Halo sahabat DuPi, apa kabar? Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.
"Ada orang-orang yang selalu mengatisipasi masalah, dan dengan cara ini mereka berusaha menikmati segala kesedihan yang tidak pernah benar-benar terjadi pada mereka."—Josh Billings
Seberapa seringkah kita tidak menikmati situasi-situasi malapetaka atau kesuraman❓
Penelitian menunjukkan bahwa :
▪︎ 40% dari kekhawatiran kita tidak akan pernah terjadi
▪︎ 30% terjadi
▪︎ 12% kekhawatiran tentang kesehatan tidak berdasar
▪︎ 10 % kekhawatiran tentang masalah-masalah yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan.
Lihatlah, sahabat DuPi , 92% dari yang kita khawatirkan hanyalah—sebuah kecemasan.
Maka, apa yang akan kita lakukan dengan 8% sisanya❓
Sederhana: berhentilah khawatir. Cegahlah kekhawatiran dengan menganggapnya sebagai kenyataan. Berhentilah merasa cemas dari pikiran yang mendominasi.
Ada sebuah cerita dari seorang istri yang dulunya selalu merasa cemas. Karena selalu takut rumahnya akan dirampok, dia menyuruh suaminya turun ke bawah setiap malam hanya untuk mengecek apakah ada perampok yang masuk ke dalam rumahnya.
Setiap malam, selama 30 tahun, suaminya patuh turun ke lantai bawah untuk memastikan kalau rumah mereka aman. Karena memang sudah takdirnya, suatu malam seorang penyusup pun muncul di rumah mereka.
Sebaliknya, bukannya terkejut melihatnya, sang suami malah berkata, "Tuan, aku memiliki dua permintaan. Pertama, ambil apa yang kau butuhkan, dan kedua, aku akan mengenalkanmu pada istriku karena dia telah menunggu selama 30 tahun untuk bertemu denganmu."
Seorang penulis dari Inggris William Ralph Inge menyatakan, "Kecemasan adalah bunga kesulitan yang terbayarkan sebelum jatuh tempo."
Ramalan-ramalan yang belum tentu terjadi adalah hasil dari kecemasan yang berlebihan. Kita mengubah kecemasan menjadi ramalan jika kita memanjakan diri di dalamnya. Kita bisa mencegah terwujudnya ramalan semacam itu daripada tenggelam dalam ketidakberdayaan.
Kecemasan di definiskan sebagai kesulitan secara mental atau agitasi yang dihasilkan dari keprihatinan biasa pada sesuatu yang akan terjadi atau diantisipasi. Catatlah, kata terakhir adalah "diantisipasi". Maka, berhentilah mengantisipasi!
"Dunia kecemasan" merupakan wilayah kekuasaan virtual; hiduplah dalam kenyataan saat ini.
Salam penuh cinta, Dunia Psikologi
Penulis : Ayasa Coz
Sumber :
- Ong, Johnny (2013) Don't Live Your Life in One Day.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar