Kamis, November 25, 2021

Cara Siswa Cerdas Menghadapi Guru Galak

Halo sobat DuPi di mana pun kalian berada. Bagaimana kabarnya? Semoga kalian sehat selalu ya.

Ketemu lagi dengan DuPi, Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 


Bertepatan dengan tanggal 25 November, sebagai peringatan hari guru, sobat DuPi sudahkah memberi ucapan pada guru yang sudah berjasa dalam hidup kita? Sampai kita bisa membaca bahkan menulis dengan lancar seperti sekarang ini.

Jika belum, mari kita berikan sesuatu untuk guru kita dengan melalui perubahan sikap yang lebih disukai guru. Sobat DuPi pernahkah punya guru yang galak?  ditakutin satu kelas termasuk sobat DuPi sendiri xixixi.

Tenang ... di sini, DuPi akan membagikan tips sekaligus cara untuk menggambil hati guru galak. Barangkali bisa berjodoh kan.

 Yuk langsung saja simak!


Cara Siswa Cerdas Menghadapi Guru Galak


1. Pahami Guru 

Guru juga manusia hehehe. Sobat DuPi setiap manusia memiliki sifat yang berbeda-beda. Tidak bisa disamakan begitu juga dengan guru. Mungkin ada guru yang tegas jika telat masuk kelas, ada guru yang santai jika tidak mengerjakan tugas, dan ada guru yang membebaskan muridnya untuk mengobrol saat pelajaran berlangsung.


Hal-hal demikian perlu Sobat DuPi pahami, sehingga kita mengerti batas toleransi yang dapat dan tidak dapat dilakukan guru tertentu. Seperti memahami apa yang memicu emosi guru galak.


2. Ubah Cara Pandang 

Yuk coba pelan-pelan ubah cara pandang menilai guru galak. 

Setelah memahami guru galak, kamu tahu hal-hal yang dapat memancing emosi guru. Nah, setelah mengetahui hal yang dapat memancing emosi guru, ubahlah cara pandang mu mengenai hal yang membuat guru marah. 

Contoh, guru marah karena tidak ada yang memberikan pertanyaan di kelas. Guru sebenarnya ingin mengetahui sejauh mana pemahaman kalian atas apa yang kalian tangkap dari penjelasan guru tersebut. Jika hanya diam, guru tidak akan tahu materi apa yang belum dikuasai. Bisa sajakan sobat DuPi hanya sungkan untuk bertanya padahal Sobat Dupi belum paham betul.

Nah, dengan mengubah cara pandang, Sobat DuPi bisa melihat sisi positif dari sikap guru tersebut.


3. Pahami Materi Sebelum Kelas 

Memahami materi sebelum kelas berlangsung, dapat menarik perhatian guru. Sobat DuPi bisa bertanya atau memberi pendapat seputar materi yang dibawakan oleh guru. Saat itulah ambil kesempatan untuk berperilaku aktif dan positif, sehingga guru akan mengenali sobat DuPi sebagai murid yang baik. Hal itu dapat menambah kesan positif guru terhadap Sobat DuPi. 

Tapi ingat! Hindari menanyakan hal yang sudah dijelaskan berulang oleh guru, hal tersebut akan menciptakan kesan bahwa Sobat DuPi tidak menyimak pelajaran dengan baik.

Ketika melihat ada siswa yang aktif dan antusias, guru akan terlihat lebih bahagia dan merasa dihargai oleh muridnya. Hal ini dapat memberikan keceriaan bagi guru sehingga suasana kelas akan jauh lebih santai. 

Belajar untuk melakukan apa yang guru senangi, maka hal tersebut akan membawa dampak yang positif bagi siswa dalam proses pembelajaran di kelas.


4. Tetap Santai dan Sopan 

Sobat DuPi berpikirlah positif jangan berpikir negatif terhadap guru. Jangan merasa takut jika tidak berbuat salah, tetap fokuskan pikiran dengan materi yang diajarkan oleh guru. Jika kita santai, hal itu akan membuat kita mudah untuk menerima materi.

Ingat, guru tidak akan menghukum jika siswa berbuat benar. Setelah merasa tenang, jangan lupa juga untuk selalu sopan dan menjaga sikap saat pelajaran. Bersikap tenang bukan berarti menyepelekan guru ya. 


Usahakan berlaku sopan dengan menjaga sikap. Bila Sobat DuPi tidak setuju dengan apa yang dibicarakan guru, lebih baik disampaikan secara langsung saat selesai kelas daripada membicarakan di belakang guru. Usahakan tetap memberi hormat dan berperilaku sopan saat menanyakan hal tersebut pada guru. Hindari pernyataan yang dapat menyudutkan guru sehingga kita dapat menciptakan komunikasi yang baik. 


Yuhuii... langsung praktekkan saja ya Sobat DuPi di kelas. Mumpung hari guru, barangkali ada Sobat DuPi yang mau mempersembahkan musikalisasi puisi atau orasi membacakan langsung pada sang guru idaman. Nih... aku sisipkan puisi ciptaan guru sastra kita. Chairil Anwar


Terima Kasih Guru

Oleh: Chairil Anwar


Terima kasih, guru

Untuk teladan yang telah kau berikan

Aku selalu mempertimbangkan semua yang kau ajarkan

Dan merefleksikan itu semua pada karakter dan pribadiku

Aku mau menjadi sepertimu

Pintar, menarik, dan gemesin

Positif, percaya diri, protektif


Aku mau menjadi sepertimu

Berpengetahuan, pemahaman yang dalam

Berfikir dengan hati dan juga kepala

Memberikan kami yang terbaik

Dengan sensitif dan penuh perhatian

Aku mau menjadi sepertimu

Memberikan waktumu, energi dan bakat

Untuk meyakinkan masa depan yang cerah

Pada kita semua

Terima kasih, guru

Yang telah membimbing kami

Aku mau menjadi sepertimu.



Sampai bertemu kembali Sobat. Jaga kesehatan ya! Bye-bye ... 



Sumber:

- brainacademy 

- puisi Chairil Anwar.

Tidak ada komentar:

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...