Senin, Juni 13, 2022

Self Defelopment

Halo sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.


Bagi kamu yang tidak ingin stuck disitu-situ saja, maka melakukan self development adalah suatu hal wajib bagi kamu. Self development dapat meningkatkan skill serta kualitas diri untuk menjadi pribadi lebih baik.

Self development tidak hanya dilakukan untuk kepentingan pekerjaan saja loh, tetapi juga dalam berbagai hal, seperti sikap dan emosional. Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk melakukan introspeksi diiringi dengan pengembangan diri. Bagaimana caranya? Yuk simak pembahasan kita kali ini


Apa itu Self Development?

Self development merupakan suatu strategi atau cara yang dilakukan oleh seseorang individu guna meningkatkan kesadaran diri bahkan keterampilan atau potensi yang dimiliki. Tujuannya adalah peningkatan priadi dan kualitas hidup.


Self development adalah salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas hidup dan diri priadi. Dengan kata lain individu yang menerapkan pengembangan pribadi berusaha untuk meningkatkan dan mengubah kualitas pribadinya maupun kehidupannya.


Setiap individu tentunya memiliki perspektif masing-masing dalam menjelaskan “kualitas hidup”. Beberapa menafsirkan serta mempertimbangkannya dari perspektif spiritual dan finansial. Hal itu karena setiap orang pernah dan berada pada tingkat perkembangan pribadi yang berbeda. sehingga kebutuhan perkembangannya juga berbeda.


Ada orang yang membutuhkan pengembangan pribadi terkait karir seperti pekerjaan, jabatan, dan sebagainya. Kemudian ada yang membutuhkan pengembangan priadi terkait dengan kemampuan dan bakatnya, seperti public speaking, seni atau olahraga.  Ada juga yang membutuhkannya di segi keuangan atau situasi keuangan mereka.



Cara Melakukan Self Development

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya jika melakukan metode dari setiap orang itu berbeda-beda. Kebutuhan pengembangan juga berbeda-beda untuk setiap orang. Namun secara garis besar ada beberapa cara untuk melakukan pengembangan diri ini. Meski ada cara yang dilakukan, namun kalian juga perlu tahu jika melakukan self development perlu proses. Semua perlu tahapan dan waktu yang dibutuhkan juga berbeda-beda. Lantas apa saja sebenarnya cara yang bisa dilakukan untuk pengembangan diri?



1. Kenali Diri Sendiri

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk self development adalah mengenali diri sendiri. Apa saja sih sebenarnya kekuatan dan kelemahan dalam diri sendiri? Jika ada pertanyaan seperti itu, maka yang bisa menjawab adalah diri kita sendiri. 


Sebab tak ada orang lain yang bisa mengenal diri kita selain diri kita pribadi. Karena diri kita sendirilah yang mampu mengenal siapa diri kita sebenarnya. Bahkan lewat beberapa kejadian juga bisa membuat kita lebih mengenal diri sendiri loh. Nah dari mengenal diri sendiri inilah nantinya kita bisa ke tahap perubahan. 


2. Kenali Tujuan Hidup Secara Pasti

Berikutnya adalah mengenali tujuan hidup secara pasti. Ketahui apa yang ingin benar-benar diraih dalam hidup kita selanjutnya. Sebab tujuan hidup yang sudah pasti akan membimbing kita mengambil langkah-langkah ke yang lebih baik lagi.


3. Selalu Belajar

Proses pembelajaran dalam  hidup ini tetap perlu berlangsung setiap saat. Mereka yang berhenti belajar ketika keluar dari bangku sekolah secara tidak langsung akan menurunkan kualitas dari dirinya sendiri


Waktu terus berjalan dan tentunya banyak perkembangan yang terus berlangsung. Bahkan setiap harinya banyak hal-hal baru. Bayangkan saja jika kita tak belajar lagi. Maka hal-hal baru dari perkembangan yang sedang berjalan selama ini juga tak akan diketahui.


Belajar juga tak harus melalui pendidikan atau sekolah, namun belajar juga bisa melalui berbagai aspek seperti belajar dari orang lain atau belajar dari kejadian yang telah terjadi. Perlu kalian tahu bahwa setiap orang mampu memberikan pembelajaran untuk diri kita, setiap kejadian juga mampu membuat kita ingin lebih baik lagi kedepannya.


4. Ciptakan Pola Pikir Terbuka dan Berkembang

“fixed midset” atau pola pikir sempit cenderung mencari aman dan menghindari tantangan. Memang bagus, hanya saja pola pikir itu akan membuat kita menghindari pengalaman baru pengalaman yang akan membantu kita tumbuh dan mengembangkan diri. Sebaliknya, ”growth mindset” atau pola pikir terbuka dan berkembang membantu kita menikmati tantangan, terlepas dari resikonya. Biasanya, karena kita menghargai pembelajaran dan pertumbuhan. Itulah mengapa mereka yang memiliki mindset berkembang seringkali lebih mudah membangun keterampilan baru. 


5. Kembangkan Refleks Positif

Hidup terkadang sulit. Semua orang mengalami pasang dan surut kehidupan. Tetapi, tidak semua menanggapi pasang surut ini dengan cara yang sama. Beberapa orang membiarkan masa-masa sulit mengalahkan mereka. Orang lain yang berpikir positif, akan menyelesaikannya dengan hati-hati. Untuk itulah pentingnya mengembangkan refleks positif dalam diri, sehingga kamu bisa menanggapi masa sulit dengan lebih bijak dan tenang. 


6. Nikmati Hari Ini

Belajar untuk menikmati dan menerima apa yang kita miliki hari ini. Meskipun kita memiliki tujuan atau impian yang sedang kita perjuangkan, tetap nikmati prosesnya dan nikmati juga bagian sederhana yang  berlangsung saat ini.



Manfaat Self Defelopment

Saat kamu mencoba untuk fokus melakukan self development, akan ada manfaat yang kamu dapat, diantaranya:


1. Know Yourself Better

Dengan berfokus pada self development, kamu bisa mulai meningkatkan awareness tentang diri sendiri dan bisa mengenal dirimu dengan baik. Setelah hal ini tercapai, kamu bisa melihat kira-kira sifat atau karakter apa yang ada di diri kamu yang perlu diperbaiki.


2. Bisa level up confidence

Setelah kamu merasa berhasil melakukan self development, akan mulai terlihat versi diri kamu yang lebih baik atau bahkan terbaik. Dengan begitu, point of view kamu terhadap dirimu sendiri akan otomatis berubah dan bisa mulai menyadari value kamu. Hal inilah yang nantinya akan membuat kamu bisa menjadi lebih percaya diri.


3. Membuat mental health menjadi lebih stabil

Self development bisa membantu kamu dalam memperluas perspektif dan pola pikir yang bisa berdampak pada bagaimana respon kita terhadap sesuatu. Sehingga bisa membuat kamu bisa lebih mengontrol emosi dan pikiran. Jika kamu bisa memegang kendali atas segala respon dari dirimu, kemungkinan untuk merasa stress atau cemas yang berlebihan akan berkurang, sehingga kondisi mental health kamu akan bisa lebih baik.


4. Improve your relationship

Saat kamu berfokus pada self development, kualitas dirimu akan menjadi lebih baik dan otomatis bisa membuat hubungan dengan orang lain menjadi lebih baik lagi. Mulai dari hubungan dengan keluarga, teman, pasangan, sampai dengan kolega juga bisa meningkat keharmonisannya. Bisa dibilang self development menjadi kunci dalam membuat hubungan kamu dengan orang lain mempunyai vibe yang positif.



Self development itu penting loh teman-teman yuk mulai lakukan self development. Lebih cepat lebih baik tetapi perlahan pun tak apa, asal tidak berhenti untuk mekar dan menjadi bunga yang layu. 



Penulis : Aliya Jahwania


Sumber:

•ocbcnisp.com

•ekrut.com

•gramedia.com

•danacita.co.id

Sabtu, Juni 11, 2022

Insecure

Siapa sih yang tidak tahu istilah insecure? Istilah ini pasti sudah tak asing lagi ditelinga kita, karena istilah ini sangat populer, sering digunakan dari berbagai kalangan.

Namun, apakah kita pernah melihat seseorang yang dengan mudahnya mengklaim jika dirinya sedang merasa insecure? Contohnya, pernahkah kita membandingkan diri kita dengan orang lain?


"Orang lain sudah sukses, aku kapan?"

"Kenapa aku enggak bisa seperti dia?"

"Perasaan, aku sudah berusaha, kenapa masih tidak ada perubahan, ya?"


Kemungkinan besar, sebagian orang pasti pernah mengucapkan kalimat tersebut atau bisa jadi kitalah yang berbicara seperti itu kepada orang lain. Dampak yang diberikan oleh insecure sendiri ialah rasa cemas atas dirinya dari segi pandangan orang lain, selalu menanyakan mengenai, "Orang seperti apa aku ini?"  Lantas kenapa orang-orang yang mengalami insecure sering merasakan cemas, ragu atau kurang percaya diri?


Menurut Abraham Maslow, insecure adalah suatu keadaan di mana seseorang merasa tidak aman, menganggap dunia sebagai sebuah hutan yang mengancam dan kebanyakan manusia berbahaya dan egois. Mereka akan berusaha untuk mendapatkan kembali perasaan secure (aman) dengan berbagai cara.

Sementara American Psychology Association (APA) mendefinisikan insecure sebagai perasaan tidak baik. Seperti, kurangnya rasa percaya diri dan ketidakmampuan untuk menghadapi suatu masalah.


Kurangnya percaya diri dapat berdampak pada produktivitas. Misalnya, pada saat kamu sedang presentasi mengharuskan kamu berbicara di depan kelas, membuktikan kamu sudah berkembang dan belajar skill public speaking serta research beberapa hal mengenai cara-caranya.

Jika kamu tidak memiliki kepercaya pada diri sendiri, akan sulit menyampaikan materi. Ekspestasimu akan berbeda dengan kenyataannya. Oleh karena itu, kita harus membangun rasa percaya diri. Misalnya dengan latihan di depan cermin dan mencoba berbicara dihadapan orang banyak.

Lantas, mengapa masih ada orang-orang yang mendiagnois dirinya sendiri tanpa tahu penyebab terjadinya insecure? Hal ini disebabkan, ketika seseorang berasumsi bahwa dirinya memahami dan mengetahui betul apa yang sedang terjadi pada kondisi tubuhnya, serta masalah kesehatan yang tengah dialami.


Menurut psikologis klinis Melanie Greenberg, Ph.D., terdapat 3 penyebab umum seseorang merasa insecure. Insecure dapat terjadi karena pernah mengalami kegagalan, mendapatkan penilaian kurang baik dari orang, atau akibat memiliki sifat perfeksionis. Berikut penjelasannya.

1. Mengalami kegagalan atau penolakan.

Sering mengalami penolakan, kegagalan dalam mencapai sesuatu. Kehilangan pekerjaan atau sedang melamar di suatu perusahaan bisa membuat seseorang merasa insecure. Peristiwa tersebut membuat mereka melihat dirinya sendiri dan orang lain dari sudut pandang negatif. Seperti diri sendiri tidak mempunyai kelebihan sama sekali dan terus merasa rendah diri.


2. Mendapatkan penilaian kurang baik dari orang lain.

Rasa tidak aman bisa muncul karena pernah dinilai kurang atau tidak baik oleh orang lain saat bersosialisasi. Mungkin sebagian orang tak terlalu memikirkan hal tersebut, namun ada beberapa orang yang belum siap mendapatkan penilaian ataupun kritikan. Kondisi tersebut yang menyebabkan seseorang dengan insecure cenderung menghindari kegiatan sosial dan menarik diri.


3. Memiliki sifat perfeksionis

Orang yang memiliki sifat perfeksionis selalu menginginkan segala sesuatu berjalan sempurna. Sebenarnya boleh saja meminimalisir tingkat kesalahan, namun hal ini tentunya akan berdampak kurang baik pada diri sendiri yang harus bekerja lebih keras. Perasaan insecure dapat muncul ketika suatu hal tidak terjadi sesuai harapannya. Akibatnya, mereka akan kecewa dan terus-menerus menyalahkan dirinya sendiri.

Banyak orang yang tidak sadar bahwa untuk menjadi cukup adalah dengan menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

Tentunya dengan melakukan serta memahami kelebihan dan kelemahan diri, kita pahami diri kita seutuhnya. Dengan memiliki pemahaman diri, kita akan lebih mudah untuk mencintai diri atau self love. Tidak memikirkan perkataan orang lain, jika perkataan itu buruk bagi diri kita. Cukup terima positifnya dan jadikan lonjakan bagi diri kita untuk menjadi lebih baik lagi.

Terkadang, kita sendiri tidak sadar bahwa diri kita mempunyai kelebihan yang orang lain inginkan.

Terkadang , kita tidak sadar bahwa pekerjaan ataupun kegiatan lain yang kita jalani sekarang ini merupakan dream job bagi orang lain. 

Terkadang kita tidak sadar bahwa fisik yang kita punya adalah idaman bagi orang lain. 

Kita terlalu banyak menutup mata sebab terlalu sibuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain, yang bahkan hal yang kita punya dan perolah merupakan impan bagi banyak orang.

Oleh karena itu, jangan terlalu fokus terhadap pencapaian orang lain, yang jelas-jelas berbeda dengan diri kita sendiri.

Faktor pembedanya? Tentu banyak, termasuk kepribadian, pemikiran, juga kapasitas effort yang dilakukan.


Adakah cara mudah untuk mengatasi insecure? Berikut cara simple mengatasi insecure :

1. Tingkatkan rasa percaya diri

Fokus terhadap kelebihan dan keunikan yang kamu punya. Mungkin dengan itu, akan lebih mudah menemukan ketertarikanmu dalam suatu bidang. Ketertarikan ini bisa kamu coba dan latih dengan baik, sehingga kamu lebih mudah menguasai kemampuan itu. Hal ini akan membuat kamu lebih percaya diri, karena merasakan diri kamu mempunyai value yang bisa kamu kembangkan.


2. Pilih lingkungan dan suasana yang positif

Mencoba mencari lingkungan yang positif dan mendukung. Seperti saat mengapresiasi apapun pilihan yang kamu ambil, memberikan saran dan masukan ketika kamu butuh, dari pada di satu lingkungan dengan orang-orang yang bikin kamu merasa kurang dihargai. Sebab, memilih lingkungan itu penting, karena dapat membentuk karakter seseorang.


3. Rehat sejenak dari sosial media

Jika dengan melihat pencapaian orang lewat sosial media dapat membuatmu cemas, lebih baik kamu mengurangi penggunaannya atau matikan HPmu. Karena, bisa saja kamu tiba-tiba terguncang dan mulai membandingkan. Hal ini bukan berarti seterusnya tidak membuka sosial media. Terkadang, kita perlu istirahat demi belajar memaknai arti hidup sesungguhnya.

Nah, seperti yang sudah saya jelaskan bahwa insecure sendiri merupakan hal yang wajar bagi diri seseorang, karena setiap orang pernah merasakan ketidakpercayaan diri. 

Tapi, jika insecure kamu ternyata sudah membuatmu merasa tidak nyaman dan mengganggu keseharian serta produktivitas kamu, saya sarankan untuk konsultasi ke orang profesional secara langsung. 


Akhir kata untuk membantu kamu mengenali insecure

Penulis: Kiki Zulaikha

Referensi :

•) Florencia, G. (2020). "Ini yang Akan Terjadi Ketika Merasa Insecure" diakses pada 9 Juni 2022, dari https://www.halodoc.com/ini-yang-akan-terjadi-ketika-merasa-

insecure

•) Greenberg, M. (2015). "The 3 Most Common Causes of Insecurity and How to Beat

Them" diakses pada 10 Juni 2022, 

dari https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-mindful-self-

express/201512/the-3-most-common-causes-insecurity-and-how-beat-them

•) Maslow, A. H. (1942). The Dynamics of Psychological Security-Insecurity. Journal 

of Personality 10 (4), 331–344. doi:10.1111/j.1467

Selasa, Maret 08, 2022

Alter Ego (Topeng)

Halo sahabat DuPi di mana pun kamu berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.

Tahukah sahabat DuPi bahwa ada beberapa orang sering mengajak suara dalam kepalanya untuk berdiskusi karena dihadapkan dengan keputusan sulit dan ia merasa tidak bisa membuat keputusan sendiri. Lalu ada pula orang yang di depan kamu dia pemalu, tetapi di khalayak ramai tanpa kamu sadari dia menjadi sosok yang pemberani dan kamu kagum. 

Nah ... kalau kamu pernah mengalami atau mengetahui orang seperti yang dicontohkan, itu namanya mereka menggunakan alter ego, topeng lain dari sisi dirinya. 

Yang perlu kita pahami bahwa setiap orang berpotensi untuk memiliki alter ego. Namun pada beberapa kondisi kamu mungkin tidak sadar sudah memilikinya, karena pemahaman tentang fenomena ini masih berbeda-beda 


❓ APA ITU ALTER EGO

Alter Ego berasal dari bahasa Latin yang berarti "Aku yang lain" merupakan diri kedua yang dipercaya berbeda daripada kepribadian yang sebenarnya. 

Istilah alter ego diperkenalkan pertama kali pada tahun 1739 oleh seorang dokter bernama Franz Anton Mesmer yang menggunakan metode hipnotis untuk mengetahui pola perilaku yang berbeda dalam kepribadian individu ketika dalam keadaan sadar lalu dibandingkan dengan kepribadian ketika individu tersebut terhipnotis.

Dalam dunia psikologi, alter ego merupakan suatu bentuk sisi lain dari kehidupan seseorang yang jauh berbeda dari dirinya sendiri. Individu akan dikuasai oleh alter egonya saat kondisi tertentu yang membuat dirinya tidak nyaman. Sehingga kondisi individu yang lembut, halus, dan sabar, pada suatu waktu akan membentuk karakter yang pemarah, emosional, dan tidak mau kalah. Hal ini sebagai bentuk pembelaan atau defensif dirinya terhadap sesuatu yang dirasakan mengganggu secara psikis. Dua hal yang berbeda ini akan menunjukkan mana yang dominan dan mempengaruhi. 

Dengan kata lain, Alter ego adalah karakter yang diciptakan secara sadar dari apa yang telah lama diidam-idamkan oleh seseorang dan biasanya digunakan untuk menutupi kepribadian asli yang tidak ingin ditunjukkan kepada orang lain. Karakter tersebut sering kali merupakan gambaran ideal tentang dirinya yang tidak bisa ia realisasikan. 

Namun, memiliki karakter lain ini tidak sama dengan memiliki kepribadian ganda. Sebelumnya kita juga sudah membahas tentang kepribadian ganda atau Dissociative Identity Disorder (DID)


📍PERBEDAAN ALTER EGO DAN KEPRIBADIAN GANDA

Sahabat DuPi mungkin bertanya-tanya, apakah ada perbedaan antara orang yang memiliki alter ego dengan kepribadian ganda? 

Kepribadian Ganda atau Dissociative identity disorder (DID) atau multiple personality disorder (MPD) adalah kelainan saat seseorang memiliki lebih dari satu identitas dalam satu tubuh. Seseorang dengan banyak identitas ini lebih cenderung menyebut dirinya sendiri sebagai “kami”. Biasanya orang mengenal kondisi ini dengan kepribadian ganda.

Pada sebagian besar kasus, tanda seorang penderita DID memiliki lebih dari dua karakter dalam satu tubuhnya. Karakter atau identitas lain tersebut terpisah satu dengan yang lainnya. Saat satu identitas alternatif tengah menguasai tubuhmu, identitas alternatif ini yang memegang kendali penuh terhadap tubuh seutuhnya dalam beberapa waktu ke depan.

Oleh sebab itu, penderita DID sering mengalami perubahan karakter yang terjadi secara total. Mulai dari aksen bicara, memori, nama, usia, bahkan gender dari kepribadian tersebut bisa saja berubah dan benar-benar berbeda. Bahkan, saat identitas kembali pada identitas utama (asli), kamu takakan mampu mengingat apa yang terjadi saat kepribadian yang lain sedang mengambil alih.

Contohnya, kamu punya teman, kadang suatu hari dia menjadi orang yang berbeda sampai kamu merasa dia menjadi asing, terus beberapa waktu kemudian berubah lagi menjadi sosok yang kamu kenal. Sesekali dia ngeluh kalau dia kadang merasa capek, atau menemukan sayatan di tubuhnya dan kadang merasa hilang waktunya. 

Dengan kata lain, ketidaksadaran yang dialami saat identitas tubuh berubah akan diikuti juga dengan segala perubahan dalam diri. Bila pun seseorang memiliki lebih dari dua kepribadian dalam diri, tiap kepribadian itu masing-masing akan tetap berfungsi secara terpisah-pisah.

Hal ini tentu saja berbeda dengan alter ego. Karena perubahan identitas pada orang yang memiliki alter ego terjadi dalam keadaan sadar dan masih dalam kendali pemilik, yang memiliki identitas asli.

Dengan kata lain, tidak terjadi lupa ingatan pada proses perubahan karakter pada orang yang mengalami kondisi ini. Selain itu, identitas asli juga masih memiliki wewenang penuh dalam tukar-menukar identitas serta dalam kesadaran yang utuh.

Ini artinya, saat sedang merasa dalam kondisi membutuhkan identitas alternatif ini yang muncul, kamu dapat memicu dan mengubahnya sendiri. Bahkan, kamu juga bisa mengembalikan identitas asli tanpa harus kesulitan.


📍ALASAN SESEORANG MENCIPTAKAN ALTER EGO

Penyebab alter ego diciptakan biasanya karena seseorang itu kurang mampu atau tidak memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang diinginkan secara maksimal.

Dengan menciptakan karakternya sendiri yang lebih ideal, orang tersebut membayangkan hidup di kondisi yang lebih baik. Tak sedikit yang menggunakan alter ego ciptaannya untuk membantunya lebih berani menghadapi dunia.


📍 HAL-HAL YANG PERLU DILAKUKAN

Beberapa hal yang perlu sahabat DuPi lakukan agar tidak mengalami alter ego antara lain :

🎯 Meredam atau mengontrol mood dan emosi. 

🎯Hindari kelelahan fisik,  karena perubahan mood terpicu bila memaksakan diri terhadap fisik. Cukupi istirahat dan jangan memaksakan beraktivitas bila lelah. 

🎯Hindari tidur larut malam.

🎯 Angkatlah kepercayaan diri terhadap apapun yang kamu temui.


Kesimpulannya bahwa memiliki alter ego tidak sama dengan mengalami gangguan mental. Orang yang sehat mentalnya mungkin saja mengalami fenomena ini. Terlebih, menurut Health Guidance, memiliki alter ego bisa memberikan manfaat tersendiri bagi sebagian individu.

Hanya saja yang perlu sahabat DuPi ketahui bahwa pada beberapa kasus, memiliki karakter lain bisa berakhir membahayakan diri sendiri maupun mungkin orang-orang sekitar.

Jadi, memiliki karakter buatan (topeng) ini boleh-boleh saja, selama masih berada dalam kendali dan tidak mengganggumu dalam kehidupan sehari-hari.



Penulis : Ayasa_Coz


Sumber :

•  alodokter.com

•  sehatq.com

•  hellosehat.com




Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...