan dari teori bahwa perilaku seseorang merupakan wujud dari pikirannya

🏷️ Terapi psikodinamik yang bertujuan untuk mencari tahu dan membenahi segala bentuk penyimpangan yang telah ada sejak masa kanak-kanak, nantinya anda juga akan diajarkan cara menghadapi masalah terkait penyimpang tersebut secara mandiri.

🏷️ Terapi interpersonal didasarkan pada teori bahwa kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan orang lain, dimana jika interaksi tersebut bermasalah, maka gangguan kepribadian pun dapat terbentuk.

🏷️ Penggunaan obat-obatan jika memang diperlukan untuk mengatasi gejala cemas

🏷️ Perubahan gaya hidup sehat seperti rajin berolahraga, aktif dalam berbagai kegiatan agar dapat membantu mengelola emosi dan menjauhkan diri dari kecemasan.


Dikarenakan pengobatan utama dari gangguan kepribadian anankastik adalah dengan terapi oleh dokter psikiater secara berkala, maka sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter psikiater untuk dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada kondisimu, sehingga penanganannya akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan tersebut.

Sementara ini, untuk mengurangi risiko gangguan kepribadian, kamu dapat lebih berpartisipasi aktif dalam pergaulan dan aktivitas yang disenangi, berbagi cerita dengan teman dan keluarga saat menghadapi masalah, berolahraga, makan teratur, dan mengelola stres dengan baik, tidur dan bangun tidur teratur pada waktu yang sama setiap hari, serta tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Semoga bermanfaat. 


Penulis : Ayasa Coz 

Sumber:

▪︎alodokter.com

▪︎psikologihore.com

▪︎dosenpsikologi.com


_______________________________

Tidak ada komentar:

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...