Sabtu, Oktober 02, 2021

Hari Batik Nasional dan Hari Tanpa Kekerasan Internasional

Halo, ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu dua telinga untuk berjuta-juta suara. 

Tahukah sahabat DuPi, jika di Indonesia setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional dan di dunia Internasional diperingati sebagai Hari Tanpa Kekerasan Internasional?

Dua peringatan hari ini sama-sama berasal dari penetapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Untuk lebih jelasnya sahabat DuPi, kami akan merangkum tentang Hari Batik Nasional dan Hari Tanpa Kekerasan Internasional untuk menambah pengetahuan kita bersama. 

 ๐—›๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—•๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ธ ๐—ก๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น 

Perlu sahabat DuPi ketahui, pertama kali batik ditetapkan sebagai warisan budaya yaitu pada tanggal 2 Oktober tahun 2019 silam oleh UNESCO.

Dalam memperingati hari batik, beragam lapisan masyarakat akan mengenakan pakaian batik, bahkan para pelajar juga disarankan menggunakannya.

Sebelumnya, batik pertama kali dikenalkan kepada dunia Internasional oleh Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi PBB. Bahkan dalam pertemuan tersebut, Presiden Soeharto memberikan batik kepada tamu undangan sebagai cinderamata sekaligus mengenalkannya ke dunia luar. 

Kemudian batik didaftarkan untuk mendapatkan Cultural Heritage di UNESCO pada 4 Septrember 2008. Satu tahun kemudian batik ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.

Maka, untuk tetap menjaga dan melestarikan warisan buadaya ini, setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional dan setiap warga negara Indonesia disarankan untuk menggunakannya.

Kalau bukan saya, kamu dan sahabat DuPi yang menggunakan produk dalam negeri, siapa lagi? Masa sih, sahabat DuPi kalah dengan oppa Korea yang bahkan sudah menggunakan batik. 


๐—›๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ฝ๐—ฎ ๐—ž๐—ฒ๐—ธ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—œ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น 

Penetapan 2 Oktober sebagai Hari Tanpa Kekerasan berdasarkan hari kelahiran Mahatma Gandhi, seorang pemimpin gerakan kemerdekaan India dan pelopor filosofi tanpa kekerasan.

Salah satu pesan Mahatma Gandhi yang terus dikenang hingga sekarang adalah, "Perjuangan tanpa kekerasan dapat disebut sebagai kekuatan terbesar yang ada di tangan umat manusia. Kapasitas itu lebih kuat daripada senjata pemusnah paling hebat yang pernah diciptakan manusia," ujar Gandhi, sebagaimana dikutip laman PBB.

Salah satu keberhasilan menerapkan perjuangan tanpa kekerasan atau ahimsa yang diusung Gandhi adalah dalam perjuangan melawan kolonialisme Inggris, pada peristiwa Salt March pada tahun 1930.

Menurut Gandhi, melawan kekerasan tidak bisa dilakukan dengan kekerasan juga. Mustahil mencapai masyarakat yang damai dengan jalan kekerasan.

Menurut resolusi Majelis Umum PBB bernomor A/RES/61/271 of 15 June 2007, peringatan Hari Tanpa Kekerasan Internasional diresmikan dengan tujuan untuk penyebarluasan pesan antikekerasan kepada seluruh dunia, termasuk lewat pendidikan dan penyadaran publik.

Hal tersebut menegaskan kembali relevansi universal prinsip antikekerasan dan keinginan untuk menjamin budaya damai, toleransi, pemahaman dan antikekerasan. 

Di negara Indonesia, kekerasan sudah menjadi pemberitaan sehari-hari. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah mencatat kasus kekerasan terhadap anak setiap tahunnya melalui sistem informasi online ( Simfoni-PPPA). Tercatat per tanggal 23 Juli 2021 terdapat lebih dari 7.190 kasus kekerasan terhadap anak dan lebih dari 5.500 kasus kekerasan terhadap perempuan di masa pandemi covid 19.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Perlu adanya sinergi dari berbagai pihak agar adanya perlindungan khusus bagi perempuan dan anak yang menjadi korban tindakan kekerasan dan bisa menghukum secara adil pelaku kekerasan tersebut. 

Iya, sahabat DuPi, harusnya kesadaran hukum masyarakat di Indonesia diharapkan bisa terus meningkat dan lembaga Hukum terus berbenah. Agar tidak ada lagi yang namanya kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa baik perempuan dan anak-anak. 

Seperti kata Gandhi, "An unjust law is itself a species of violence. (Hukum yang tidak adil itu merupakan jenis kekerasan sendiri)."

Mari sahabat DuPi, menjaga diri dan perlakukanlah orang terdekat dan sekitar kita dengan lemah lembut tanpa kekerasan. Salam penuh cinta Dunia Psikologi


Jumat, Oktober 01, 2021

Orang yang Sulit Dikalahkan

Halo sahabat Dupi, apa kabar? Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 

Menurut kalian orang yang sulit dikalahkan seperti apa sih? 

Apakah kita pernah merasa diri kita tidak berguna? Apakah kita selalu cemas akan  ketakutan pada masa depan yang belum tentu terjadi?

Masalahnya sekarang, tidak semua orang memiliki keinginan yang kuat untuk meraih atau menerima sesuatu. Kehidupan tidak selalu menyediakan jalan yang mulus untuk mendapat sebuah keberhasilan. Akan tetapi, kita diberikan kemampuan untuk menyiasati dan melalui jalan itu dengan penuh kemenangan. 

Jika kamu berpikir bahwa saat ini hanya sebagai beban keluarga dan tidak mungkin lagi melakukan sesuatu yang berarti, semoga kita bisa mengambil hikmah yang terpendar dari kisah ini. 

Di usia 5 tahun ayahnya meninggal.
Di usia 16 tahun dia berhenti bersekolah.
Di usia 17 tahun dia sudah dipecat 4 kali dari pekerjaan.
Di usia 18 tahun dia menikah.
Di usia 18 - 22 tahun dia menjadi konduktor dan gagal.
Di usia 19 tahun dia menjadi ayah.
Di usia 20 tahun istrinya meninggalkannya membawa serta anaknya.
Lalu dia ikutan militer dan dikeluarkan.
Dia mencoba tes masuk fakultas hukum, tetapi gagal.
Dia bekerja di cafe kecil sebagai tukang cuci piring dan tukang masak.
Dia mencoba mengambil lagi putrinya dari istrinya yang pergi meninggalkannya dan akhirnya berhasil meyakinkan istrinya untuk kembali pulang.

Di usia 65 tahun dia pensiun dari pekerjaan dan di hari pertama menjadi pensiunan, dia mendapat dana jaminan sosial dari negara senilai 99 dollar. Perjalanan hidup membawanya pada satu titik terendah dalam hidupnya, titik di mana dia jatuh miskin. Yang dimilikinya hanyalah sebuah rumah kecil dan sebuah mobil butut yang lebih pantas disebut rongsokan.

Akhirnya dia memutuskan untuk melakukan percobaan bunuh diri, karena merasa selama 65 tahun hidup, selalu menjadi orang gagal di bidang apa pun. Dia duduk di bawah pohon, menuliskan niat bunuh dirinya disecarik surat. Namun akhirnya, dia mengurungkan niat dan sebaliknya dia menulis, "Apa yang mau kucapai di sisa hidupku ini?"

Orang tua ini sadar, bahwa dia masih punya kesempatan dan keahlian, yaitu memasak. Dia akhirnya meminjam uang dengan jaminan cek, kemudian membeli ayam, dan memasak dengan resepnya. Lalu berjualan dari pintu ke pintu hingga ditolak 1.009 kali dari satu rumah ke rumah lainnya di kota Kentucky. Pada suatu ketika, sebuah restoran mencoba memakai resepnya. 

Kelezatan resep milik Sanders membuat gubernur Kentucky saat itu memberikan gelar Kolonel. Gelar ini merupakan gelar tertinggi yang diberikan oleh pemerintah. Di sinilah awal kesuksesan seorang tua bernama Kolonel Harland Sanders. Pendiri KFC ini meninggal di usia 90 tahun pada 16 Desember 1980 di Louisville, Kentucky.

Saat ini, siapa yang tidak kenal makanan cepat saji Kentucky Fried Chicken? Menunya tersebar di seluruh belahan dunia. 


Pesan moral :

Gagal itu tidak harus kamu takuti. Untuk meraih keberhasilan dan membuat perubahan hidup dibutuhkan kegigihan dan sifat pantang menyerah. Tidak selamanya usia bisa dijadikan alasan untuk tidak berkarya atau melakukan sesuatu. Dalam hidup yang dibutuhkan adalah tekad dan kemauan keras. 

Ingat sahabat DuPi, "Orang yang paling sulit untuk dikalahkan adalah orang yang tidak pernah menyerah." Ketika telah tiba di puncak kesuksesan kita akan tahu bahwa Tuhan memberikan kesuksesan kepada mereka yang benar-benar tekun untuk mendapatkannya. 

SELAMAT HARI KESAKTIAN PANCASILA
1 Oktober 2021


Salam penuh cinta Dunia Psikologi.


Penulis : Ayasa Coz 

Referensi : 

Mei Katrin (2009). Segenggam Mutiara Kehidupan : Hasil Sebuah Ketekunan


Selasa, September 28, 2021

Pentingnya Pendidikan Seks sejak Dini

Halo sahabat DuPi di mana pun berada, apa kabar ? Kembali lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 

Apa yang ada di benak sahabat DuPi saat mendengar atau berbicara tentang seks? 

Sebagian besar orang menganggap bahwa seks ialah hubungan badan. Padahal, arti seks menurut KBBI ialah jenis kelamin, yang membedakan laki-laki dan perempuan secara biologis.

Tahukah sahabat DuPi bahwa kegiatan seksualitas menyangkut beberapa hal, antara lain : 

๐™Ž๐™š๐™˜๐™–๐™ง๐™– ๐™—๐™ž๐™ค๐™ก๐™ค๐™œ๐™ž๐™จ yaitu berkaitan dengan organ reproduksi ; cara merawat kebersihan organ dan kesehatan organ.

๐™Ž๐™š๐™˜๐™–๐™ง๐™– ๐™‹๐™จ๐™ž๐™ ๐™ค๐™ก๐™ค๐™œ๐™ž๐™จ yaitu berkaitan dengan identitas peran jenis, perasaan terhadap seksualitas dan bagaimana menjalankan fungsinya sebagai makhluk seksual.

๐™Ž๐™š๐™˜๐™–๐™ง๐™– ๐™จ๐™ค๐™จ๐™ž๐™–๐™ก yaitu berkaitan dengan bagaimana seksualitas muncul dalam hubungan antar manusia serta pengaruhnya dalam pembentukan pandangan mengenai seksualitas dan pilihan prilaku seks.

๐™Ž๐™š๐™˜๐™–๐™ง๐™– ๐™ ๐™ช๐™ก๐™ฉ๐™ช๐™ง๐™–๐™ก yakni bahwa perilaku seks merupakan bagian dari budaya yang ada di masyarakat. 

๐๐ž๐ง๐๐ข๐๐ข๐ค๐š๐ง ๐’๐ž๐ค๐ฌ ๐€๐ฉ๐š๐ค๐š๐ก ๐’๐ž๐ฌ๐ฎ๐š๐ญ๐ฎ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐“๐š๐›๐ฎ?

Pendidikan seks atau istilah kerennya sex education sudah seharusnya diberikan kepada anak remaja, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Hal ini penting sebagai upaya untuk mengusahakan dan merumuskan perawatan kesehatan seksual dan reproduksi serta menyediakan informasi yang komprehensif bagi para remaja.

Di Indonesia, pembahasan tentang sex education kadang masih timbul pro-kontra di masyarakat, lantaran adanya anggapan bahwa membicarakan seks adalah hal yang tabu dan pendidikan seks akan mendorong remaja untuk berhubungan seks. Sebagian besar masyarakat masih memandang pendidikan seks seolah sebagai suatu hal yang vulgar.

Berdasarkan sudut pandang psikologis, pendidikan seksual sangat diperlukan bagi perkembangan remaja, dengan harapan agar remaja tidak memiliki kesalahan persepsi terhadap seksualitas dan tidak terjebak pada perilaku-perilaku yang kurang bertanggungjawab baik dari segi kesehatan maupun psikologis.

๐entingnya Pendidikan Seks

Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di sekitar kita, tidak hanya mengancam para remaja yang rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Eksploitasi seks pada anak di bawah umur juga sering terjadi oleh orang-orang terdekat yang bahkan dilakukan oleh keluarga korban sendiri. Meningkatnya kasus kekerasan seksual merupakan bukti nyata kurangnya pengetahuan anak mengenai pendidikan seks yang seharusnya sudah mereka peroleh sejak dini dari orang tuanya.


Pendidikan seks seharusnya menjadi bentuk kepedulian orang tua terhadap masa depan anak dalam menjaga apa yang telah menjadi kehormatannya, terlebih bagi seorang perempuan. Pendidikan seks menjadi sangat penting mengingat banyaknya kasus-kasus  kekerasan seksual yang terjadi terhadap anak dan remaja. Namun yang terjadi di lapangan, justru orang tua bersikap apatis dan tidak berperan aktif untuk memberikan pendidikan seks sejak usia dini kepada anaknya.

Mereka beranggapan bahwa pendidikan seks akan diperoleh anak seiring berjalannya usia ketika ia sudah dewasa nanti. Mereka seolah menyerahkan pendidikan seks kepada pihak sekolah sebagai sumber ilmu bagi anaknya. Padahal pendidikan seks sendiri belum diterapkan secara khusus dalam kurikulum sekolah. Kurangnya pengetahuan orang tua terhadap kebutuhan anaknya sendiri dalam mengahadapi tuntutan zaman menjadi faktor utama belum tersampaikannya pendidikan seks sejak usia dini di lingkup keluarga.

๐‚๐š๐ซ๐š ๐๐ž๐ง๐ฒ๐š๐ฆ๐ฉ๐š๐ข๐š๐ง ๐’๐ž๐ค๐ฌ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐“๐ž๐ฉ๐š๐ญ

Berikut ini beberapa hal yang  harus sahabat DuPi ketahui dalam memberikan informasi tentang seks, antara lain: 

•๐‘€๐‘’๐‘›๐‘—๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘ ๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘๐‘’๐‘‘๐‘Ž๐‘Ž๐‘› ๐‘™๐‘Ž๐‘ค๐‘Ž๐‘› ๐‘—๐‘’๐‘›๐‘–๐‘ 
Menjelaskan bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan yang memiliki perbedaan jenis kelamin.

•๐‘€๐‘’๐‘š๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘˜๐‘’๐‘›๐‘Ž๐‘™๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘œ๐‘Ÿ๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘ ๐‘’๐‘˜๐‘ 
Caranya cukup mudah, misalnya dengan menggunakan boneka ataupun ketika mandi. Perkenalkan anak secara singkat organ tubuh yang dimiliki seperti ; rambut, kepala, tangan, kaki, perut, serta jangan lupa penis dan va­gina. Terangkan juga fungsi dari anggota tubuh dan cara pemeliharaannya agar terhindar dari kuman penyakit.

•๐‘€๐‘’๐‘›๐‘”โ„Ž๐‘–๐‘›๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘– ๐‘Ž๐‘›๐‘Ž๐‘˜ ๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘– ๐‘˜๐‘’๐‘š๐‘ข๐‘›๐‘”๐‘˜๐‘–๐‘›๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘’๐‘™๐‘’๐‘๐‘’โ„Ž๐‘Ž๐‘› ๐‘ ๐‘’๐‘˜๐‘ ๐‘ข๐‘Ž๐‘™
Tegaskan pada anak bahwa alat kelamin tidak boleh dipertontonkan secara sembarangan. Tumbuhkan rasa malu pada anak sejak dini.

•๐ผ๐‘›๐‘“๐‘œ๐‘Ÿ๐‘š๐‘Ž๐‘ ๐‘–๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘ก๐‘’๐‘›๐‘ก๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘๐‘Ÿ๐‘œ๐‘ ๐‘’๐‘  ๐‘˜๐‘’โ„Ž๐‘Ž๐‘š๐‘–๐‘™๐‘Ž๐‘› ๐‘ ๐‘Ž๐‘š๐‘๐‘Ž๐‘– ๐‘™๐‘Žโ„Ž๐‘–๐‘Ÿ๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘Ž๐‘›๐‘Ž๐‘˜
Untuk anak usia prasekolah, bisa diterangkan bahwa anak asal mulanya dari perut ibu, misalnya sambil menunjuk perut ibu atau pada ibu yang sedang hamil.

•Persiapan menghadapi masa pubertas
Informasikan bahwa seiring bertambahnya usia, anak akan mengalami perubahan dan perkembangan. Perubahan bentuk tubuh, suara dan emosi ketika memasuki masa pubertas akan terlihat jelas.

๐“๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐š๐ง ๐๐ž๐ง๐๐ข๐๐ข๐ค๐š๐ง ๐’๐ž๐ค๐ฌ

Tujuan dari pendidikan seks juga disesuaikan dengan perkembangan usia, yaitu sebagai berikut :

1. ๐‘ผ๐’”๐’Š๐’‚ ๐’ƒ๐’‚๐’๐’Š๐’•๐’‚ (1-5 ๐’•๐’‚๐’‰๐’–๐’)
Memperkenalkan organ seks yang dimiliki seperti menjelaskan anggota tubuh lainnya, termasuk menjelaskan fungsi serta cara melindunginya.

2. ๐‘ผ๐’”๐’Š๐’‚ ๐’”๐’†๐’Œ๐’๐’๐’‚๐’‰ (6-10 ๐’•๐’‚๐’‰๐’–๐’)
Memahami perbedaan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), menginformasikan asal-usul manusia, membersihkan alat genital dengan benar agar terhindar dari kuman dan penyakit.

3. ๐‘ผ๐’”๐’Š๐’‚ ๐’Ž๐’†๐’๐’‹๐’†๐’๐’‚๐’๐’ˆ ๐’“๐’†๐’Ž๐’‚๐’‹๐’‚
Menerangkan masa pubertas dan karakteristiknya, serta menerima perubahan dari bentuk tubuhnya.

4. ๐‘ผ๐’”๐’Š๐’‚ ๐’“๐’†๐’Ž๐’‚๐’‹๐’‚
Memberi penjelasan mengenai perilaku seks yang merugikan (seperti seks bebas), menanamkan moral dan prinsip '๐’”๐’‚๐’š ๐’๐’' ๐’–๐’๐’•๐’–๐’Œ ๐’”๐’†๐’Œ๐’” ๐’‘๐’“๐’‚ ๐’๐’Š๐’Œ๐’‚๐’‰ serta membangun penerimaan terhadap diri sendiri.

5. ๐‘ผ๐’”๐’Š๐’‚ ๐’‘๐’“๐’‚๐’๐’Š๐’Œ๐’‚๐’‰
Pembekalan pada pasangan yang ingin menikah tentang hubungan seks yang sehat dan tepat.

6. ๐‘ผ๐’”๐’Š๐’‚ ๐’”๐’†๐’•๐’†๐’๐’‚๐’‰ ๐’Ž๐’†๐’๐’Š๐’Œ๐’‚๐’‰
Memelihara pernikahan melalui hubungan seks yang berkualitas dan berguna untuk melepaskan ketegangan dan stres.

Sahabat DuPi, seperti yang kita ketahui, bahwa banyak orangtua yang belum memahami manfaat dan tujuan dari pendidikan seks. Ada yang menganggap bahwa pendidikan seks tidak diperlukan, sebab akan memancing anak ke arah negatif. Terkadang orangtua juga sulit untuk terbuka dan memulai dialog mengenai materi seks pada anak, sehingga akhirnya pendidikan seks dianggap tabu. Seharusnya dialog seks perlu dibangun, terutama dalam keluarga.

Setelah membaca ini, sahabat DuPi dapat memiliki perspektif yang baru mengenai pendidikan seks, meningkat kesadaran akan pentingnya pendidikan seks sejak usia dini, serta memiliki pemahaman yang benar mengenai cara penyampaian sex education yang tepat. Semoga bermanfaat.


Penulis : Ayasa Coz 

๐˜š๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ :

student-activity.binus.ac.id/himpsiko/2018/01/sex-education/

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...