Halo sobat DuPi di mana pun kalian berada,semoga kalian sehat selalu ya.
Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.
Hayo ... ada yang tau hari ini, hari apa?
Hari jum’at? Emm ... ya bener sih, hari ini hari jum’at
Tapi tepatnya hari ini adalah Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
Kalian sudah tahu belum, apa itu Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ?
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang diperingati setiap tanggal 5 November merupakan salah satu hari peringatan lingkungan hidup yang menjadi agenda tahunan di Indonesia dan termasuk salah satu hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Peringatan HCPSN pertama kali digagas pada tahun 1993 oleh Presiden Soeharto dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional dan kemudian menetapkan tanggal 5 November sebagai peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.
Meskipun diperingati sebagai hari besar, tetapi tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Tujuan Ditetapkannya Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
Dilansir dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, bertujuan untuk meningkatkan perlindungan dan pelestarian serta menumbuh kembangkan rasa kepedulian, rasa cinta dan kebanggaan terhadap flora dan fauna yang dimiliki Indonesia.
Apa saja Flora (Puspa) dan Fauna (Satwa) yang Dilindungi?
Berdasarkan Keppres RI No.4 Tahun 1993 tentang satwa dan bunga nasional, terdapat tiga jenis satwa dan tiga jenis bunga yang dinyatakan sebagai satwa dan bunga nasional.
Satwa yang termasuk satwa nasional adalah komodo (varanus komodoensis), ikan siluk merah (sclerophages formosus), dan elang jawa (spizaetus bartelsi).
Tiga bunga yang dinyatakan sebagai bunga nasional adalah bunga melati (jasminum sambac) sebagai puspa bangsa, anggrek bulan (palaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona, dan padma raksasa (rafflesia arnoldi) sebagai puspa langka.
Bentuk- bentuk dukungan peringatan HCPSN
1. Memberlakukan puspa dan satwa disekitar kita dengan baik,
2. menempatkan mereka dalam posisi yang sejajar dengan manusia.
3. Menghentikan ekspolitasi kepada satwa
4. Melestarikan keragaman puspa dan tidak menggantinya dengan bangunan beton
5. Ikut serta melestarikan puspa dan satwa diawali dengan sikap dan perlakuan yang baik terhadap keduanya
Namun sungguh disayangkan, banyak yang belum mengetahui sejarah tentang peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Padahal tingkat urgensinya tidak kalah penting dibanding dengan peringatan lainnya.
Semoga dengan memahami Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional diharapkan ada gerakan nyata setiap tanggal 5 November untuk melestarikan alam dan lingkungan.
Okey sob, mulai sekarang kita harus melindungi, menjaga, merawat, serta melestarikan flora dan fauna yang ada di lingkungan kita ya ....
Mengapa harus seperti itu? Sebab, flora dan fauna perlu dijaga agar keseimbangan ekosistem kita tetap stabil.
Sebelum pamit aku ingin mengucapakan
“Selamat Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, mari kita jaga, rawat, dan lestarikan flora dan fauna yang ada di Indonesia dengan penuh cinta.”
Sampai jumpa, salam flora fauna
Salam penuh cinta, Dunia Psikologi.
Sumber:
https://utaratimes.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-1192920276/mengenal-hari-cinta-puspa-dan-satwa-nasional-yang-diperingati-setiap-5-november
https://tirto.id/sejarah-hari-cinta-puspa-dan-satwa-nasional-5-november-f6AM
R.H Salsabila,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar