Kamis, Februari 24, 2022

Kepribadian Ganda (DID) Dissosiatif Identity Disorder

Halo sahabat DuPi di mana pun berada? Apa kabar? Kembali lagi dengan dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.

Kali ini kita akan membahas tentang dua kepribadian yang ada dalam satu tubuh yang sering kita sebut kepribadian ganda DID, di mana hal ini terjadi tanpa disadari oleh orang tersebut. Dan yang perlu sobat DuPi ketahui bahwa kepribadian ganda ini berbeda ya dengan alter ego 'topeng'.


🏵️ Definisi Dissociative Identity Disorder

Dissociative identity disorder (DID disorder) adalah kondisi yang membuat penderitanya mengembangkan satu atau lebih kepribadian alternatif yang diketahui secara sadar maupun tidak oleh penderitanya. Kondisi ini memiliki banyak sebutan di antaranya adalah split disorder, multiple personality disorder, atau kepribadian ganda.

Dissociative identity disorder merupakan salah satu jenis utama dari gangguan disosiatif, menurut DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). Gangguan disosiatif sendiri merupakan penyakit mental yang menyebabkan kerusakan memori, identitas, dan fungsi mental lainnya yang mendukung seseorang untuk beraktivitas dengan lancar.

Dissociative identity disorder adalah penyakit mental yang cukup langka terjadi, tetapi bisa menyerang segala usia. Dilansir dari laman Cleveland Clinic, penyakit mental ini lebih banyak ditemukan pada wanita ketimbang pria.


🏵️ Tanda dan Gejala Dissociative Identity Disorder

Gejala khas pada orang dengan DID disorder adalah memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Kepribadian lain yang dimiliki penderitanya ini disebut dengan kepribadian alternatif, sementara kepribadian aslinya disebut dengan kepribadian inti.

Setiap kepribadian alternatif pada orang dengan multiple personality disorder, memiliki ciri individu dan cara berpikir yang berbeda. Kepribadian alternatif yang dimiliki juga bisa memiliki nama dan perilaku yang berbeda. Bahkan, mungkin saja memiliki jenis kelamin yang berbeda.

Saat kepribadian alternatif muncul, penderitanya akan mengalami amnesia (hilang ingatan). Itulah sebabnya, si penderita umumnya tidak menyadari adanya kepribadian alternatif maupun ingatan mengenai apa yang dilakukan saat kepribadian alternatif mengambil alih. Dalam beberapa kasus, orang dengan kepribadian ganda ini mengambil keuntungan dari kepribadian alternatif yang dimilikinya.

Sebagai contoh, orang dengan kepribadian inti yang pemalu, dapat menggunakan kepribadian alternatif untuk menjadi lebih tegas dan mudah bergaul. Biasanya pergantian kepribadian ini muncul akibat dipicu oleh stres dan peristiwa traumatis. Meskipun begitu, penderita split disorder ini sangat mungkin menghadapi masalah dalam kehidupannya sehari-hari. Ia mungkin saja menemukan barang-barang di rumah yang ia tidak ingat kapan membelinya. Mereka juga kesulitan untuk menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitar karena tidak mengenal keluarga atau orang terdekat ketika kepribadian alternatif mengambil alih.


🏵️ Gejala Psikologis yang Mungkin Mucul

Orang dengan dissociative identity disorder juga banyak mengalami gejala psikologis yang juga ada pada penyakit mental lain, di antaranya adalah:

▪︎Sakit kepala parah dan nyeri-nyeri pada tubuh.

▪︎Derealization, yakni perasaan bahwa lingkungan sekitarnya asing, aneh, atau tidak nyata.

▪︎Suasana hati mudah berubah atau depresi.

▪︎Depersonalisasi, yakni merasa jiwanya terlepas dari raganya.

▪︎Amnesia atau merasakan distorsi waktu.

▪︎Gangguan tidur, seperti sering mengalami mimpi buruk atau sleep walking.

▪︎Cenderung memiliki gangguan makan.

▪︎Halusinasi, yakni persepsi palsu terhadap sesuatu, seperti mendengar suara yang sebenarnya tidak ada.

▪︎Timbul masalah seks, seperti gairah seks menurun.

▪︎Penggunaan obat-obatan terlarang.

▪︎Keinginan melukai diri dan hampir 70% orang dengan split disorder pernah melakukan percobaan bunuh diri.


🏵️ Penyebab Dissociative Identity Disorder

Penyebab utama dari dissociative identity disorder adalah pernah mengalami peristiwa traumatis. Sekitar 90% orang dengan kondisi ini pernah memiliki riwayat kekerasan seksual, maupun emosional parah. 

Memiliki kepribadian ganda sering dianggap sebagai mekanisme perlindungan diri pada seseorang dari situasi yang membuatnya stres, tertekan, dan trauma. Dengan begitu, orang yang memiliki kepribadian alternatif bisa melawan rasa sakit fisik atau emosional yang timbul akibat pengalaman yang menyakitkan.

Saat kepribadian alternatif mengendalikan penderitanya, akan ada batasan yang tercipta antara dirinya dengan peritiwa yang membuatnya trauma. Batasan tersebut akhirnya bisa membuat penderitanya mampu mempertahankan fungsi dirinya dalam kehidupan sehari-hari, seolah peristiwa traumatis tidak pernah terjadi.

Episode peralihan kepribadian dapat dipicu oleh berbagai hal, baik itu peristiwa traumatis yang menjadi penyebab, maupun peristiwa ringan, seperti :

- Melihat kecelakaan lalu lintas.

- Mengalami stres atau tertekan.

- Melihat kejadian pelecehan seksual atau kekerasan.


🏵️ Bagaimana Cara Mendiagnosis Dissociative Identity Disorder?

Tidak ada tes laboratorium khusus untuk mendiagnosis kepribadian ganda. Meski begitu, tes darah, CT scan, maupun MRI mungkin diperlukan untuk menyingkirkan masalah kesehatan tertentu. Selain itu, dokter ahli kejiwaan mungkin akan memintamu menjalani serangkaian tes berupa pemeriksaan fisik dan test psikiatri.


🏵️ Pengobatan Dissociative Identity Disorder

Tujuan pengobatan dissociative identity disorder adalah untuk meredakan gejala, memastikan keselamatan pasien dan orang di sekitarnya, serta “menghubungkan kembali” kepribadian yang berbeda menjadi satu identitas yang terintegrasi dan berfungsi dengan baik. 

Pengobatan juga bertujuan untuk membantu pasien multiple personality disorder memproses kembali ingatan yang menyakitkan, sehingga bisa membantu mengembangkan keterampilan untuk mengatasi hal tersebut.

Pendekatan pengobatan terbaik tergantung pada individu, sifat pemicu yang dapat diidentifikasi, dan tingkat keparahan gejala.

Berikut ini adalah berbagai pengobatan untuk mengatasi kepribadian ganda:

🔖 Terapi perilaku kognitif

⌦Terapi perilaku kognitif dilakukan untuk mengubah pola pikir, perasaan, perilaku menjadi lebih baik dan kembali berfungsi normal.

🔖 Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR)

⌦EMDR adalah teknik pengobatan untuk mengatasi mimpi buruk terus-menerus dan kilas balik pada peristiwa traumatis.

🔖 Terapi perilaku dialektik (DBT)

⌦Jenis psikoterapi ini dilakukan untuk orang dengan gejala split disorder yang parah, terutama pada mereka yang mengalami pelecehan seksual.

🔖 Penggunaan obat

⌦Tidak ada obat untuk mengobati sendiri gangguan disosiatif. Namun, orang dengan kondisi ini, terutama yang berkaitan dengan depresi dan atau gangguan kecemasan, dapat diresepkan obat antidepresan atau obat anticemas.



Sumber : 

▪︎ hellosehat.com


________________________________

Tidak ada komentar:

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...