Senin, Juli 04, 2022

Inner Child

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.


Kali ini kita akan membahas tentang Inner Child. Sebelumnya udah pada tahu belum nih, apasi sebenarnya Inner Child itu ?


 Inner child sebenarnya adalah sebuah konsep yang menggambarkan sifat dan sikap kekanak-kanakan yang mungkin dimiliki oleh setiap orang. Meski begitu, inner child yang terdapat di dalam masing-masing individu tentu tidaklah sama. Pasalnya, inner child terbentuk dari pengalaman seseorang saat masih anak-anak. 

 Inner child bisa digambarkan sebagai bagian dari diri seseorang yang tidak ikut tumbuh dewasa dan tetap menjadi anak-anak. Artinya, bagian ini terus menetap dan bersembunyi di dalam diri seseorang. Bagian ini menggenggam erat setiap ingatan dan emosi yang pernah dialami saat masih kecil, baik yang indah maupun yang buruk.


Penyebab Inner Child terluka 

Berikut adalah beberapa hal yang mungkin dapat menjadi penyebab inner child di dalam diri terluka:


• Kehilangan orangtua atau wali dan keluarga dekat.

• Kekerasan fisik, emosional, atau seksual.

•Pengabaian.

•Penyakit serius.

•Perundungan atau bullying.

•Perpecahan dalam keluarga.

•Ada anggota keluarga yang menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan terlarang.

•Kekerasan dalam rumah tangga.

•Ada anggota keluarga yang memiliki gangguan mental.

•Hidup di pengungsian.

•Terpisahkan dari keluarga.


Tanda- tanda Inner Child yang terluka :

1. Mengeluarkan reaksi yang sama terhadap hal yang berulang kali terjadi.

2. Hal sederhana namun membuat emosimu meletup atau mengeluarkan reaksi yang sangat kuat.

3. Perhatikan pola perilaku. Lalu teliti lebih dalam, apa yang membuatmu mudah marah, sedih, berpikir negatif ?


Cara mengobati luka batin

Langkah pertama untuk berobat ialah mengetahui ada luka. Selama kita abai, tidak mungkin luka bisa sembuh dengan sendirinya. Bila didiamkan, luka batin bisa menular ke fisik, orang lain hingga kualitas hidup. Nah, setelah kita mengetahui batin kita terluka, kita perlu mengambil tindakan sadar :


1. Pergi ke profesional


Akan lebih baik bila dibantu dengan psikolog karena ada kemungkinan kita salah tebak penyebabnya apa.


2. Berkontemplasi bercakap dengan diri kita yang masih kecil


Setelah luka batin teridentifikasi, kita perlu kembali ke masa tersebut. Masa di mana kita mengalami luka, jadilah sosok yang kamu butuhkan di saat itu. Katakan hal yang perlu kamu dengar di saat itu.


3. Terapi


Rutin menyediakan waktu untuk self-healing. Proses dengan journaling, art therapy, seperti menggambar/melukis, dan membaca buku self-healing. Hal tersebut membantu kita menyadari banyak pola perilaku dari luka di masa kecil.


Terjebak di perilaku yang berulang menghasilkan kualitas hidup yang tidak begitu baik. Karenanya kita perlu untuk peduli dengan luka agar bisa merangkul bahagia.


Penulis : Aliya Jahwania

Referensi : 

- hellosehat.com

- medium.com






Tidak ada komentar:

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...