Senin, Juli 18, 2022
Mengenal Kepribadian Ekstrovert
Senin, Juli 11, 2022
Mengenal Introvert
Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.
Kali ini kita akan membahas tentang Introvert. Sebelumnya kalian pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan kata 'Introvert' ? Yuk kita ulas lebih dalam mengenai Introvert-!
Introvert adalah tipe kepribadian yang menyukai waktu dan energi untuk sendiri. Introvert juga termasuk salah satu tipe kepribadian yang lebih fokus pada pikiran, suasana hati, dan perasaan secara internal. Penyebab introvert biasanya dikarena faktor gen dan lingkungan. Dalam tipe kepribadian, introvert cenderung berpikir lebih dulu sebelum berbicara. Mereka juga tipe pemilih untuk mengungkapkan sesuatu pada orang lain. Selain itu, introvert senang berada di dalam kelompok kecil yang membuat mereka nyaman.
Ciri-ciri introvert
Karakter ini bisa berbeda-beda untuk masing-masing individu. Dengan kata lain, tidak ada dua orang introvert yang persis sama. Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi ciri-ciri introvert :
1. Waktu luang lebih banyak sendiri
Ciri-ciri introvert adalah lebih memilih untuk menghabiskan waktu yang tenang di rumah. Jika waktu menyendiri mendorong perasaan damai dan lega, bukan kekecewaan dan stres, kemungkinan Anda lebih cenderung introvert daripada ekstrovert.
2. Lelah karena sering bersosialisasi
Tidak benar bahwa introvert membenci interaksi sosial dan menghindarinya sama sekali. Bagaimanapun, seseorang mungkin merasa lelah terlalu sering berinteraksi.
3. Suka bekerja sendiri
Seoang introvert sering memilih hiburan yang bisa dilakukan sendirian, seperti membaca, membuat kerajinan, bermain game, atau berkebun.
4. Memilih di belakang layar
Mungkin seorang Introvert tidak keberatan bekerja dalam kelompok yang lebih kecil, tetapi seorang Introvert selalu memilih peran di belakang layar.
5. Lebih suka lingkaran teman dekat
Banyak introvert hanya memiliki lingkaran kecil teman, tetapi itu bukan karena mereka tidak dapat berteman atau tidak menyukai orang. Penelitian menunjukkan, pada kenyataannya, bahwa hubungan berkualitas tinggi memainkan peran utama dalam kebahagiaan bagi para introvert. Seorang introvert lebih suka memiliki beberapa pertemanan yang dekat dan intim daripada lingkaran besar namun hanya kenalan biasa.
Penulis : Aliya Jahwania
Referensi :
• katadata.co.id
• kontan.co.id
Senin, Juli 04, 2022
Inner Child
Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.
Kali ini kita akan membahas tentang Inner Child. Sebelumnya udah pada tahu belum nih, apasi sebenarnya Inner Child itu ?
Inner child sebenarnya adalah sebuah konsep yang menggambarkan sifat dan sikap kekanak-kanakan yang mungkin dimiliki oleh setiap orang. Meski begitu, inner child yang terdapat di dalam masing-masing individu tentu tidaklah sama. Pasalnya, inner child terbentuk dari pengalaman seseorang saat masih anak-anak.
Inner child bisa digambarkan sebagai bagian dari diri seseorang yang tidak ikut tumbuh dewasa dan tetap menjadi anak-anak. Artinya, bagian ini terus menetap dan bersembunyi di dalam diri seseorang. Bagian ini menggenggam erat setiap ingatan dan emosi yang pernah dialami saat masih kecil, baik yang indah maupun yang buruk.
Penyebab Inner Child terluka
Berikut adalah beberapa hal yang mungkin dapat menjadi penyebab inner child di dalam diri terluka:
• Kehilangan orangtua atau wali dan keluarga dekat.
• Kekerasan fisik, emosional, atau seksual.
•Pengabaian.
•Penyakit serius.
•Perundungan atau bullying.
•Perpecahan dalam keluarga.
•Ada anggota keluarga yang menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan terlarang.
•Kekerasan dalam rumah tangga.
•Ada anggota keluarga yang memiliki gangguan mental.
•Hidup di pengungsian.
•Terpisahkan dari keluarga.
Tanda- tanda Inner Child yang terluka :
1. Mengeluarkan reaksi yang sama terhadap hal yang berulang kali terjadi.
2. Hal sederhana namun membuat emosimu meletup atau mengeluarkan reaksi yang sangat kuat.
3. Perhatikan pola perilaku. Lalu teliti lebih dalam, apa yang membuatmu mudah marah, sedih, berpikir negatif ?
Cara mengobati luka batin
Langkah pertama untuk berobat ialah mengetahui ada luka. Selama kita abai, tidak mungkin luka bisa sembuh dengan sendirinya. Bila didiamkan, luka batin bisa menular ke fisik, orang lain hingga kualitas hidup. Nah, setelah kita mengetahui batin kita terluka, kita perlu mengambil tindakan sadar :
1. Pergi ke profesional
Akan lebih baik bila dibantu dengan psikolog karena ada kemungkinan kita salah tebak penyebabnya apa.
2. Berkontemplasi bercakap dengan diri kita yang masih kecil
Setelah luka batin teridentifikasi, kita perlu kembali ke masa tersebut. Masa di mana kita mengalami luka, jadilah sosok yang kamu butuhkan di saat itu. Katakan hal yang perlu kamu dengar di saat itu.
3. Terapi
Rutin menyediakan waktu untuk self-healing. Proses dengan journaling, art therapy, seperti menggambar/melukis, dan membaca buku self-healing. Hal tersebut membantu kita menyadari banyak pola perilaku dari luka di masa kecil.
Terjebak di perilaku yang berulang menghasilkan kualitas hidup yang tidak begitu baik. Karenanya kita perlu untuk peduli dengan luka agar bisa merangkul bahagia.
Penulis : Aliya Jahwania
Referensi :
- hellosehat.com
- medium.com
Minggu, Juli 03, 2022
Seni Dalam Menyembuhkan
Art Therapy Dapat Mengurangi Stress?
Halo sobat DuPi! Bagaimana
kabarnya? Semoga dalam keadaan yang baik serta sehat selalu ya. Baik, disini
saya akan menjelaskan mengenai Art
Therapy.
Sobat semua apakah pernah
mengalami stress? Mungkin hal itu dapat mengganggu aktivitas kamu sehari-hari. Nah,
untuk mengurangi dan mengatasinya, art
therapy cocok dilakukan bagi kamu yang memiliki ketertarikan dalam bidang
seni. Jadi seni tidak hanya dijadikan sebagai karya saja, namun dapat dijadikan
sebagai media untuk meluapkan stress. Lalu, apa saja yang perlu dilakukan?
Apa
sih art therapy itu?
Sebelum kamu melakukannya. Baiknya kenali
lebih dulu apa itu art therapy. Laman
Psychology Today menyebut bahwa art therapy merupakan terapi yang
melibatkan penggunaan teknik kreatif, seperti menggambar, melukis, membuat
kolase, mewarnai hingga memahat.
Bagi kamu yang pecinta seni, kegiatan ini sangat cocok
untuk dilakukan.
Hal
ini untuk membantu orang mengekspresikan diri dan memeriksa kondisi psikologis
melalui karya seni yang dibuat. Terapis nantinya akan memecahkan kode, simbol,
metafora dan pesan nonverbal yang tertuang dalam karya seni tersebut. Art therapy disinyalir membuat pasien
terapi lebih memahami perasaan dan emosi terdalam mereka.
Misalnya dalam menulis, beberapa orang sulit dalam
mengungkapkan perasaannya secara jujur. Sebab itu, menulis dapat dijadikan alternative
untuk kamu dalam mengungkap isi pikiran dan hatimu. Sebagai bentuk dasarnya
ialah dengan menulis buku diary atau
jurnal diary. Kamu bisa mengisi
kegiatan apa yang akan kamu lakukan, sesuatu yang kamu sukai dan perasaan kamu
saat ini.
Hal
senada diungkapkan oleh Serlin (2007) bahwa art therapy membawa perspektif psikoanalitik
untuk menggunakan seni sebagai cara untuk membuat citra sadar dan simbol sadar.
Sementara Nguyen (2016) mengungkapkan bahwa terapi seni
adalah proses terapi dengan menggunakan kesadaran pribadi dan perubahan terjadi
ketika pasien atau klien berinteraksi selama proses materi seni dan ketika
individu mampu belajar sesuatu tentang diri mereka dari proses tersebut.
Macam-macam
art therapy
Art therapy
merupakan salah satu intervensi psikologis yang semakin berkembang dalam kurun
waktu terakhir. Art therapy telah
banyak digunakan dalam berbagai kasus medis baik pada anak maupun dewasa (Malchiodi, 2003). Tujuan art therapy bukan untuk menghasilkan
bentuk‐ bentuk artistik, tetapi lebih menekankan kebebasan untuk berkomunikasi
melalui bentuk‐bentuk artistik.
Pada dasarnya konsep art therapy ialah kombinasi dari konsep art (seni) dan psikologi. Hal ini tentunya dapat mempermudah
seseorang dalam menuangkan perasaanya. Dan untuk melakukan art therapy, kamu tak perlu mempunyai kemampuan seni yang tinggi.
Menurut
Nordqvist (2009)
dalam Fastari jenis-jenis art therapy bisa dibedakan kepada music therapy, poetry therapy, dance
therapy, drama therapy dan seni kriya. Music
therapy pernah digunakan untuk mengurangi simtom depresi pada pasien
depresi, membantu mengurangi rasa sakit pada penderita penyakit kronis.
Menggambar, melukis, dapat membantu pemulihan trauma pada korban bencana alam. Penderita
autisme terbantu dengan art psychotherapy,
mereka terlihat dapat berekspresi dibandingkan ketika diajak berkomunikasi
secara lisan.
Poetry therapy
diterapkan pada subjek anak dan remaja, antara lain pada kasus kekerasan
terhadap anak dan kasus bunuh diri pada anak/remaja. Poetry therapy juga pernah diberikan pada kasus-kasus pernikahan,
perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga, dan lansia. Selain jenis-jenis art psychotherapy yang telah disebutkan
di atas, masih banyak jenis art
psychotherapy lain yang diterapkan pada beragam kasus klinis lainnya,
yakni: dance therapy, drama therapy,
dan seni kriya.
Kasus
lain yang pernah ditangani dengan art
psychotherapy diantaranya: kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan
terlarang, klien dengan keterbelakangan mental. Secara garis besar bertujuan
mengurangi simtom-simtom psikologis yang menjadi permasalahan klien. Menurut March (2016) art therapy
terbagi atas terapi menari, drama, bermain musik, dan seni visual. Terapi
gerakan tari (atau terapi tari) melibatkan penggunaan berbagai gaya tarian dan
gerakan yang berbeda. Terapi drama dilakukan dengan bermain peran tertentu
dalam situasi tertentu, membuat gerakan untuk mengekspresikan diri, pidato
dengan suara yang sulit ditirukan, bertindak tanpa berkata-kata, atau
mengulangi perilaku yang menyebabkan konseli mengalamai maslah di masa lalu.
5
Cara art therapy yang bisa dilakukan
1.
Kolase
Membuat
kolase dari beberapa media dan membentuknya menjadi karya baru adalah self therapy yang menarik untuk dicoba.
Konsepnya adalah merusak, kemudian membentuk sesuatu dari media yang sudah
dicacah tersebut. Filosofi dari kolase ini adalah untuk menunjukkan kalau dari
sesuatu yang rusak, kamu bisa membentuknya menjadi sesuatu yang baru dan bahkan
lebih indah dari sebelumnya.
2. Menggambar
dalam Kegelapan
Tidak
perlu serius dan jangan takut salah. kamu dibebaskan untuk menggambar apa saja,
termasuk hal yang kamu rasakan di momen tersebut. Syarat hanya satu: kamu harus
melakukannya di kegelapan. Bukan tanpa alasan kok, teknik ini dilakukan tak
lain untuk membebaskan nilai-nilai dari bentuk dan mengenyahkan ketakutan untuk
bertindak. Art therapy ini mendorong
kamu untuk berani melepaskan diri.
3.
Zentangle
Dari
menggambar garis dan pola-polanya, bisa menjadi terapi stres, melatih fokus,
meredam emosi dan belajar untuk sabar. Makanya teknik ini disebut Zen yang
dilakukan untuk menyeimbangkan emosi dan melatih psikis. Tekniknya mudah dan
sekarang buku Zentangle ini sudah gampang ditemui di toko-toko buku pada
umumnya.
4. Membuat
Puisi Acak
Dari
potongan huruf-huruf di koran atau majalah, kamu bisa menciptakan puisi sendiri
yang menarik dan jangan terkejut menyadari betapa tiba-tiba kamu bisa menjadi
sangat puitis. Caranya sederhana saja, kamu bisa memotong huruf-huruf dari
majalah atau koran yang kamu temukan secara acak atau spontan. Dari huruf-huruf
yang terkumpul, coba susun menjadi kalimat yang puitis.
5. Menulis
Ulang Lagu
Terapi
paling sederhana yang lainnya adalah mendengarkan musik, lalu ceritakan apa
yang kamu rasakan saat mendengarkan lagu tersebut. Lewat cara ini, kamu diajak
untuk berdialog dengan diri sendiri dan menemukan perasaan terpendam yang susah
kamu deskripsikan. Tujuannya, setelah melakukan ini, hati bisa lebih lapang dan
kamu bisa lebih memahami diri sendiri.
Nah, itulah penjelasan
mengenai art therapy. Tentunya kamu bisa melakukannya di rumah, jika sewaktu-waktu
mengalami tekanan. Namun, jika kamu masih sulit dalam meluapkan atau melakukan art therapy. Saya sarankan untuk
membicarakannya dengan tenaga ahli profesionalnya langsung. Akhir kata untuk membantu
kamu memahami art therapy. Semoga bermanfaat.
Terima kasih!
Referensi
Cohen-Yatziv,
L., & Regev, D. (2019). The Effectiveness and Contribution of Art Therapy
Work with Children in 2018-What Progress Has Been Made So Far? A Systematic
Review. International Journal of Art Therapy. 24(3), pp. 100-112.
Regev,
D., & Cohen-Yatziv, L. (2018). Effectiveness of Art Therapy With Adult
Clients in 2018-What Progress Has Been Made?. Frontiers in Psychology, Doi: 10.3389/fpsyg.2018.01531.
Bourassa,
T. Psych Central (2016). Why Art Therapy? Psychology Today. Art Therapy.
Mengenal Kepribadian Ekstrovert
Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...
-
Apakah Self-Talk Berbahaya? Halo sobat DuPi! Bagaimana kabarnya? Semoga dalam keadaan yang baik serta sehat selalu ya. Kembali lagi dengan ...
-
Art Therapy Dapat Mengurangi Stress? Halo sobat DuPi! Bagaimana kabarnya? Semoga dalam keadaan yang baik serta sehat selalu ya. Baik, d...
-
Halo sahabat Dupi, apa kabar? Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Sahabat DuPi pernah mendengar ...