Jumat, Oktober 15, 2021

Kenali Hewan Peliharaan: Hak, Psikologi dan Perilakunya

Hallo sahabat DuPi. Bagaimana kabarnya? Bahagia? Sedih? Kecewa? Bersemangat? Atau sedang menunggu dia yang tak kunjung memberi kepastian? 
Dari pada merenungi kesedihan mari berbincang sedikit mengenai hari ini. 

Tahukah kalian? Hari ini, bertepatan  dengan tanggal 15 Oktober merupakan hari hak asasi hewan lho!

Loh, memang hewan ada hak asasi juga ya?

Eitsh .... 
Jangan salah guys. Hewan juga punya hak asasi seperti kita. 

Mau tahu apa saja hak asasi yang dimiliki hewan. Mari simak bersama.

Hak Asasi Hewan :
     1. Bebas rasa haus dan lapar.
     2. Bebas dari rasa tidak nyaman.
     3. Bebas untuk berekspresi sesuai tingkah         laku alami mereka
     4. Bebas dari rasa takut dan tertekan
     5. Bebas dari sakit atau dilukai.

Bagaiamana jika ada yang melanggar hak asasi hewan? 

Tentu dikenakan KUHP pasal 302. Nah, buat teman-teman sahabat DuPi, jika kalian memiliki hewan peliharaan di rumah. Wajib diperlakukan dengan baik ya. Memberi makan, tempat tinggal yang nyaman dan layak, jangan lupa merawatnya dengan penuh kasih sayang.

Sahabat DuPi tahu tidak? Kalau hewan bisa juga mengalami masalah psikologis loh. Untuk sebagiannya mimin akan paparkan 5 masalah psikologis hewan.

Masalah psikologi pada hewan

• 1. Depresi
Gangguan depresi sangat lekat dengan primata dan tikus, kemungkinan besar karena mereka selalu dijadikan subjek percobaan ilmiah. Beberapa hewan di kebun binatang juga sering menunjukkan gejala depresi seperti lesu, perilaku kompulsif, gangguan pada nafsu makan, dan kecenderungan untuk melukai diri sendiri.

Dilansir Pet Health Center, tindakan pertama pada hewan peliharaan yang mengalami depresi adalah menghilangkan penyebab medis yang mendasarinya. Baik depresi maupun rasa sakit fisik dapat memicu kecemasan di dalam diri hewan peliharaan, yang membuat mereka menarik diri dari interaksi sosial dan menunjukkan perilaku aneh lainnya.
Para dokter hewan setuju kalau kemungkinan depresi pada kucing jauh lebih kecil daripada anjing. Bagi mereka, gangguan yang sering dialami kucing adalah kecemasan.

2. Kecemasan
Stres adalah reaksi normal yang dikeluarkan hewan ketika lingkungan di sekitarnya mulai tidak kondusif. Penyedot debu, orang asing, dan pemilik yang berisik dapat membuat hewan peliharaan stres. Namun, beberapa hewan peliharaan akan mengalami stres yang jauh lebih parah daripada hewan lainnya.
Jika seekor kucing merasa stres, mereka akan gemetar, bersembunyi, bersikap agresif, terus mengeong dengan keras, dan enggan masuk ke dalam kotak kotoran. Untuk anjing, ciri-cirinya nyaris serupa. 

3. Gangguan tidur
Baik kucing maupun anjing dapat menderita gangguan tidur yang berbeda-beda. Misalnya narkolepsi, yang dapat menyebabkan mereka tertidur lelap dalam waktu yang lama, sleep apnea yang dapat merusak kualitas tidur, atau gangguan perilaku REM (Rapid Eye Movement) yang dapat menyebabkan anjing menabrakan diri ke dinding saat sedang tertidur.

Beberapa pemilik kucing juga sering mendeskripsikan kucing mereka sebagai penderita insomnia, walau hal ini sering kali menjadi kesalahpahaman tentang siklus tidur kucing. Kucing sendiri adalah hewan krepuskular, artinya mereka aktif di antara waktu senja dan subuh.
Melatonin, akupunktur, dan obat-obatan herbal dapat membantu mengatasi insomnia pada hewan, walau terkadang beberapa dokter hewan juga meresepkan diet khusus yang mengandung asam lemak omega-3 dan antioksidan yang tinggi.

4. Gangguan makan
Sulit untuk mengetahui apakah hewan peliharaan kita menderita gangguan makan seperti yang kita alami atau tidak, karena sangat sulit untuk memastikan dorongan mental dan emosional di balik kebiasaan makan mereka. Beberapa hewan bisa sulit makan, walau kucing dan anjing bisa makan secara terus menerus jika kita membiarkannya.

Namun, pernahkah kalian melihat hewan liar yang mengalami obesitas? Menurut beberapa dokter hewan, mereka terus menerus makan karena minimnya aktivitas harian. Berbeda dengan hewan liar, mereka tidak harus berburu untuk mendapatkan makanan di rumah.
Jadi, beberapa dokter menyarankan untuk mengalihkan dorongan makan mereka ke beberapa jenis aktivitas seperti berjalan-jalan di taman atau bermain dengan bola.

5. Gangguan pica
Sebagian besar pemilik kucing dan anjing mungkin memiliki cerita lucu tentang bagaimana hewan kesayangan mereka mengunyah atau mencakar perabotan rumah. Namun, ada hal yang patut diwaspadai dari perilaku ini. Saat hewan peliharaan terus memakan sesuatu yang bukan makanan, itu adalah gangguan yang disebut pica.

Terlepas dari terminologinya, pica dapat berupa kecemasan biasa hingga gangguan yang dapat mengancam jiwa mereka. Jika disebabkan oleh kekurangan nutrisi atau masalah gigi, perawatannya cukup mudah. Namun, pica sering kali disebabkan oleh kebosanan atau kecemasan yang muncul karena berpisah dengan pemilik mereka.

Jika itu masalahnya, akan lebih sulit lagi untuk diobati. Namun terkadang, gangguan ini dapat ditangani dengan cara membuang atau menyembunyikan barang-barang yang biasa mereka gigit.

Itu hanya sebagiannya saja ya sahabat DuPi. Bagaimana keadaan peliharaan kalian? Pastikan mereka mendapat hak mereka ya. Kira-kira sahabat DuPi, penasaran tidak ya? Ilmu apa yang mempelajari psikologi hewan itu? Barangkali ada yang berminat. Saya kasih bocoran sedikit, namanya psikologi komparatif

Bukannya etologi, ya?

Bukan. Etologi itu cabang dari biologi sobat. Persamaannya, sama-sama mempelajari tingkah laku hewan. Perbedaanya, kalau etologi dikaji secara anatomi. Berbeda dengan psikologi komparatif, ia mengkaji menggunakan sudut pandang psikologi dari hewan.

Apa sih psikologi komperatif?

Psikologi komparatif adalah cabang psikologi yang berkaitan dengan studi perilaku hewan. Penelitian modern tentang perilaku hewan dimulai dengan karya Charles Darwin dan Georges Romanes dan bidang tersebut telah berkembang menjadi subjek multidisiplin. Ahli biologi, psikolog , antropolog, ahli ekologi, ahli genetika, dan banyak lainnya berkontribusi pada studi perilaku hewan.

Psikologi komparatif sering menggunakan metode komparatif untuk mempelajari perilaku hewan. Metode komparatif melibatkan membandingkan persamaan dan perbedaan di antara spesies untuk mendapatkan pemahaman tentang hubungan evolusi. Metode komparatif juga dapat digunakan untuk membandingkan spesies hewan modern dengan spesies purba.

Sejarah Singkat Psikologi Komparatif

Pierre Flourens, seorang mahasiswa Charles Darwin dan George Romanes, menjadi orang pertama yang menggunakan istilah ini dalam bukunya Comparative Psychology (Psychologie Comparée ), yang diterbitkan pada tahun 1864. Pada tahun 1882, Romanes menerbitkan bukunya Animal Intelligence di mana ia mengajukan sebuah sains. dan sistem membandingkan perilaku hewan dan manusia. Pemikir komparatif penting lainnya termasuk C. Lloyd Morgan dan Konrad Lorenz.
Perkembangan psikologi komparatif juga dipengaruhi oleh psikolog belajar termasuk Ivan Pavlov dan Edward Thorndike dan oleh behavioris termasuk John B.
Watson dan BF Skinner .

Psikologi komparatif juga terkenal digunakan untuk mempelajari proses perkembangan. Dalam percobaan pencetakan Konrad Lorenz yang terkenal, ia menemukan bahwa angsa dan itik memiliki masa kritis perkembangan di mana mereka harus melekat pada sosok orang tua, sebuah proses yang dikenal sebagai pencantuman. Lorenze bahkan menemukan bahwa dia bisa membuat burung-burung itu menempel pada dirinya sendiri. Jika hewan melewatkan kesempatan penting ini, mereka tidak akan mengembangkan keterikatan di kemudian hari.

Selama tahun 1950-an, psikolog Harry Harlowmelakukan serangkaian eksperimen yang mengganggu pada deprivasi ibu. Monyet rhesus bayi dipisahkan dari ibu mereka. Dalam beberapa variasi percobaan, monyet muda akan dipelihara dengan kawat "ibu." Seorang ibu akan ditutupi kain, sementara yang lain menyediakan makanan. Harlow menemukan bahwa monyet terutama akan mencari kenyamanan ibu kain versus makanan ibu kawat.

Dalam semua contoh eksperimennya, Harlow menemukan bahwa kekurangan ibu awal ini menyebabkan kerusakan emosional yang serius dan tidak dapat diubah.

Monyet yang dicabut ini tidak dapat berintegrasi secara sosial, tidak dapat membentuk ikatan, dan sangat terganggu secara emosional. Karya Harlow telah digunakan untuk menunjukkan bahwa anak-anak manusia juga memiliki jendela kritis untuk membentuk keterikatan. Ketika keterikatan ini tidak terbentuk selama tahun-tahun awal masa kanak-kanak, psikolog menyarankan, kerusakan emosional jangka panjang dapat terjadi.

Literatur yang menarik dalam psikologi komparatif

Ada sejumlah topik yang berbeda yang menarik minat para psikolog komparatif. Evolusi adalah salah satu subjek utama yang menarik, dan penelitian sering berfokus pada bagaimana proses evolusi telah berkontribusi pada pola perilaku tertentu.

Beberapa bidang lain yang menarik termasuk faktor keturunan (bagaimana genetik berkontribusi terhadap perilaku), adaptasi dan pembelajaran (bagaimana lingkungan berkontribusi terhadap perilaku), perkawinan (bagaimana spesies berbeda bereproduksi), menjadi orang tua (bagaimana perilaku orang tua berkontribusi terhadap perilaku keturunan), dan studi primata.

Psikolog komparatif terkadang berfokus pada perilaku individu spesies hewan tertentu termasuk topik seperti perawatan pribadi, bermain, bersarang, menimbun, makan, dan perilaku gerakan. Topik lain yang mungkin dipelajari oleh psikolog komparatif mencakup perilaku reproduksi, pencetakan, perilaku sosial, pembelajaran, kesadaran, komunikasi, naluri, dan motivasi.

Studi perilaku hewan dapat mengarah pada pemahaman psikologi manusia yang lebih dalam dan lebih luas. Penelitian tentang perilaku hewan telah menghasilkan banyak penemuan tentang perilaku manusia, seperti penelitian Ivan Pavlov tentang pengkondisian klasik atau karya Harry Harlow dengan monyet rhesus. Mahasiswa ilmu biologi dan ilmu sosial dapat mengambil manfaat dari mempelajari psikologi komparatif.

Segitu dulu ya sobat DuPi. Kalau ingin berlanjut pembahasannya bisa komen saja di bawah ya! Nanti kita diskusikan bersama. 
Sampai Jumpa!



Penulis : Awal 

Sumber:
https://id.reoveme.com/psikologi-komparatif-dan-perilaku-hewan/

https://www.google.com/amp/s/www.idntimes.com/science/discovery/amp/shandy-pradana/masalah-psikologis-ini-bisa-menyerang-hewan-peliharaanmu-c1c2

Tidak ada komentar:

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...