Halo sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.
Bullying adalah tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan. Entah itu secara verbal, non verbal, atau bahkan melalui dunia maya. Kasus bullying atau perundungan ini biasanya marak di kalangan remaja dan sangat mempengaruhi kesehatan mental seseorang yang menjadi korban penindasan, bahkan bisa berakhir dengan melakukan tindakan bunuh diri.
Namun, tahukah sahabat DuPi ada banyak sekali jenis bullying yang sering dilakukan di kalangan remaja? Coba disimak baik-baik, apa jangan-jangan kamu pernah melakukannya, ya?
ミ✧Definisi Bullying
Kata 'bullying' berasal dari bahasa Inggris, sedangkan dalam bahasa Indonesia disebut penindasan atau risak.
Mengutip buku Meredam Bullying, Ken Rigby konsultan ahli sekolah menjelaskan tentang pengertian bullying. Menurut Ken Rigby, bullying adalah sebuah hasrat untuk menyakiti. Hasrat ini bisa dilihat dari sebuah aksi yang menyebabkan seseorang menderita. Aksi dilakukan oleh seseorang atau kelompok mayoritas yang lebih kuat, dilakukan secara berulang, pelaku tidak bertanggung jawab, dan dilakukan dengan perasaan senang.
Bullying sering terjadi di sekolah dan lingkungan sehari-hari yang memakan jiwa. Aksi bullying ini merugikan korban hingga mempengaruhi psikisnya. Fenomena bullying menyebabkan pelaku bertindak semena-mena pada korban.
Perilaku bullying bertentangan dengan UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 berbunyi, “Menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.”
ミ✧Jenis-jenis Bullying
Perilaku bullying dibagi menjadi beberapa jenis. Mengutip dari Kemenpppa.go.id, bullying dikelompokkan dalam empat kategori, antara lain:
⎙ Bullying Secara Verbal (dengan kata-kata)
╰⌲Yang pertama dan paling sering dilakukan secara tidak sadar adalah bullying verbal. Bullying verbal terjadi ketika pelaku melakukan intimidasi melalui kata-kata mereka kepada seorang korban bully. Intimidasi yang dilakukan seperti nama julukan buruk, celaan, hinaan, fitnah, teror, gosip, dan pernyataan-pernyataan yang masih harus diselidiki kebenarannya. Jenis bullyin ini bahkan menjadi jembatan untuk menuju bullying tingkat lanjut.
⎙ Bullying Secara Fisik
╰⌲Jenis bullying ini melibatkan kontak fisik antar pelaku dan korban, baik secara langsung maupun tidak langsung. Bullying jenis ini termasuk memukul, menendang, menampar, mencekik, menggigit, meludahi, bahkan menghancurkan barang-barang milik korban. Bullying jenis ini mudah untuk diidentifikasi, tetapi bullying secara fisik jarang dilakukan. Seseorang yang melakukan bullying secara fisik biasanya remaja yang bermasalah. Ada kemungkinan besar pelaku bullying ini akan cenderung melakukan tindakan kriminal di kemudian hari.
⎙ Bullying Secara Relasional (hubungan pertemanan)
╰⌲Bullying jenis ini melibatkan banyak pelaku. Biasanya dilakukan per kelompok. Bullying tipe ini cenderung melakukan pelemahan harga diri korban bully dengan cara pengabaian, pengucilan, atau penghindaran. Sikap-sikap seperti pandangan sinis, lirikan mata, tawa mengejek, hingga bahasa tubuh yang merendahkan korbannya. Bullying tipe ini sulit untuk dideteksi dari luar. Korban dari bullying jenis ini biasanya mengalami depresi yang luar biasa sehingga merasa tidak nyaman berada di lingkungan sekitar.
⎙ Bullying Secara Elektronik
╰⌲Tindakan kekerasan dengan cara menyakiti orang lain melalui media elektronik. Seperti memberi komentar jelek, pencemaran nama baik lewat media sosial, dan menyebarkan rekaman video intimidasi.
ミ✧Faktor Penyebab
Berikut beberapa faktor penyebab terjadinya bullying, yakni :
🧩1.Faktor keluarga
⌦Pelaku bullying seringkali berasal dari keluarga yang bermasalah: orangtua yang kerap menghukum anaknya secara berlebihan atau situasi rumah yang penuh stres, agresi dan permusuhan. Anak akan mempelajari perilaku bullying ketika mengamati konflik-konflik yang terjadi pada orangtua mereka dan kemudian menirunya terhadap teman-temannya. Atau sering terjadi tindak kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya, ketika anak tidak berani melawan orang tua, maka “perlawanan” ini ditujukan pada teman-temannya.
🧩2. Faktor sekolah
⌦Karena pihak sekolah sering mengabaikan keberadaan bullying ini, terutama pada kasus kekerasan verbal dan relasional, anak-anak sebagai pelaku bullying akan mendapatkan penguatan terhadap perilaku mereka untuk melakukan intimidasi anak-anak yang lainnya. Bullying berkembang dengan pesat dalam lingkungan sekolah yang didalamnya terdapat perilaku diskriminatif, kurangnya pengawasan dan bimbingan etika, adanya kesenjangan besar antara siswa yang kaya dan miskin, pola kedisiplinan yang sangat kaku ataupun yang terlalu lemah, bimbingan yang tidak layak dan peraturan yang tidak konsisten.
🧩3. Faktor kelompok sebaya
⌦Anak-anak ketika berinteraksi di sekolah dan dengan teman sekitar rumah kadang kala terdorong melakukan bullying untuk membuktikan bahwa mereka bisa masuk dalam kelompok tertentu, untuk mendapatkan respek dari teman, atau untuk menunjukkan di depan teman-temannya bahwa dia punya kekuatan, dia yang paling berani, dialah orang yang berkuasa dikelompoknya.
🧩4. Faktor lingkungan
⌦Lingkungan sekitar rumah sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku bullying, misalnya anak hidup pada lingkungan orang yang sering berkelahi atau bermusuhan, berlaku tidak sesuai dengan norma yang ada, maka anak akan mudah meniru perilaku lingkungan itu dan merasa tidak bersalah, atau menganggapnya sebagai hal yang biasa yang tidak melanggar norma. Juga tayangan berita, sinetron, film, dan media cetak yang secara vulgar menyuguhkan kekerasan, secara tidak langsung memberi legitimasi perilaku kekerasan.
ミ✧Perbedaan Pengertian Bullying dan Bercanda
Ada kalanya, arti bullying dan bercanda tidak bisa dibedakan karena keduanya bisa jadi bersifat iseng atau mengerjai anak yang menjadi korban. Namun, ada batasan yang sangat jelas antara bullying dan bercanda. Bercanda dilakukan anak-anak sebagai salah satu cara komunikasi dan bentuk interaksi sosial. Bercanda dapat mempererat hubungan pertemanan di antara anak karena mereka dapat tertawa bersama dan menjadi lebih akrab. Bahkan, sebagian bentuk candaan mungkin hanya dapat dilakukan pada anak-anak yang berteman akrab.
Sementara itu, perbedaan mencolok pengertian bullying dari candaan adalah tujuan pelaku yang melakukan perundungan karena perasaan benci dan bermaksud menyakiti. Tujuan melakukan bullying bukanlah untuk membangun hubungan, melainkan untuk mempermalukan dan menyakiti korban sehingga pelaku merasa lebih hebat. Namun, perlu diwaspadai bahwa walaupun bercanda tidak memiliki tujuan awal buruk, tetapi hal yang lucu bagi seorang anak, mungkin tidak menyenangkan bagi anak lainnya. Pada saat candaan yang tidak menyenangkan terus dilakukan berulang kali dan membuat anak lainnya tersakiti, maka bercanda pun bisa berubah menjadi bullying.
ミ✧Dampak Bullying
Bullying berdampak pada kesehatan mental terutama pada anak-anak dan remaja. Pelaku yang melakukan pembullyan bisa memberi pengaruh buruk pada kesehatan fisik dan mental korbannya. Dampak paling fatal dari kasus bullying adalah tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh korban.
💡Dampak Bullying bagi Korban
▪︎Memicu depresi, stress, gangguan kesehatan mental, sampai memicu kemarahan.
▪︎Berdampak pada menurunkan tingkat kecerdasan dan kemampuan analisis anak-anak
▪︎Remaja dan anak-anak yang mendapat perilaku bullying akan menurun secara akademik dan memilih mengasingkan diri.
💡Dampak Bullying pada Pelaku
▪︎Perilaku berubah menjadi agresif, menyukai kekerasan, mudah marah, impulsif, dan toleransi rendah
▪︎Kurang berempati dan lebih menyukai mendominasi orang lain
▪︎Pelaku merasa harga diri tinggi dan percaya diri
▪︎Menyukai kekuasaan untuk merendahkan orang lain
💡Dampak bagi yang Menyaksikan
▪︎Jika dibiarkan terus-menerus, penonton yang menyaksikan bullying merasa bahwa perilaku tersebut dianggap biasa. Penonton akan berpikir bahwa perilaku ini bisa diterima secara sosial, bahkan bisa meniru perilaku terutama anak-anak.
▪︎Para penonton memilih menjadi penindas karena takut mereka akan menjadi korban selanjutnya. Sedangkan beberapa orang memilih diam tanpa bertindak atau menghentikan aksi bullying tersebut.
ミ✧Cara Mengatasi Tindakan Bullying
Bullying bisa diatasi dengan mencegah sejak dini seperti ketika masih anak-anak, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Berikut beberapa cara mengatasi bullying:
💦Masa Anak-anak
▪︎Beri pengetahuan dan cara untuk mampu melawan tindakan bullying
▪︎Beri contoh cara seperti mendukung, mendamaikan, dan melaporkan pada orang dewasa untuk membantu korban bullying
💦Keluarga
▪︎Tanamkan rasa kasih sayang dan nilai keagamaan pada anak-anak
▪︎Beri perhatian dan interaksi pada anak-anak untuk memberikan kemampuan berani dan tegas
▪︎Bantu anak untuk mengembangkan kemampuan sosialisasi, percaya diri, dan tegas
▪︎Mengajarkan rasa peduli dan etika pada sesama
▪︎Mendampingi anak untuk melihat informasi di media sosial atau televisi
💦 Sekolah
▪︎Pendidik membuat program pencegahan anti bullying dan hukuman bagi pelaku yang melakukan tindakan tersebut
▪︎Membangun diskusi dan ceramah tentang mengatasi aksi penindasan
▪︎Memberi bantuan dan dukungan pada korban bullying
Itulah pengertian, jenis-jenis bullying, faktor penyebab dan dampak dari bullying yang sering dilakukan di kalangan masyarakat. Kira-kira kamu pernah melakukan salah satu dari keempat jenis bullying di atas, tidak? Kalau pernah melakukan semuanya, jangan dilakukan lagi, ya sobat DuPi. Bullying dalam bentuk apa pun sama sekali nggak keren!
Sumber:
▪︎psychology.binus.ac.id
▪︎katadata.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar