Halo sahabat Dupi, apa kabar? Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.
Menurut kalian orang yang sulit dikalahkan seperti apa sih?
Apakah kita pernah merasa diri kita tidak berguna? Apakah kita selalu cemas akan ketakutan pada masa depan yang belum tentu terjadi?
Masalahnya sekarang, tidak semua orang memiliki keinginan yang kuat untuk meraih atau menerima sesuatu. Kehidupan tidak selalu menyediakan jalan yang mulus untuk mendapat sebuah keberhasilan. Akan tetapi, kita diberikan kemampuan untuk menyiasati dan melalui jalan itu dengan penuh kemenangan.
Jika kamu berpikir bahwa saat ini hanya sebagai beban keluarga dan tidak mungkin lagi melakukan sesuatu yang berarti, semoga kita bisa mengambil hikmah yang terpendar dari kisah ini.
Di usia 5 tahun ayahnya meninggal.
Di usia 16 tahun dia berhenti bersekolah.
Di usia 17 tahun dia sudah dipecat 4 kali dari pekerjaan.
Di usia 18 tahun dia menikah.
Di usia 18 - 22 tahun dia menjadi konduktor dan gagal.
Di usia 19 tahun dia menjadi ayah.
Di usia 20 tahun istrinya meninggalkannya membawa serta anaknya.
Lalu dia ikutan militer dan dikeluarkan.
Dia mencoba tes masuk fakultas hukum, tetapi gagal.
Dia bekerja di cafe kecil sebagai tukang cuci piring dan tukang masak.
Dia mencoba mengambil lagi putrinya dari istrinya yang pergi meninggalkannya dan akhirnya berhasil meyakinkan istrinya untuk kembali pulang.
Di usia 65 tahun dia pensiun dari pekerjaan dan di hari pertama menjadi pensiunan, dia mendapat dana jaminan sosial dari negara senilai 99 dollar. Perjalanan hidup membawanya pada satu titik terendah dalam hidupnya, titik di mana dia jatuh miskin. Yang dimilikinya hanyalah sebuah rumah kecil dan sebuah mobil butut yang lebih pantas disebut rongsokan.
Akhirnya dia memutuskan untuk melakukan percobaan bunuh diri, karena merasa selama 65 tahun hidup, selalu menjadi orang gagal di bidang apa pun. Dia duduk di bawah pohon, menuliskan niat bunuh dirinya disecarik surat. Namun akhirnya, dia mengurungkan niat dan sebaliknya dia menulis, "Apa yang mau kucapai di sisa hidupku ini?"
Orang tua ini sadar, bahwa dia masih punya kesempatan dan keahlian, yaitu memasak. Dia akhirnya meminjam uang dengan jaminan cek, kemudian membeli ayam, dan memasak dengan resepnya. Lalu berjualan dari pintu ke pintu hingga ditolak 1.009 kali dari satu rumah ke rumah lainnya di kota Kentucky. Pada suatu ketika, sebuah restoran mencoba memakai resepnya.
Kelezatan resep milik Sanders membuat gubernur Kentucky saat itu memberikan gelar Kolonel. Gelar ini merupakan gelar tertinggi yang diberikan oleh pemerintah. Di sinilah awal kesuksesan seorang tua bernama Kolonel Harland Sanders. Pendiri KFC ini meninggal di usia 90 tahun pada 16 Desember 1980 di Louisville, Kentucky.
Saat ini, siapa yang tidak kenal makanan cepat saji Kentucky Fried Chicken? Menunya tersebar di seluruh belahan dunia.
Pesan moral :
Gagal itu tidak harus kamu takuti. Untuk meraih keberhasilan dan membuat perubahan hidup dibutuhkan kegigihan dan sifat pantang menyerah. Tidak selamanya usia bisa dijadikan alasan untuk tidak berkarya atau melakukan sesuatu. Dalam hidup yang dibutuhkan adalah tekad dan kemauan keras.
Ingat sahabat DuPi, "Orang yang paling sulit untuk dikalahkan adalah orang yang tidak pernah menyerah." Ketika telah tiba di puncak kesuksesan kita akan tahu bahwa Tuhan memberikan kesuksesan kepada mereka yang benar-benar tekun untuk mendapatkannya.
SELAMAT HARI KESAKTIAN PANCASILA
1 Oktober 2021
Salam penuh cinta Dunia Psikologi.
Penulis : Ayasa Coz
Referensi :
Mei Katrin (2009). Segenggam Mutiara Kehidupan : Hasil Sebuah Ketekunan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar