Senin, Oktober 11, 2021

PEDIOPHOBIA, Kenali Hubungan Psikologi Manusia dengan Boneka

Hai para sobat DuPi di mana pun kalian berada, semoga sehat selalu ya ... 

Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 

 
 
"Mugunghwa Kkoci pieot seumnida”, 

Nah pasti banyak yang tahu kan, kata-kata ini? Terutama bagi kalian yang sudah nonton serial drama Squid Game.
 
Kata ini diucapkan oleh sosok boneka berbaju kuning dengan mata pendeteksi gerak manusia. Tugas dari boneka tersebut adalah mengeliminasi peserta permainan yang bergerak, dengan cara menembaknya. Wih, serem juga ya, sob.

Jadi hari ini kita akan membahas tentang hubungan manusia dan boneka.

Boneka sering dijadikan sebagai mainan kesayangan oleh anak-anak. Bentuk yang lucu dan menggemaskan serta warnanya yang beragam dan menarik, menjadikan benda satu ini banyak disukai banyak orang namun, ada juga yang takut dengan benda ini. Untuk lebihnya yuk simak penjelasan berikut! 


Pediophobia atau yang sering dikenal dengan fobia terhadap boneka. Hal ini termasuk dalam ketakutan jenis automatonofobia atau ketakutan terhadap figur yang mirip manusia. Salah satu alasan seseorang takut dengan boneka mungkin karena banyak bermunculan film-film horor yang bertema boneka, contohnya seperti boneka yang ada pada serial drama Squid Game itu, sob

Sebenarnya, rasa takut yang ditimbulkan dari efek film mungkin tidak seberapa. Namun pada beberapa orang, ketakutan terhadap boneka ini bisa sangat tidak rasional. Mereka bisa menganggap bahwa boneka benar-benar mampu melukai orang tersebut. Selain dari menonton film, fobia ini juga dapat dipicu oleh peristiwa traumatis, sehingga orang tersebut takut dengan boneka. Bayangan menyeramkan mengenai boneka yang tertanam sejak kecil juga bisa mengakibatkan orang tersebut mengalami pediophobia dikemudian hari. Biasanya pediophobia lebih cenderung dialami oleh wanita dibandingkan pria.

Lalu seperti apa gejala yang ditimbulkan?

Orang yang mengalami pediophobia dia akan merasa takut yang intens, kesulitan bernapas. nyeri dada atau sesak napas, detak jantung cepat, berkeringat, gemetar, serangan panik, seperti ingin mencoba melarikan diri, mual, pusing, menangis bersembunyi di belakang orang lain, atau mengamuk saat melihat atau sekedar membayangkan boneka. 

 Bagiamana cara mengatasinya?  

Cara untuk mengatasi pediophobia yakni dengan melakukan 

1. Terapi

Ada beberapa terapi yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Terapi Pajanan
  • Terapi Keluarga
  • Terapi Virtual
  • Terapi Perilaku Kognitif
  • Hipnosis

 2. Minum obat-obatan 

Obat-obatan yang dikonsumsi tentunya obat yang disarankan oleh dokter. 

 

Buat beberapa orang, takut boneka dianggap sebagai hal yang lucu, aneh, dan bahkan bisa jadi bahan bercandaan. Namun percayalah, menjadikan fobia spesifik sebagai bahan olok-olokan bukanlah hal yang baik. Itu sungguh menyiksa penderitanya.

Sobat DuPi, setiap manusia memiliki rasa takutnya masing-masing, juga kekurangannya tersendiri. Jadi marilah kita saling menghargai perbedaan yang ada dan saling menjaga sesama manusia.

Sampai Jumpa,

Salam penuh cinta, Dunia Psikologi.

 

 

 

R.H Salsabila, 11 Oktober 2021

 

 

Tidak ada komentar:

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...