Halo sahabat DuPi di mana pun kamu berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.
Tahukah sahabat DuPi bahwa ada beberapa orang sering mengajak suara dalam kepalanya untuk berdiskusi karena dihadapkan dengan keputusan sulit dan ia merasa tidak bisa membuat keputusan sendiri. Lalu ada pula orang yang di depan kamu dia pemalu, tetapi di khalayak ramai tanpa kamu sadari dia menjadi sosok yang pemberani dan kamu kagum.
Nah ... kalau kamu pernah mengalami atau mengetahui orang seperti yang dicontohkan, itu namanya mereka menggunakan alter ego, topeng lain dari sisi dirinya.
Yang perlu kita pahami bahwa setiap orang berpotensi untuk memiliki alter ego. Namun pada beberapa kondisi kamu mungkin tidak sadar sudah memilikinya, karena pemahaman tentang fenomena ini masih berbeda-beda
❓ APA ITU ALTER EGO
Alter Ego berasal dari bahasa Latin yang berarti "Aku yang lain" merupakan diri kedua yang dipercaya berbeda daripada kepribadian yang sebenarnya.
Istilah alter ego diperkenalkan pertama kali pada tahun 1739 oleh seorang dokter bernama Franz Anton Mesmer yang menggunakan metode hipnotis untuk mengetahui pola perilaku yang berbeda dalam kepribadian individu ketika dalam keadaan sadar lalu dibandingkan dengan kepribadian ketika individu tersebut terhipnotis.
Dalam dunia psikologi, alter ego merupakan suatu bentuk sisi lain dari kehidupan seseorang yang jauh berbeda dari dirinya sendiri. Individu akan dikuasai oleh alter egonya saat kondisi tertentu yang membuat dirinya tidak nyaman. Sehingga kondisi individu yang lembut, halus, dan sabar, pada suatu waktu akan membentuk karakter yang pemarah, emosional, dan tidak mau kalah. Hal ini sebagai bentuk pembelaan atau defensif dirinya terhadap sesuatu yang dirasakan mengganggu secara psikis. Dua hal yang berbeda ini akan menunjukkan mana yang dominan dan mempengaruhi.
Dengan kata lain, Alter ego adalah karakter yang diciptakan secara sadar dari apa yang telah lama diidam-idamkan oleh seseorang dan biasanya digunakan untuk menutupi kepribadian asli yang tidak ingin ditunjukkan kepada orang lain. Karakter tersebut sering kali merupakan gambaran ideal tentang dirinya yang tidak bisa ia realisasikan.
Namun, memiliki karakter lain ini tidak sama dengan memiliki kepribadian ganda. Sebelumnya kita juga sudah membahas tentang kepribadian ganda atau Dissociative Identity Disorder (DID)
📍PERBEDAAN ALTER EGO DAN KEPRIBADIAN GANDA
Sahabat DuPi mungkin bertanya-tanya, apakah ada perbedaan antara orang yang memiliki alter ego dengan kepribadian ganda?
Kepribadian Ganda atau Dissociative identity disorder (DID) atau multiple personality disorder (MPD) adalah kelainan saat seseorang memiliki lebih dari satu identitas dalam satu tubuh. Seseorang dengan banyak identitas ini lebih cenderung menyebut dirinya sendiri sebagai “kami”. Biasanya orang mengenal kondisi ini dengan kepribadian ganda.
Pada sebagian besar kasus, tanda seorang penderita DID memiliki lebih dari dua karakter dalam satu tubuhnya. Karakter atau identitas lain tersebut terpisah satu dengan yang lainnya. Saat satu identitas alternatif tengah menguasai tubuhmu, identitas alternatif ini yang memegang kendali penuh terhadap tubuh seutuhnya dalam beberapa waktu ke depan.
Oleh sebab itu, penderita DID sering mengalami perubahan karakter yang terjadi secara total. Mulai dari aksen bicara, memori, nama, usia, bahkan gender dari kepribadian tersebut bisa saja berubah dan benar-benar berbeda. Bahkan, saat identitas kembali pada identitas utama (asli), kamu takakan mampu mengingat apa yang terjadi saat kepribadian yang lain sedang mengambil alih.
Contohnya, kamu punya teman, kadang suatu hari dia menjadi orang yang berbeda sampai kamu merasa dia menjadi asing, terus beberapa waktu kemudian berubah lagi menjadi sosok yang kamu kenal. Sesekali dia ngeluh kalau dia kadang merasa capek, atau menemukan sayatan di tubuhnya dan kadang merasa hilang waktunya.
Dengan kata lain, ketidaksadaran yang dialami saat identitas tubuh berubah akan diikuti juga dengan segala perubahan dalam diri. Bila pun seseorang memiliki lebih dari dua kepribadian dalam diri, tiap kepribadian itu masing-masing akan tetap berfungsi secara terpisah-pisah.
Hal ini tentu saja berbeda dengan alter ego. Karena perubahan identitas pada orang yang memiliki alter ego terjadi dalam keadaan sadar dan masih dalam kendali pemilik, yang memiliki identitas asli.
Dengan kata lain, tidak terjadi lupa ingatan pada proses perubahan karakter pada orang yang mengalami kondisi ini. Selain itu, identitas asli juga masih memiliki wewenang penuh dalam tukar-menukar identitas serta dalam kesadaran yang utuh.
Ini artinya, saat sedang merasa dalam kondisi membutuhkan identitas alternatif ini yang muncul, kamu dapat memicu dan mengubahnya sendiri. Bahkan, kamu juga bisa mengembalikan identitas asli tanpa harus kesulitan.
📍ALASAN SESEORANG MENCIPTAKAN ALTER EGO
Penyebab alter ego diciptakan biasanya karena seseorang itu kurang mampu atau tidak memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang diinginkan secara maksimal.
Dengan menciptakan karakternya sendiri yang lebih ideal, orang tersebut membayangkan hidup di kondisi yang lebih baik. Tak sedikit yang menggunakan alter ego ciptaannya untuk membantunya lebih berani menghadapi dunia.
📍 HAL-HAL YANG PERLU DILAKUKAN
Beberapa hal yang perlu sahabat DuPi lakukan agar tidak mengalami alter ego antara lain :
🎯 Meredam atau mengontrol mood dan emosi.
🎯Hindari kelelahan fisik, karena perubahan mood terpicu bila memaksakan diri terhadap fisik. Cukupi istirahat dan jangan memaksakan beraktivitas bila lelah.
🎯Hindari tidur larut malam.
🎯 Angkatlah kepercayaan diri terhadap apapun yang kamu temui.
Kesimpulannya bahwa memiliki alter ego tidak sama dengan mengalami gangguan mental. Orang yang sehat mentalnya mungkin saja mengalami fenomena ini. Terlebih, menurut Health Guidance, memiliki alter ego bisa memberikan manfaat tersendiri bagi sebagian individu.
Hanya saja yang perlu sahabat DuPi ketahui bahwa pada beberapa kasus, memiliki karakter lain bisa berakhir membahayakan diri sendiri maupun mungkin orang-orang sekitar.
Jadi, memiliki karakter buatan (topeng) ini boleh-boleh saja, selama masih berada dalam kendali dan tidak mengganggumu dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Ayasa_Coz
Sumber :
• alodokter.com
• sehatq.com
• hellosehat.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar