Halo sahabat DuPi di mana pun berada, apa kabar ? Kembali lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.
Apa yang ada di benak sahabat DuPi saat mendengar atau berbicara tentang seks?
Sebagian besar orang menganggap bahwa seks ialah hubungan badan. Padahal, arti seks menurut KBBI ialah jenis kelamin, yang membedakan laki-laki dan perempuan secara biologis.
Tahukah sahabat DuPi bahwa kegiatan seksualitas menyangkut beberapa hal, antara lain :
๐๐๐๐๐ง๐ ๐๐๐ค๐ก๐ค๐๐๐จ yaitu berkaitan dengan organ reproduksi ; cara merawat kebersihan organ dan kesehatan organ.
๐๐๐๐๐ง๐ ๐๐จ๐๐ ๐ค๐ก๐ค๐๐๐จ yaitu berkaitan dengan identitas peran jenis, perasaan terhadap seksualitas dan bagaimana menjalankan fungsinya sebagai makhluk seksual.
๐๐๐๐๐ง๐ ๐จ๐ค๐จ๐๐๐ก yaitu berkaitan dengan bagaimana seksualitas muncul dalam hubungan antar manusia serta pengaruhnya dalam pembentukan pandangan mengenai seksualitas dan pilihan prilaku seks.
๐๐๐๐๐ง๐ ๐ ๐ช๐ก๐ฉ๐ช๐ง๐๐ก yakni bahwa perilaku seks merupakan bagian dari budaya yang ada di masyarakat.
๐๐๐ง๐๐ข๐๐ข๐ค๐๐ง ๐๐๐ค๐ฌ ๐๐ฉ๐๐ค๐๐ก ๐๐๐ฌ๐ฎ๐๐ญ๐ฎ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐๐ฎ?
Pendidikan seks atau istilah kerennya sex education sudah seharusnya diberikan kepada anak remaja, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Hal ini penting sebagai upaya untuk mengusahakan dan merumuskan perawatan kesehatan seksual dan reproduksi serta menyediakan informasi yang komprehensif bagi para remaja.
Di Indonesia, pembahasan tentang sex education kadang masih timbul pro-kontra di masyarakat, lantaran adanya anggapan bahwa membicarakan seks adalah hal yang tabu dan pendidikan seks akan mendorong remaja untuk berhubungan seks. Sebagian besar masyarakat masih memandang pendidikan seks seolah sebagai suatu hal yang vulgar.
Berdasarkan sudut pandang psikologis, pendidikan seksual sangat diperlukan bagi perkembangan remaja, dengan harapan agar remaja tidak memiliki kesalahan persepsi terhadap seksualitas dan tidak terjebak pada perilaku-perilaku yang kurang bertanggungjawab baik dari segi kesehatan maupun psikologis.
๐entingnya Pendidikan Seks
Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di sekitar kita, tidak hanya mengancam para remaja yang rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Eksploitasi seks pada anak di bawah umur juga sering terjadi oleh orang-orang terdekat yang bahkan dilakukan oleh keluarga korban sendiri. Meningkatnya kasus kekerasan seksual merupakan bukti nyata kurangnya pengetahuan anak mengenai pendidikan seks yang seharusnya sudah mereka peroleh sejak dini dari orang tuanya.
Pendidikan seks seharusnya menjadi bentuk kepedulian orang tua terhadap masa depan anak dalam menjaga apa yang telah menjadi kehormatannya, terlebih bagi seorang perempuan. Pendidikan seks menjadi sangat penting mengingat banyaknya kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi terhadap anak dan remaja. Namun yang terjadi di lapangan, justru orang tua bersikap apatis dan tidak berperan aktif untuk memberikan pendidikan seks sejak usia dini kepada anaknya.
Mereka beranggapan bahwa pendidikan seks akan diperoleh anak seiring berjalannya usia ketika ia sudah dewasa nanti. Mereka seolah menyerahkan pendidikan seks kepada pihak sekolah sebagai sumber ilmu bagi anaknya. Padahal pendidikan seks sendiri belum diterapkan secara khusus dalam kurikulum sekolah. Kurangnya pengetahuan orang tua terhadap kebutuhan anaknya sendiri dalam mengahadapi tuntutan zaman menjadi faktor utama belum tersampaikannya pendidikan seks sejak usia dini di lingkup keluarga.
๐๐๐ซ๐ ๐๐๐ง๐ฒ๐๐ฆ๐ฉ๐๐ข๐๐ง ๐๐๐ค๐ฌ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ฉ๐๐ญ
Berikut ini beberapa hal yang harus sahabat DuPi ketahui dalam memberikan informasi tentang seks, antara lain:
•๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ค๐๐ ๐๐๐๐๐
Menjelaskan bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan yang memiliki perbedaan jenis kelamin.
•๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐
Caranya cukup mudah, misalnya dengan menggunakan boneka ataupun ketika mandi. Perkenalkan anak secara singkat organ tubuh yang dimiliki seperti ; rambut, kepala, tangan, kaki, perut, serta jangan lupa penis dan vagina. Terangkan juga fungsi dari anggota tubuh dan cara pemeliharaannya agar terhindar dari kuman penyakit.
•๐๐๐๐โ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐โ๐๐ ๐ ๐๐๐ ๐ข๐๐
Tegaskan pada anak bahwa alat kelamin tidak boleh dipertontonkan secara sembarangan. Tumbuhkan rasa malu pada anak sejak dini.
•๐ผ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐ก๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐โ๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐โ๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐
Untuk anak usia prasekolah, bisa diterangkan bahwa anak asal mulanya dari perut ibu, misalnya sambil menunjuk perut ibu atau pada ibu yang sedang hamil.
•Persiapan menghadapi masa pubertas
Informasikan bahwa seiring bertambahnya usia, anak akan mengalami perubahan dan perkembangan. Perubahan bentuk tubuh, suara dan emosi ketika memasuki masa pubertas akan terlihat jelas.
๐๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐๐ง ๐๐๐ง๐๐ข๐๐ข๐ค๐๐ง ๐๐๐ค๐ฌ
Tujuan dari pendidikan seks juga disesuaikan dengan perkembangan usia, yaitu sebagai berikut :
1. ๐ผ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ (1-5 ๐๐๐๐๐)
Memperkenalkan organ seks yang dimiliki seperti menjelaskan anggota tubuh lainnya, termasuk menjelaskan fungsi serta cara melindunginya.
2. ๐ผ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ (6-10 ๐๐๐๐๐)
Memahami perbedaan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), menginformasikan asal-usul manusia, membersihkan alat genital dengan benar agar terhindar dari kuman dan penyakit.
3. ๐ผ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐
Menerangkan masa pubertas dan karakteristiknya, serta menerima perubahan dari bentuk tubuhnya.
4. ๐ผ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐
Memberi penjelasan mengenai perilaku seks yang merugikan (seperti seks bebas), menanamkan moral dan prinsip '๐๐๐ ๐๐' ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ serta membangun penerimaan terhadap diri sendiri.
5. ๐ผ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐
Pembekalan pada pasangan yang ingin menikah tentang hubungan seks yang sehat dan tepat.
6. ๐ผ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐
Memelihara pernikahan melalui hubungan seks yang berkualitas dan berguna untuk melepaskan ketegangan dan stres.
Sahabat DuPi, seperti yang kita ketahui, bahwa banyak orangtua yang belum memahami manfaat dan tujuan dari pendidikan seks. Ada yang menganggap bahwa pendidikan seks tidak diperlukan, sebab akan memancing anak ke arah negatif. Terkadang orangtua juga sulit untuk terbuka dan memulai dialog mengenai materi seks pada anak, sehingga akhirnya pendidikan seks dianggap tabu. Seharusnya dialog seks perlu dibangun, terutama dalam keluarga.
Setelah membaca ini, sahabat DuPi dapat memiliki perspektif yang baru mengenai pendidikan seks, meningkat kesadaran akan pentingnya pendidikan seks sejak usia dini, serta memiliki pemahaman yang benar mengenai cara penyampaian sex education yang tepat. Semoga bermanfaat.
Penulis : Ayasa Coz
๐๐ถ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ :
student-activity.binus.ac.id/himpsiko/2018/01/sex-education/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar