Senin, November 29, 2021

Apakah Pohon Memiliki Perasaan ?

Halo sobat DuPi di mana pun kalian berada. Bagaimana kabarnya? Semoga kalian sehat selalu ya.

Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 



Kemarin, tanggal 28 November, adalah hari Menanam Pohon Nasional. Sudah berapa pohon yang ditanam Sobat DuPi nih? Satu? Dua? Atau tiga?  


Menanam doang nggak mau merawat ... ya sama aja. Percuma dong! Hadehhh Sobat DuPi tanaman itu butuh perhatian, butuh kasih sayang ... karena pohon juga punya perasaan. 


Mau tau?


Dilansir dari REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tanaman ternyata memiliki perasaan ketika akan dimakan oleh makhluk lain. Kemampuan tersebut diteliti oleh University of Missouri.


Penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman bisa merasakan, jika mereka akan dimakan (ulat dan serangga lain). Pohon tersebut bisa menunjukkan ketidaksukaan dengan proses ini.


Sampel yang dipilih dari Arabidopsis (Salada Thale) kerabatnya brokoli. Penelitian dilakukan dengan cara memberikan audio berupa ulat yang sedang memakan daun pada tanaman. Audio tersebut ternyata memiliki efek berbeda dibandingkan ketika didengarkan audio suara angin. 


"Penelitian sebelumnya telah menyelidiki bagaimana tanaman merespon energi akustik, termasuk musik. Namun, pekerjaan kita adalah contoh pertama dari bagaimana tanaman merespon getaran ekologis yang relevan," kata Peneliti Senior di Division of Plant Sciences in the College of Agriculture, Food and Natural Resources and the Bond Life Sciences Centre University of Missouri Heidi Apple, dikutip dari Indy100, Selasa (4/4).


Selada thale mempunyai minyak mustard yang sedikit beracun bila di makan. Racun itu akan disalurkan keseluruhan daunnya untuk menjaga diri. Racun pada daun-daun tanaman tersebut ditemukan menyebar ketika terdengar suara kunyahan dari ulat. Namun, racun itu tidak menyebar ketika didengarkan suara angin.


"Kami menemukan getaran sinyal makan memberikan perubahan dalam metabolisme sel tanaman, menciptakan bahan kimia lebih defensif yang dapat mengusir serangan dari ulat," kata Apple.



Wahh ... Gimana Sobat? Sudah percaya? Kalau tanaman punya perasaan juga. Jadi ... untuk Sobat DuPi yang punya tanaman di rumah, dirawat ya ... kasih perhatian dan kasih sayang. Jangan merusak tanaman untuk hal yang tidak bermanfaat. Okey? 


"Tuhan menciptakan makhluk bermacam jenis dan spesies. Bukan untuk saling beradu kekuatan. Tapi untuk saling menjaga dan memberi manfaat." Mim.


Sekian dulu pertemuan kali ini, Sobat. Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya.


Sumber: 

Republika.co.id


Kamis, November 25, 2021

Cara Siswa Cerdas Menghadapi Guru Galak

Halo sobat DuPi di mana pun kalian berada. Bagaimana kabarnya? Semoga kalian sehat selalu ya.

Ketemu lagi dengan DuPi, Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 


Bertepatan dengan tanggal 25 November, sebagai peringatan hari guru, sobat DuPi sudahkah memberi ucapan pada guru yang sudah berjasa dalam hidup kita? Sampai kita bisa membaca bahkan menulis dengan lancar seperti sekarang ini.

Jika belum, mari kita berikan sesuatu untuk guru kita dengan melalui perubahan sikap yang lebih disukai guru. Sobat DuPi pernahkah punya guru yang galak?  ditakutin satu kelas termasuk sobat DuPi sendiri xixixi.

Tenang ... di sini, DuPi akan membagikan tips sekaligus cara untuk menggambil hati guru galak. Barangkali bisa berjodoh kan.

 Yuk langsung saja simak!


Cara Siswa Cerdas Menghadapi Guru Galak


1. Pahami Guru 

Guru juga manusia hehehe. Sobat DuPi setiap manusia memiliki sifat yang berbeda-beda. Tidak bisa disamakan begitu juga dengan guru. Mungkin ada guru yang tegas jika telat masuk kelas, ada guru yang santai jika tidak mengerjakan tugas, dan ada guru yang membebaskan muridnya untuk mengobrol saat pelajaran berlangsung.


Hal-hal demikian perlu Sobat DuPi pahami, sehingga kita mengerti batas toleransi yang dapat dan tidak dapat dilakukan guru tertentu. Seperti memahami apa yang memicu emosi guru galak.


2. Ubah Cara Pandang 

Yuk coba pelan-pelan ubah cara pandang menilai guru galak. 

Setelah memahami guru galak, kamu tahu hal-hal yang dapat memancing emosi guru. Nah, setelah mengetahui hal yang dapat memancing emosi guru, ubahlah cara pandang mu mengenai hal yang membuat guru marah. 

Contoh, guru marah karena tidak ada yang memberikan pertanyaan di kelas. Guru sebenarnya ingin mengetahui sejauh mana pemahaman kalian atas apa yang kalian tangkap dari penjelasan guru tersebut. Jika hanya diam, guru tidak akan tahu materi apa yang belum dikuasai. Bisa sajakan sobat DuPi hanya sungkan untuk bertanya padahal Sobat Dupi belum paham betul.

Nah, dengan mengubah cara pandang, Sobat DuPi bisa melihat sisi positif dari sikap guru tersebut.


3. Pahami Materi Sebelum Kelas 

Memahami materi sebelum kelas berlangsung, dapat menarik perhatian guru. Sobat DuPi bisa bertanya atau memberi pendapat seputar materi yang dibawakan oleh guru. Saat itulah ambil kesempatan untuk berperilaku aktif dan positif, sehingga guru akan mengenali sobat DuPi sebagai murid yang baik. Hal itu dapat menambah kesan positif guru terhadap Sobat DuPi. 

Tapi ingat! Hindari menanyakan hal yang sudah dijelaskan berulang oleh guru, hal tersebut akan menciptakan kesan bahwa Sobat DuPi tidak menyimak pelajaran dengan baik.

Ketika melihat ada siswa yang aktif dan antusias, guru akan terlihat lebih bahagia dan merasa dihargai oleh muridnya. Hal ini dapat memberikan keceriaan bagi guru sehingga suasana kelas akan jauh lebih santai. 

Belajar untuk melakukan apa yang guru senangi, maka hal tersebut akan membawa dampak yang positif bagi siswa dalam proses pembelajaran di kelas.


4. Tetap Santai dan Sopan 

Sobat DuPi berpikirlah positif jangan berpikir negatif terhadap guru. Jangan merasa takut jika tidak berbuat salah, tetap fokuskan pikiran dengan materi yang diajarkan oleh guru. Jika kita santai, hal itu akan membuat kita mudah untuk menerima materi.

Ingat, guru tidak akan menghukum jika siswa berbuat benar. Setelah merasa tenang, jangan lupa juga untuk selalu sopan dan menjaga sikap saat pelajaran. Bersikap tenang bukan berarti menyepelekan guru ya. 


Usahakan berlaku sopan dengan menjaga sikap. Bila Sobat DuPi tidak setuju dengan apa yang dibicarakan guru, lebih baik disampaikan secara langsung saat selesai kelas daripada membicarakan di belakang guru. Usahakan tetap memberi hormat dan berperilaku sopan saat menanyakan hal tersebut pada guru. Hindari pernyataan yang dapat menyudutkan guru sehingga kita dapat menciptakan komunikasi yang baik. 


Yuhuii... langsung praktekkan saja ya Sobat DuPi di kelas. Mumpung hari guru, barangkali ada Sobat DuPi yang mau mempersembahkan musikalisasi puisi atau orasi membacakan langsung pada sang guru idaman. Nih... aku sisipkan puisi ciptaan guru sastra kita. Chairil Anwar


Terima Kasih Guru

Oleh: Chairil Anwar


Terima kasih, guru

Untuk teladan yang telah kau berikan

Aku selalu mempertimbangkan semua yang kau ajarkan

Dan merefleksikan itu semua pada karakter dan pribadiku

Aku mau menjadi sepertimu

Pintar, menarik, dan gemesin

Positif, percaya diri, protektif


Aku mau menjadi sepertimu

Berpengetahuan, pemahaman yang dalam

Berfikir dengan hati dan juga kepala

Memberikan kami yang terbaik

Dengan sensitif dan penuh perhatian

Aku mau menjadi sepertimu

Memberikan waktumu, energi dan bakat

Untuk meyakinkan masa depan yang cerah

Pada kita semua

Terima kasih, guru

Yang telah membimbing kami

Aku mau menjadi sepertimu.



Sampai bertemu kembali Sobat. Jaga kesehatan ya! Bye-bye ... 



Sumber:

- brainacademy 

- puisi Chairil Anwar.

Minggu, November 21, 2021

Fakta Unik Televisi: Mengapa Pemilik Stasiun Televisi Melarang Anaknya Untuk Menonton Televisi?

Halo sobat DuPi di mana pun kalian berada. Bagaimana kabarnya? Semoga kalian sehat selalu ya.

Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 


Hai hai hai ... Sobat DuPi, dengan berkembangnya teknologi kita bisa mengetahui informasi-informasi di luar jangkauan mata dan telinga. Seperti halnya para perantau yang merasakan rindu pada keluarga. Dengan adanya teknologi, rindu bisa sedikit terobati dengan video call keluarga. Apalagi rindu dengan doi khusus yang LDR an saja hehehe.

Ngomong-ngomong soal TV, kalian tahu gak sih? Penemu televisi sendiri melarang anaknya untuk menonton televisi loh. Bahkan di Indonesia, ada beberapa pemilik stasiun TV yang melarang anaknya untuk menonton TV.


Mengapa anak dilarang menonton TV?


Mengintip dari REPUBLIKA.CO.ID,  KUTA -- Pemilik dan pihak pengelola stasiun televisi swasta melarang anak-anaknya menonton tayangan yang tidak mendidik dan dapat meracuni pikiran jutaan anak di Indonesia. Wow! Mengapa??? Ada apa gerangan?

TV memiliki banyak manfaat tapi juga bisa dijadikan alat untuk merusak pikiran manusia. Paham-paham kapitalisme sering menggunakan media TV untuk menyiarkan hal-hal yang sifatnya tidak mendidik.


Dampak Negatif menonton TV


Dilansir dari Halodoc dampak negatif dari terlalu sering menonton televisi sebagai berikut: 


1. Kesehatan mata menurun 

Terlalu sering menonton layar dapat membahayakan kesehatan mata. Karena LCD memiliki cahaya yang dapat merusak struktur mata.


2. Aktivitas fisik berkurang

Dengan mendominasi keseharian kita menonton televisi. Perasaan mager kerap menghinggapi. Sehingga kita malas untuk melakukan suatu hal.


3. Mengganggu kesehatan mental 

Tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, menonton televisi juga mempengaruhi psikis kita. Berkaitan dengan apa yang kita tonton.


4. Penurunan kualitas tidur

Keasyikan menonton televisi kadang kita melupakan waktu untuk beristirahat. Terkadang saat kita kelelahan dengan aktivitas sehari-hari, kita memilih alternatif menonton televisi untuk menghilangkan penat. Padahal, istirahat penuh dengan tidur lebih dibutuhkan tubuh.


5. Hubungan sosial menurun

Di masa sekarang ini, banyak yang sudah memiliki televisi setiap rumahnya. Sehingga anak jarang bermain di luar, karena lebih tertarik menonton televisi. Tidak seperti zaman dulu, satu kampung hanya memiliki satu TV sehingga hal tersebut bisa menjadikan kekerabatan antar warga lebih kuat.


Perkembangan Masyarakat mengenai TV


Sejak akhir 1990-an, semakin banyak orang tua yang mengizinkan bayinya menonton televisi seiring dengan semakin banyaknya produk DVD yang diiklankan dapat membantu perkembangan bahasa dan kognitif bayi. Namun, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa menonton televisi sejak usia dini dapat meningkatkan perkembangan berbahasa anak. Sebaliknya, bukti ilmiah menunjukkan bahwa bayi yang menonton DVD semacam itu memiliki kemampuan berbahasa yang lebih rendah. Selain itu, bila kemampuan anak mengenal huruf dan angka diukur pada usia sekolah, anak yang menonton televisi sebelum berusia 3 tahun memiliki skor yang lebih rendah daripada anak yang tidak menonton televisi sebelum berusia 3 tahun. 


Sebaliknya, menonton acara televisi yang berkualitas dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak usia prasekolah. Acara televisi yang paling banyak diteliti ialah Sesame Street yang menunjukkan efek positif untuk pembelajaran bahasa bila ditonton anak usia 3–5 tahun. Sebagai perbandingan, penelitian menunjukkan bahwa acara televisi tanpa maksud pendidikan seperti film kartun pada umumnya tidaklah berhubungan dengan peningkatan kemampuan berbahasa. Setelah remaja, anak-anak yang pada usia prasekolah biasa menonton Sesame Street ternyata meraih nilai pelajaran yang lebih tinggi, lebih banyak membaca buku, dan lebih bermotivasi untuk meraih prestasi dibandingkan dengan remaja yang pada saat berusia prasekolah tidak menonton acara tersebut.


Melalui televisi, anak-anak dan remaja juga dapat belajar mengenai perilaku antikekerasan, empati, toleransi kepada orang dari ras atau etnis lain, dan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Informasi mendidik juga dapat diselipkan dalam program yang populer bagi remaja, misalnya pendidikan mengenai kontrasepsi yang berhasil dilakukan melalui salah satu episode serial televisi Amerika Serikat, Friends.


Namun, menonton televisi juga berpotensi memberikan dampak negatif bagi anak-anak dan remaja, seperti perilaku agresif, penyalahgunaan zat, aktivitas seksual yang berisiko, obesitas, gangguan pola makan, dan menurunnya prestasi di sekolah. Bila di dalam kamar anak terdapat televisi, risiko anak mengalami kelebihan berat badan dan kemungkinan anak merokok meningkat, anak menjadi kurang membaca dan melakukan hobi lainnya, serta waktu tidur anak berkurang.


Cara Mengatasinya


Pilah tontonan yang sekiranya dapat meningkatkan kualitas diri. Dengan begitu, kita dapat mengupgrade diri kita melalui televisi, untuk meminimalisir dampak negatifnya.


Oke. Aku kira segitu saja ya pertemuan kali ini Sobat DuPi. Ingat! Orang yang cerdas mengetahui tujuan hidupnya, hingga dia paham apa yang harus dilakukan dan apa konsekuensi yang akan didapat.

Sampai Jumpa lagi.


Sumber:

- halodoc

- republika

- wikipedia.

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...