Sabtu, Juni 11, 2022

Insecure

Siapa sih yang tidak tahu istilah insecure? Istilah ini pasti sudah tak asing lagi ditelinga kita, karena istilah ini sangat populer, sering digunakan dari berbagai kalangan.

Namun, apakah kita pernah melihat seseorang yang dengan mudahnya mengklaim jika dirinya sedang merasa insecure? Contohnya, pernahkah kita membandingkan diri kita dengan orang lain?


"Orang lain sudah sukses, aku kapan?"

"Kenapa aku enggak bisa seperti dia?"

"Perasaan, aku sudah berusaha, kenapa masih tidak ada perubahan, ya?"


Kemungkinan besar, sebagian orang pasti pernah mengucapkan kalimat tersebut atau bisa jadi kitalah yang berbicara seperti itu kepada orang lain. Dampak yang diberikan oleh insecure sendiri ialah rasa cemas atas dirinya dari segi pandangan orang lain, selalu menanyakan mengenai, "Orang seperti apa aku ini?"  Lantas kenapa orang-orang yang mengalami insecure sering merasakan cemas, ragu atau kurang percaya diri?


Menurut Abraham Maslow, insecure adalah suatu keadaan di mana seseorang merasa tidak aman, menganggap dunia sebagai sebuah hutan yang mengancam dan kebanyakan manusia berbahaya dan egois. Mereka akan berusaha untuk mendapatkan kembali perasaan secure (aman) dengan berbagai cara.

Sementara American Psychology Association (APA) mendefinisikan insecure sebagai perasaan tidak baik. Seperti, kurangnya rasa percaya diri dan ketidakmampuan untuk menghadapi suatu masalah.


Kurangnya percaya diri dapat berdampak pada produktivitas. Misalnya, pada saat kamu sedang presentasi mengharuskan kamu berbicara di depan kelas, membuktikan kamu sudah berkembang dan belajar skill public speaking serta research beberapa hal mengenai cara-caranya.

Jika kamu tidak memiliki kepercaya pada diri sendiri, akan sulit menyampaikan materi. Ekspestasimu akan berbeda dengan kenyataannya. Oleh karena itu, kita harus membangun rasa percaya diri. Misalnya dengan latihan di depan cermin dan mencoba berbicara dihadapan orang banyak.

Lantas, mengapa masih ada orang-orang yang mendiagnois dirinya sendiri tanpa tahu penyebab terjadinya insecure? Hal ini disebabkan, ketika seseorang berasumsi bahwa dirinya memahami dan mengetahui betul apa yang sedang terjadi pada kondisi tubuhnya, serta masalah kesehatan yang tengah dialami.


Menurut psikologis klinis Melanie Greenberg, Ph.D., terdapat 3 penyebab umum seseorang merasa insecure. Insecure dapat terjadi karena pernah mengalami kegagalan, mendapatkan penilaian kurang baik dari orang, atau akibat memiliki sifat perfeksionis. Berikut penjelasannya.

1. Mengalami kegagalan atau penolakan.

Sering mengalami penolakan, kegagalan dalam mencapai sesuatu. Kehilangan pekerjaan atau sedang melamar di suatu perusahaan bisa membuat seseorang merasa insecure. Peristiwa tersebut membuat mereka melihat dirinya sendiri dan orang lain dari sudut pandang negatif. Seperti diri sendiri tidak mempunyai kelebihan sama sekali dan terus merasa rendah diri.


2. Mendapatkan penilaian kurang baik dari orang lain.

Rasa tidak aman bisa muncul karena pernah dinilai kurang atau tidak baik oleh orang lain saat bersosialisasi. Mungkin sebagian orang tak terlalu memikirkan hal tersebut, namun ada beberapa orang yang belum siap mendapatkan penilaian ataupun kritikan. Kondisi tersebut yang menyebabkan seseorang dengan insecure cenderung menghindari kegiatan sosial dan menarik diri.


3. Memiliki sifat perfeksionis

Orang yang memiliki sifat perfeksionis selalu menginginkan segala sesuatu berjalan sempurna. Sebenarnya boleh saja meminimalisir tingkat kesalahan, namun hal ini tentunya akan berdampak kurang baik pada diri sendiri yang harus bekerja lebih keras. Perasaan insecure dapat muncul ketika suatu hal tidak terjadi sesuai harapannya. Akibatnya, mereka akan kecewa dan terus-menerus menyalahkan dirinya sendiri.

Banyak orang yang tidak sadar bahwa untuk menjadi cukup adalah dengan menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

Tentunya dengan melakukan serta memahami kelebihan dan kelemahan diri, kita pahami diri kita seutuhnya. Dengan memiliki pemahaman diri, kita akan lebih mudah untuk mencintai diri atau self love. Tidak memikirkan perkataan orang lain, jika perkataan itu buruk bagi diri kita. Cukup terima positifnya dan jadikan lonjakan bagi diri kita untuk menjadi lebih baik lagi.

Terkadang, kita sendiri tidak sadar bahwa diri kita mempunyai kelebihan yang orang lain inginkan.

Terkadang , kita tidak sadar bahwa pekerjaan ataupun kegiatan lain yang kita jalani sekarang ini merupakan dream job bagi orang lain. 

Terkadang kita tidak sadar bahwa fisik yang kita punya adalah idaman bagi orang lain. 

Kita terlalu banyak menutup mata sebab terlalu sibuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain, yang bahkan hal yang kita punya dan perolah merupakan impan bagi banyak orang.

Oleh karena itu, jangan terlalu fokus terhadap pencapaian orang lain, yang jelas-jelas berbeda dengan diri kita sendiri.

Faktor pembedanya? Tentu banyak, termasuk kepribadian, pemikiran, juga kapasitas effort yang dilakukan.


Adakah cara mudah untuk mengatasi insecure? Berikut cara simple mengatasi insecure :

1. Tingkatkan rasa percaya diri

Fokus terhadap kelebihan dan keunikan yang kamu punya. Mungkin dengan itu, akan lebih mudah menemukan ketertarikanmu dalam suatu bidang. Ketertarikan ini bisa kamu coba dan latih dengan baik, sehingga kamu lebih mudah menguasai kemampuan itu. Hal ini akan membuat kamu lebih percaya diri, karena merasakan diri kamu mempunyai value yang bisa kamu kembangkan.


2. Pilih lingkungan dan suasana yang positif

Mencoba mencari lingkungan yang positif dan mendukung. Seperti saat mengapresiasi apapun pilihan yang kamu ambil, memberikan saran dan masukan ketika kamu butuh, dari pada di satu lingkungan dengan orang-orang yang bikin kamu merasa kurang dihargai. Sebab, memilih lingkungan itu penting, karena dapat membentuk karakter seseorang.


3. Rehat sejenak dari sosial media

Jika dengan melihat pencapaian orang lewat sosial media dapat membuatmu cemas, lebih baik kamu mengurangi penggunaannya atau matikan HPmu. Karena, bisa saja kamu tiba-tiba terguncang dan mulai membandingkan. Hal ini bukan berarti seterusnya tidak membuka sosial media. Terkadang, kita perlu istirahat demi belajar memaknai arti hidup sesungguhnya.

Nah, seperti yang sudah saya jelaskan bahwa insecure sendiri merupakan hal yang wajar bagi diri seseorang, karena setiap orang pernah merasakan ketidakpercayaan diri. 

Tapi, jika insecure kamu ternyata sudah membuatmu merasa tidak nyaman dan mengganggu keseharian serta produktivitas kamu, saya sarankan untuk konsultasi ke orang profesional secara langsung. 


Akhir kata untuk membantu kamu mengenali insecure

Penulis: Kiki Zulaikha

Referensi :

•) Florencia, G. (2020). "Ini yang Akan Terjadi Ketika Merasa Insecure" diakses pada 9 Juni 2022, dari https://www.halodoc.com/ini-yang-akan-terjadi-ketika-merasa-

insecure

•) Greenberg, M. (2015). "The 3 Most Common Causes of Insecurity and How to Beat

Them" diakses pada 10 Juni 2022, 

dari https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-mindful-self-

express/201512/the-3-most-common-causes-insecurity-and-how-beat-them

•) Maslow, A. H. (1942). The Dynamics of Psychological Security-Insecurity. Journal 

of Personality 10 (4), 331–344. doi:10.1111/j.1467

Tidak ada komentar:

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...