Jumat, Oktober 29, 2021

17 Tahun, Jadi Apakah Aku?

Halo sahabat DuPi, apa kabar ?

Kembali lagi dengan Dunia Psikologi, satu dua telinga untuk berjuta-juta suara.

Sahabat DuPi, apa yang pertama kali sahabat DuPi pikirkan, saat menginjak usia 17 tahun?

Masa depan? Doi? Kerja? Seberapa banyak masalah yang akan dihadapi? Atau malah tersadar bahwa tidak akan dapat jatah jajan lagi?

  ☆Perkembangan pemuda usia 17 & 18 tahun.☆ 🎭)

 1.🎭 Perkembangan Kognitif

1️⃣7️⃣ Anak dengan usia 17 tahun biasanya mencoba berpikir 'dewasa' atau kritis. Ia mulai memikirkan masa depan yang sifatnya lebih realistis. Mencoba dan ingin mandiri, serta berusaha untuk tetap kuat terhadap tekanan dari orang luar. 

Sekolah, organisasi, ataupun kegiatan sosial yang ia ikuti adalah sarana yang baik untuk perkembangannya. Hal ini bisa memberikan pelajaran pada anak, bagaiaman menyerap informasi, menyikapi sudut pandang, melatih berbicara di depan umum, sehingga mempengaruhi pola pikirnya yang semakin dewasa.

1️⃣8️⃣ Pola pikirnya sudah seperti orang dewasa walau otak masih terus berkembang. Ada kalanya sudah mampu memahami konflik. Dan sudah memikirkan masa depannya nanti. Ia dapat melihat masalah dengan beberapa kemungkinan, mampu membedakan benar salah, mampu mempertimbangkan pilihan, meningkatkan simpati dan empati, serta masa berpikir idealis.

2.🎭 Perkembangan Psikologis

1️⃣7️⃣ Sahabat DuPi yang berbahagia, secara psikologis usia 17 tahun, remaja ini mulai mencari jati diri. Semakin jauh memikirkan kehidupannya kelak.

Usia ini sudah merasa dirinya mandiri namun emosinya masih naik turun. Ia akan belajar memaafkan apabila ada masalah dengan teman dekat. Selain itu juga merasa nyaman saat mempunyai hubungan dengan lawan jenis. Benih-benih cinta ini, kawan.

1️⃣8️⃣ Tidak semua remaja 18 tahun sudah mengetahui identitas diri dan apa yang diinginkan. Lingkungan juga bisa mempengaruhi perkembangan psikologisnya. Ketika ia ada di lingkungan yang tepat, maka ia bisa membangun support system yang sejalan dengannya. Ia membutuhkan pendapat orang lain sebagai petunjuk. Hubungannya dengan lawan jenis semakin intim, serta membuka diri memperluas pertemanan.

3.🎭 Perkembangan emosional

1️⃣7️⃣ Perkembangan emosional pada  usia 17 tahun, tidak akan sama satu dengan lainnya. Apalagi saat menangani masalah. Tiap remaja berbeda-beda menanganinya. Ada yang sudah mampu menjalani segala sesuatu dengan mandiri, ada juga yang masih khawatir dan belum mampu. Hal ini karena dia tidak yakin dengan apa yang diinginkan.

1️⃣8️⃣ Secara umum, remaja  perempuan mempunyai sisi emosional yang lebih tinggi. Karenanya ia lebih sulit memutuskan apa yang diinginkan. Pada perkembangannya, ia merasakan ada sedikit kebebasan dalam mendalami dunia barunya. Ada kebahagiaan dan ketakutan sehingga masih membutuhkan orang tua agar tidak keluar dati jalur.

4. 🎭 Perkembangan sosial

1️⃣7️⃣ Kedekatan dengan sahabat biasanya sudah dimulai sejak usia 12 tahun. Walau sesekali ada perdebatan, hal ini wajar. Karena sifat masing-masing anak berbeda. Berbeda hubungan dengan keluarganya, meluangkan waktu untuk keluarga. Di usia ini, akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman/pacar. Anak usia 17 tahun harus bisa bertanggung jawab dan memahami batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan lawan jenis.

1️⃣8️⃣ Hal wajar jika orang tua khawatir ketika anak berhubungan dengan lawan jenis. Sehingga anak seusianya harus mengerti dan memahami pendidikan seks sedini mungkin. Beri batasan yang harus dijaga. Jija hubungannya dengan teman, remaja 18 tahun sudah stabil. Ia akan lebih menyeleksi di lingkungan baru. 

5. 🎭 Perkembangan bahasa

1️⃣7️⃣ Kebanyakan remaja 17 tahun akan berbicara seperti orang dewasa. Apalagi mereka memiliki istilah-istilah baru. Dalam perkembangan di usia 17 tahun, cari pemahaman agar bisa mengendalikan perkataan kepada orang yang lebih tua. Tontonan informatif bisa menambah pembendaharaan kata. Selain itu, cobalah untuk mempelajari bahasa asing.

1️⃣8️⃣ Tidak berbeda jauh dengan usia 17 tahun.  Remaja ini sudah bisa menyesuaikan diri dalan konteks berbicara dengan orang lain.

[Jika Aku, Dewasa Nanti ... ]

Sobat DuPi, masih ingatkah kalian waktu kecil dulu. Banyak diantara kita yang mendambakan kedewasaan. Menanti datangnya masa itu dan sampai akhirnya tibalah masa itu, kita malah ingin kembali pada masa anak-anak. 

Lucu Bukan? Mari, sesekali kita tertawakan diri sendiri. Agar segera sadar!

Sahabat DuPi semua, seperti yang sudah aku sampaikan. Kita akan membahas mengenai perkembangan remaja dan dewasa. Langsung kita bahas sisanya saja yups!

 ☆Perkembangan pemuda usia 20 tahun-an.☆ 🎭

 1.🎭 Adolensaensi (17-19/21 tahun)

Pada masa ini, remaja mulai menemukan nilai-nilai hidup baru, sehingga semakin jelaslah pemahaman tentang diri sendiri. Ia lebih kritis terhadap objek di luar dirinya. Dan mampu mengambil sintese antara dunia luar dan internal.

Secara obyektif dan aktif, ia melibatkan diri dengan dunia luar sambil mencoba 'mendidik' dirinya sendiri. Di usia ini yang sangat dibutuhkan adalah pendidikan dari orang tua hang berkepribadian sederhana dan jujur, yang tidak banyak menuntut anak dan membiarkannya berkembang sesuai kodratnya. 

Narsitik pada adolensensi sifatnya seringkali 'banyak menuntut'. Ia sangat sensitif terhadap kekecewaan dan mudah mengunggah harga diri berlebihan

Pengamatan intensif ke dalam diri sendiri juga menjadi ciri khas masa ini. Umumnya lebih lebih kuat dan lama berlangsung pada gadis dari pada laki-laki. Inilah yang menjadi sebab timbulnya dua ciri khas wanita, intuisi yang halus dan tajam.

2.🎭 Dewasa Awal

Merupakan peralihan dari masa remaja. Pada masa awal dewasa, identitas diri di dapat sedikit demi sedikit sesuai dengan jmur kronologis dan mental. Dengan bertambahnya umur berbagai masalah muncul. Dari segi emosional, pada masa ini adalah masa dimana motivasi meraih sesuatu sangat besar didukug oleh fisik yang prima. Sehingga ada steriotipe yang lebih mengutamakan kekuatan fisik daripada rasio.

Perkembangan sosial masa dewasa awal adalah puncak dari perkembangan sosial masa dewasa. Pada masa ini, penentuan relasi memegang peran sangat penting. Menurut Havighurst, tugas perkembangan dewasa awal adalah menikah atau membangun satu keluarga, mengelola rumah tangga, mendidik atau mengasuh anak, memikul tanggung jawab sebagai warg negara, membuat hubungan dengan suatu kelompok tertentu, dan melakukan suatu pekerjaan. Dewasa awal merupakan masa permulaan dimana seseorang mulai menjalin hubungan secara intim dengan lawan jenisnya.

Yups! Seperti itu kira-kira penjelasannya, Sobat. Bagaimana? So sudah pahamlah ya ... bagaimana perkembangan psikologis usia 17 dan 20 an. 

Sampai jumpa di lain waktu. 
Salam penuh cinta, Dunia Psikologi


Sumber
Hello sehat 
DosenPsikologi.com

Minggu, Oktober 24, 2021

Mengenal Jurusan Psikologi Lebih Dekat

Hai, hai, halo ... para sobat DuPi di mana pun kalian berada, semoga sehat selalu ya ... 

Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 


Wah, sudah hari minggu lagi nih sob, kalian punya rencana apa nih untuk mengisi ahir pekan?

Aku kasih info ya, minggu ini merupakan minggu spesial lho ...

Loh, kok bisa?

Iya, hari ini merupakan Hari Dokter Nasional


Hari Dokter Nasional setiap tahunnya diperingati pada tanggal 24 Oktober oleh para dokter di seluruh Indonesia. Hari Dokter Nasional juga identik dengan hari jadi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Kalian pasti mengerti jika peran dokter sangat penting, terlebih di masa- masa pandemi seperti ini. Dokter dan para tenaga medis lain seperti perawat dan petugas-petugas kesehatan lainnya patut mendapatkan gelar pahlawan dalam masa pandemi corona saat ini. Dokter beserta para petugas kesehatan telah bekerja dalam senyap dan sukarela, mempertaruhkan nyawa demi keselamatan orang lain.

Apakah dari kalian ada yang bermimpi jadi seorang dokter? atau ragu untuk menjadi dokter?

Kali ini aku bakal mengulas tentang salah satu jurusan di bidang kedokteran, yakni psikologi. Yuk simak ulasannya!

 

Apa Itu Jurusan Psikologi?

Jurusan Psikologi adalah salah satu bidang keilmuan yang mempelajari tentang manusia. Manusia yang dimaksud di sini tak sebatas pada perilakunya saja, melainkan mempelajari jiwa yang mempengaruhi tindakan tersebut. Misalnya pada konteks sosial, seperti mempelajari bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya, atau dalam konteks industri mempelajari bagaimana seseorang berperilaku terkait dengan posisinya di sebuah perusahaan.

🗣Pembelajarannya Seperti Apa, Kak?

Jadi, kalian akan diajak untuk meneliti alur pemikiran seseorang dan mencari tahu alasan yang ada di balik perilakunya. 

Artinya, mahasiswa akan belajar tentang "manusia" sebagai individu, dengan memperhatikan setiap latar belakang yang mengikutinya.

Seperti yang kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk yang unik, bahkan ketika diberi stimulus yang sama pun responnya bisa berbeda tergantung pada pengetahuan, pengalaman, perasaan, harapan, dan banyak faktor penentu lainnya.

🗣Apa Saja yang Dipelajari?

Banyak banget sobat...

Rentang Perkembangan Manusia, Biopsikologi, Teori-teori Kepribadian, Psikologi Sosial, Psikologi Pendidikan, Psikologi Komunikasi, Asesmen Dasar, Teori dan Aplikasi Pengukuran Psikologi, Kesehatan Mental, Psikologi Industri, Intervensi Psikologi, Psikologi Pendidikan ARBK, Gangguan Mental, Psikologi Organisasi, Integrasi Psikologi, Psikologi Faal, Psikologi Perkembangan, Statistika, Psikometri, Psikodiagnostik, Kode Etik Psikologi, Psikologi Konseling, Patologi & Rehabilitasi Sosial, Psikologi Lintas Budaya, Psikologi Lingkungan, Masalah-masalah Psikologis Remaja, Psikogeriatri, Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini, Psikogerontologi, Andragogi, Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Psikologi sekolah, Bimbingan dan Konseling

 

Nah, di jurusan psikologi juga ada peminatannya lho, sob, seperti Psikologi Klinis, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikologi Industri dan Organisasi, serta Psikologi Perkembangan.

Jadi, kamu akan mempelajarinya tergantung dengan peminatan yang kamu ambil.

🗣Kalau Lulusan Psikologi, Apa Cuma bisa Jadi Psikiater atau Bidang Konseling Psikolog saja?

It’ s big No,

Faktanya prospek kerja lulusan psikologi itu tidak hanya di bidang konseling. Ada banyak sekali peluang kerja yang menanti lulusan psikologi, karena psikologi merupakan salah satu prodi yang paling banyak dicari di dunia kerja.

Beberapa pilihan karier yang bisa kamu geluti setelah kuliah di jurusan ini adalah pekerjaan di bidang human resorces atau HRD, bidang pelatihan (learning & development), rekruiter, assesor, dosen, perawat kesehatan mental, tenaga pendidik atau konsultan karier.

 

🗣Kuntungan Apa Saja yang Didapatkan Jika Memilih Jurusan Psikologi?

▪︎ Lulusan Psikologi memiliki fungsi asesmen yang kuat, sehingga mampu memetakan personil berdasarkan potensi dan karakternya.

▪︎ Kamu bisa bergabung dengan consulting firm atau mendirikan perusahaan jasa konsultan psikologi, dengan begitu kamu akan menjadi HR consultant.

▪︎ Kalau kamu ingin jadi abdi negara bisa juga bergabung dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan banyak lembaga lainnya.

▪︎ Institusi pemerintah, BUMN, maupun perusahaan swasta membutuhkan lulusan Psikologi pada bagian personalia untuk membantu mengelola SDM


Gimana-gimana? 

Keren nggak ... keren nggak? 

Kerenlah, masa enggak! 

Sahabat DuPi tertarik dengan jurusan psikologi? Jika tertarik tingkatkan prestasi dan rajin belajar ya.


Ada sedikit pesan buat para dokter dan tenaga medis di seluruh tanah air.

"Dirgahayu Dokter Indonesia, terima kasih atas pengabdianmu, demi sehatnya negeri ini, yang rela melindungi anak bangsa dengan sepenuh hati, yang rela berkorban demi menyelamatkan negeri. Jasamu 'kan kukenang sebagai pahlawan negeri pertiwi." ~R.H Salsabila

 

Oke sob, cukup sampai di sini pertemuan kita hari ini.

Salam penuh cinta, Dunia Psikologi.



 

 

 


R.H Salsabila, 24 Oktober 2021

 

 

 

 

Jumat, Oktober 15, 2021

Kenali Hewan Peliharaan: Hak, Psikologi dan Perilakunya

Hallo sahabat DuPi. Bagaimana kabarnya? Bahagia? Sedih? Kecewa? Bersemangat? Atau sedang menunggu dia yang tak kunjung memberi kepastian? 
Dari pada merenungi kesedihan mari berbincang sedikit mengenai hari ini. 

Tahukah kalian? Hari ini, bertepatan  dengan tanggal 15 Oktober merupakan hari hak asasi hewan lho!

Loh, memang hewan ada hak asasi juga ya?

Eitsh .... 
Jangan salah guys. Hewan juga punya hak asasi seperti kita. 

Mau tahu apa saja hak asasi yang dimiliki hewan. Mari simak bersama.

Hak Asasi Hewan :
     1. Bebas rasa haus dan lapar.
     2. Bebas dari rasa tidak nyaman.
     3. Bebas untuk berekspresi sesuai tingkah         laku alami mereka
     4. Bebas dari rasa takut dan tertekan
     5. Bebas dari sakit atau dilukai.

Bagaiamana jika ada yang melanggar hak asasi hewan? 

Tentu dikenakan KUHP pasal 302. Nah, buat teman-teman sahabat DuPi, jika kalian memiliki hewan peliharaan di rumah. Wajib diperlakukan dengan baik ya. Memberi makan, tempat tinggal yang nyaman dan layak, jangan lupa merawatnya dengan penuh kasih sayang.

Sahabat DuPi tahu tidak? Kalau hewan bisa juga mengalami masalah psikologis loh. Untuk sebagiannya mimin akan paparkan 5 masalah psikologis hewan.

Masalah psikologi pada hewan

• 1. Depresi
Gangguan depresi sangat lekat dengan primata dan tikus, kemungkinan besar karena mereka selalu dijadikan subjek percobaan ilmiah. Beberapa hewan di kebun binatang juga sering menunjukkan gejala depresi seperti lesu, perilaku kompulsif, gangguan pada nafsu makan, dan kecenderungan untuk melukai diri sendiri.

Dilansir Pet Health Center, tindakan pertama pada hewan peliharaan yang mengalami depresi adalah menghilangkan penyebab medis yang mendasarinya. Baik depresi maupun rasa sakit fisik dapat memicu kecemasan di dalam diri hewan peliharaan, yang membuat mereka menarik diri dari interaksi sosial dan menunjukkan perilaku aneh lainnya.
Para dokter hewan setuju kalau kemungkinan depresi pada kucing jauh lebih kecil daripada anjing. Bagi mereka, gangguan yang sering dialami kucing adalah kecemasan.

2. Kecemasan
Stres adalah reaksi normal yang dikeluarkan hewan ketika lingkungan di sekitarnya mulai tidak kondusif. Penyedot debu, orang asing, dan pemilik yang berisik dapat membuat hewan peliharaan stres. Namun, beberapa hewan peliharaan akan mengalami stres yang jauh lebih parah daripada hewan lainnya.
Jika seekor kucing merasa stres, mereka akan gemetar, bersembunyi, bersikap agresif, terus mengeong dengan keras, dan enggan masuk ke dalam kotak kotoran. Untuk anjing, ciri-cirinya nyaris serupa. 

3. Gangguan tidur
Baik kucing maupun anjing dapat menderita gangguan tidur yang berbeda-beda. Misalnya narkolepsi, yang dapat menyebabkan mereka tertidur lelap dalam waktu yang lama, sleep apnea yang dapat merusak kualitas tidur, atau gangguan perilaku REM (Rapid Eye Movement) yang dapat menyebabkan anjing menabrakan diri ke dinding saat sedang tertidur.

Beberapa pemilik kucing juga sering mendeskripsikan kucing mereka sebagai penderita insomnia, walau hal ini sering kali menjadi kesalahpahaman tentang siklus tidur kucing. Kucing sendiri adalah hewan krepuskular, artinya mereka aktif di antara waktu senja dan subuh.
Melatonin, akupunktur, dan obat-obatan herbal dapat membantu mengatasi insomnia pada hewan, walau terkadang beberapa dokter hewan juga meresepkan diet khusus yang mengandung asam lemak omega-3 dan antioksidan yang tinggi.

4. Gangguan makan
Sulit untuk mengetahui apakah hewan peliharaan kita menderita gangguan makan seperti yang kita alami atau tidak, karena sangat sulit untuk memastikan dorongan mental dan emosional di balik kebiasaan makan mereka. Beberapa hewan bisa sulit makan, walau kucing dan anjing bisa makan secara terus menerus jika kita membiarkannya.

Namun, pernahkah kalian melihat hewan liar yang mengalami obesitas? Menurut beberapa dokter hewan, mereka terus menerus makan karena minimnya aktivitas harian. Berbeda dengan hewan liar, mereka tidak harus berburu untuk mendapatkan makanan di rumah.
Jadi, beberapa dokter menyarankan untuk mengalihkan dorongan makan mereka ke beberapa jenis aktivitas seperti berjalan-jalan di taman atau bermain dengan bola.

5. Gangguan pica
Sebagian besar pemilik kucing dan anjing mungkin memiliki cerita lucu tentang bagaimana hewan kesayangan mereka mengunyah atau mencakar perabotan rumah. Namun, ada hal yang patut diwaspadai dari perilaku ini. Saat hewan peliharaan terus memakan sesuatu yang bukan makanan, itu adalah gangguan yang disebut pica.

Terlepas dari terminologinya, pica dapat berupa kecemasan biasa hingga gangguan yang dapat mengancam jiwa mereka. Jika disebabkan oleh kekurangan nutrisi atau masalah gigi, perawatannya cukup mudah. Namun, pica sering kali disebabkan oleh kebosanan atau kecemasan yang muncul karena berpisah dengan pemilik mereka.

Jika itu masalahnya, akan lebih sulit lagi untuk diobati. Namun terkadang, gangguan ini dapat ditangani dengan cara membuang atau menyembunyikan barang-barang yang biasa mereka gigit.

Itu hanya sebagiannya saja ya sahabat DuPi. Bagaimana keadaan peliharaan kalian? Pastikan mereka mendapat hak mereka ya. Kira-kira sahabat DuPi, penasaran tidak ya? Ilmu apa yang mempelajari psikologi hewan itu? Barangkali ada yang berminat. Saya kasih bocoran sedikit, namanya psikologi komparatif

Bukannya etologi, ya?

Bukan. Etologi itu cabang dari biologi sobat. Persamaannya, sama-sama mempelajari tingkah laku hewan. Perbedaanya, kalau etologi dikaji secara anatomi. Berbeda dengan psikologi komparatif, ia mengkaji menggunakan sudut pandang psikologi dari hewan.

Apa sih psikologi komperatif?

Psikologi komparatif adalah cabang psikologi yang berkaitan dengan studi perilaku hewan. Penelitian modern tentang perilaku hewan dimulai dengan karya Charles Darwin dan Georges Romanes dan bidang tersebut telah berkembang menjadi subjek multidisiplin. Ahli biologi, psikolog , antropolog, ahli ekologi, ahli genetika, dan banyak lainnya berkontribusi pada studi perilaku hewan.

Psikologi komparatif sering menggunakan metode komparatif untuk mempelajari perilaku hewan. Metode komparatif melibatkan membandingkan persamaan dan perbedaan di antara spesies untuk mendapatkan pemahaman tentang hubungan evolusi. Metode komparatif juga dapat digunakan untuk membandingkan spesies hewan modern dengan spesies purba.

Sejarah Singkat Psikologi Komparatif

Pierre Flourens, seorang mahasiswa Charles Darwin dan George Romanes, menjadi orang pertama yang menggunakan istilah ini dalam bukunya Comparative Psychology (Psychologie Comparée ), yang diterbitkan pada tahun 1864. Pada tahun 1882, Romanes menerbitkan bukunya Animal Intelligence di mana ia mengajukan sebuah sains. dan sistem membandingkan perilaku hewan dan manusia. Pemikir komparatif penting lainnya termasuk C. Lloyd Morgan dan Konrad Lorenz.
Perkembangan psikologi komparatif juga dipengaruhi oleh psikolog belajar termasuk Ivan Pavlov dan Edward Thorndike dan oleh behavioris termasuk John B.
Watson dan BF Skinner .

Psikologi komparatif juga terkenal digunakan untuk mempelajari proses perkembangan. Dalam percobaan pencetakan Konrad Lorenz yang terkenal, ia menemukan bahwa angsa dan itik memiliki masa kritis perkembangan di mana mereka harus melekat pada sosok orang tua, sebuah proses yang dikenal sebagai pencantuman. Lorenze bahkan menemukan bahwa dia bisa membuat burung-burung itu menempel pada dirinya sendiri. Jika hewan melewatkan kesempatan penting ini, mereka tidak akan mengembangkan keterikatan di kemudian hari.

Selama tahun 1950-an, psikolog Harry Harlowmelakukan serangkaian eksperimen yang mengganggu pada deprivasi ibu. Monyet rhesus bayi dipisahkan dari ibu mereka. Dalam beberapa variasi percobaan, monyet muda akan dipelihara dengan kawat "ibu." Seorang ibu akan ditutupi kain, sementara yang lain menyediakan makanan. Harlow menemukan bahwa monyet terutama akan mencari kenyamanan ibu kain versus makanan ibu kawat.

Dalam semua contoh eksperimennya, Harlow menemukan bahwa kekurangan ibu awal ini menyebabkan kerusakan emosional yang serius dan tidak dapat diubah.

Monyet yang dicabut ini tidak dapat berintegrasi secara sosial, tidak dapat membentuk ikatan, dan sangat terganggu secara emosional. Karya Harlow telah digunakan untuk menunjukkan bahwa anak-anak manusia juga memiliki jendela kritis untuk membentuk keterikatan. Ketika keterikatan ini tidak terbentuk selama tahun-tahun awal masa kanak-kanak, psikolog menyarankan, kerusakan emosional jangka panjang dapat terjadi.

Literatur yang menarik dalam psikologi komparatif

Ada sejumlah topik yang berbeda yang menarik minat para psikolog komparatif. Evolusi adalah salah satu subjek utama yang menarik, dan penelitian sering berfokus pada bagaimana proses evolusi telah berkontribusi pada pola perilaku tertentu.

Beberapa bidang lain yang menarik termasuk faktor keturunan (bagaimana genetik berkontribusi terhadap perilaku), adaptasi dan pembelajaran (bagaimana lingkungan berkontribusi terhadap perilaku), perkawinan (bagaimana spesies berbeda bereproduksi), menjadi orang tua (bagaimana perilaku orang tua berkontribusi terhadap perilaku keturunan), dan studi primata.

Psikolog komparatif terkadang berfokus pada perilaku individu spesies hewan tertentu termasuk topik seperti perawatan pribadi, bermain, bersarang, menimbun, makan, dan perilaku gerakan. Topik lain yang mungkin dipelajari oleh psikolog komparatif mencakup perilaku reproduksi, pencetakan, perilaku sosial, pembelajaran, kesadaran, komunikasi, naluri, dan motivasi.

Studi perilaku hewan dapat mengarah pada pemahaman psikologi manusia yang lebih dalam dan lebih luas. Penelitian tentang perilaku hewan telah menghasilkan banyak penemuan tentang perilaku manusia, seperti penelitian Ivan Pavlov tentang pengkondisian klasik atau karya Harry Harlow dengan monyet rhesus. Mahasiswa ilmu biologi dan ilmu sosial dapat mengambil manfaat dari mempelajari psikologi komparatif.

Segitu dulu ya sobat DuPi. Kalau ingin berlanjut pembahasannya bisa komen saja di bawah ya! Nanti kita diskusikan bersama. 
Sampai Jumpa!



Penulis : Awal 

Sumber:
https://id.reoveme.com/psikologi-komparatif-dan-perilaku-hewan/

https://www.google.com/amp/s/www.idntimes.com/science/discovery/amp/shandy-pradana/masalah-psikologis-ini-bisa-menyerang-hewan-peliharaanmu-c1c2

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...