Jumat, September 10, 2021

10 September, Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Halo semuanya, kembali lagi bersama Dunia Psikologi, satu dua telinga untuk berjuta-juta suara.

Apakah sahabat DuPi ada yang tahu kalau hari ini tanggal berapa? Yoi benar banget, hari ini tanggal 10 September,  bertepatan dengan hari pencegahan bunuh diri sedunia.

Sejarah Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia diperingati setiap tanggal 10 September dengan tujuan untuk menciptakan kesadaran di antara orang-orang, dalam mengambil tindakan dan membantu mencegah kasus bunuh diri.

Hari Pencegahan Bunuh Diri pertama kali didirikan oleh Asosiasi Internasional untuk Pencegahan Bunuh Diri (IASP) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2003.

Angka bunuh diri juga menduduki peringkat ketiga penyebab kematian di dunia, kerap dikaitkan dengan berbagai hal, diantaranya: penyakit kronis, stigma, dan gangguan mental. Tindakan bunuh diri biasanya bukan merupakan buah pikiran secara spontan. Namun tindakan ini, merupakan efek jangka panjang dari sebuah tekanan psikologis. Tidak semua pelaku bunuh diri memiliki riwayat menyakiti diri sendiri (self harm) (Goldman-Mellor dkk,  2014; Nock MK dkk 2008).

Alasan Seseorang Memilih untuk Bunuh Diri

Sebagian besar alasan seseorang ingin bunuh diri adalah karena depresi dan menganggap dunia sudah tidak pantas untuk ditinggali lagi dan sikap putus asa.

Berdasarkan data WHO tahun 2019, tingkat bunuh diri di Indonesia berada di peringkat 159. Jika dilihat dari peringkat tersebut, angka bunuh diri di Indonesia sudah cukup parah. Sayangnya, bunuh diri merupakan masalah yang tidak dapat diungkap kebenarannya. Hal itu seperti menjadi aib masing-masing individu yang tidak sepenuhnya dipahami oleh orang lain.

Bunuh diri merupakan masalah yang kompleks karena tidak diakibatkan oleh penyebab atau alasan tunggal. Sulit untuk menjelaskan mengenai penyebab mengapa orang memutuskan untuk melakukan bunuh diri, sedangkan yang lain dalam kondisi yang sama bahkan lebih buruk tetapi tidak melakukannya.

Seseorang memiliki berbagai macam pemikiran yang terkadang tidak bisa dipahami oleh orang lain. Beberapa dari mereka mungkin merasa sulit untuk mengungkapkan perasaan mereka yang sesungguhnya. Hal ini dapat berakibat buruk pada kehidupan seseorang jika keadaannya sudah terlalu parah hingga dapat menyebabkan kematian.

Selain itu, bunuh diri terjadi karena sempitnya pemikiran seseorang dalam menghadapi suatu masalah. Hal ini terjadi karena seseorang memisahkan diri dari Tuhan-Nya. Apabila seseorang mengingat bahwasanya ada Tuhan yang selalu bersamanya, maka niscaya akan hilang darinya kesusahan.

Faktor Pemicu Seseorang Nekad Melakukan Bunuh Diri

Menurut Kepala koordinator komunitas Into the Light Indonesia, Benny Prawira Siauw, beberapa faktor pemicu seseorang nekad melakukan tindakan bunuh diri antara lain : 

Perasaan kesepian
Remaja berusia 13-15 tahun, bahkan sudah bisa merasakan kesepian. Namun, masyarakat masih sering menganggap remeh kondisi tersebut.
Remaja tetap berisiko mengalami kesepian, saat memiliki geng sekalipun. Sebab, apabila kebutuhan sosialnya belum terpenuhi, remaja bisa tetap kesepian.

Bullying
Permasalahan lain yang memicu tindakan bunuh diri adalah bullying. Masyarakat masih cenderung menganggap bullying sebagai hal yang lumrah.
Padahal, bullying memberikan dampak signifikan terhadap tindakan bunuh diri. "Kita harus memikirkan, bagaimana cara mencegah bullying agar bisa mencegah bunuh diri."

Pelecehan seksual di masa kecil
Menjadi korban pelecehan seksual di masa kanak-kanak, bisa berdampak hingga dewasa. Korban terus merasakan luka batin dan emosional. Kondisi ini pun berisiko menimbulkan pemikiran untuk bunuh diri.

Tanda-Tanda Seseorang yang Punya Keinginan Bunuh Diri

Berikut adalah beberapa tanda yang mungkin ditunjukkan oleh seseorang yang ingin bunuh diri:

Sering membicarakan kegelisahan yang dialaminya

A. Sering membicarakan tentang kematian
B. Merasa putus asa dan tidak memiliki gairah hidup
C. Mudah marah secara tiba-tiba
D. Kehilangan nafsu makan hingga berat badan berkurang
E. Sulit tidur dan kerap merasa sedih, cemas, atau stres
F. Menarik diri dari aktivitas sehari-hari dan orang lain, termasuk keluarga
G. Menyimpan atau menggunakan obat-obatan terlarang (narkoba)
H. Tanda lainnya yang paling berbahaya adalah saat seseorang mengucapkan perpisahan kepada orang-orang terdekat dan terlibat dalam aktivitas yang mempertaruhkan nyawa atau percobaan bunuh diri.

🎭 Dampak Buruk Bunuh Diri

Agama apapun melarang perbuatan bunuh diri. 
Dalam Islam, bunuh diri amat dilarang dan bukanlah solusi dari berbagai masalah yang ada. Bisa jadi, bunuh diri adalah malapetaka baru bagi kehidupan seseorang.

Diambil dari islampos.com Beberapa dampak buruk bunuh diri, di antaranya:

• Keluarga yang ditinggalkan oleh pelaku bunuh diri tentu akan menanggung beban yang bertambah berat. Terutama jika yang bunuh diri adalah seorang suami, yang tidak lain adalah pejuang kehidupan keluarganya. Anaknya terancam hidup yatim, dan tidak ada lagi yang menjamin kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya.

• Hutang yang belum terbayar akan menjadi tanggungan ahli warisnya.

• Bunuh diri hanya akan menjadi aib bagi dirinya, keluarganya, dan juga keturunannya.

• Pelaku bunuh diri sama saja telah melakukan dosa besar yang tidak akan diampuni lagi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, karena pintu taubat telah tertutup baginya.

• Pelaku bunuh diri sudah dipastikan akan masuk neraka dan kekal di dalamnya. 

Seperti yang disabdakan Rasulullah dalam haditsnya, “Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata itu akan ditusuk-tusukannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan racun, maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke neraka, untuk selama-lamanya.” (HR. Muslim).

Upaya-Upaya Pencegahan Bunuh Diri

Beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan bunuh diri, di antaranya:

 1. Ajak dia berdiskusi dan jadilah pendengar yang baik
Seseorang yang berkeinginan untuk bunuh diri biasanya sedang mengalami suatu masalah berat. Oleh karena itu, sangat penting dalam membuka percakapan hangat, agar dia mau berbagi cerita terkait apa yang sedang dirasakannya.
Saat dia sedang mencurahkan segala keluh kesahnya, jangan sekali-kali langsung menawarkan solusi apalagi menasihatinya. Tetaplah diam dan menjadi pendengar yang baik, karena hal ini akan membuatnya nyaman dan menunjukkan bahwa kamu ikut peduli terhadap masalah yang sedang dia hadapi.

2. Bantu selesaikan masalahnya semampumu 
Seseorang yang memiliki keinginan untuk bunuh diri sangat menderita secara emosional. Bunuh diri dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar bagi mereka yang tidak bisa menghadapi masalahnya sendiri. Maka dari itu, cobalah untuk tawarkan bantuan apa saja yang mungkin dia butuhkan.
Yakinkan padanya bahwa kamu akan membantu permasalahan yang sedang dihadapinya semampumu. Bila memang permasalahan dirasa cukup besar, kamu bisa libatkan kerabat maupun keluarganya untuk ikut serta dalam memecahkan masalah tersebut.

3. Jangan biarkan dia kesepian
Karena bunuh diri sering kali dilakukan secara diam-diam, sebisa mungkin jangan biarkan dia sendirian. Temani dia setiap waktu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, singkirkan semua barang-barang yang dianggap berbahaya, seperti senjata api, senjata tajam, atau obat-obatan yang berada di sekitarnya. Dengan begitu, hal ini bisa menurunkan hasrat maupun keinginannya untuk bunuh diri.

4. Ajak dia untuk menemui psikolog atau psikiater
OnBila memang usahamu belum juga berhasil merubah niat atau sikapnya untuk melakukan bunuh diri, satu-satunya jalan terbaik yang bisa kamu lakukan adalah ajak dia menemui psikiater atau psikolog.
Nantinya, psikiater atau psikolog akan melakukan penanganan tergantung pada penyebab yang mendasari pikiran dan perilakunya untuk bunuh diri.


Pada dasarnya, pencegahan bunuh diri pada seseorang bisa teratasi dengan baik selama keluarga dan temannya ikut peduli untuk membantu dan mencari jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi orang tersebut.
Dengan mengetahui tanda seseorang ingin bunuh diri dan langkah pencegahannya seperti di atas, diharapkan tidak sampai terjadi peristiwa yang memilukan pada orang-orang terdekat kita ya sahabat DuPi.

Saya, kamu dan sahabat DuPi menyadari bahwa di tengah situasi dunia yang berubah akibat pandemi COVID-19, dan meningkatnya stres dan kecemasan masyarakat di bawah isolasi dan pemberlakuan PPKM, kita menyadari bahwa hubungan antarmanusia menjadi sangat penting. 

"Jangan ragu untuk berbicara dan berbagi keluh kesah dengan orang-orang di komunitas, baik itu teman, anggota keluarga, kolega, atau bahkan orang yang tak dikenal. Berkomunikasi dan menjangkau orang lain dapat mengubah jalan hidup seseorang."


Penulis : Ayasa Coz 

Sumber : 

-//id.m.wikipedia.org/wiki/Hari_Pencegahan_Bunuh_Diri_Sedunia
- www.intothelightid.org/2018/09/08/surat-dari-kami-2018-bekerja-bersama-untuk-mencegah-bunuh-diri/
- http://islampos.com/ini-5-petaka-akibat-bunuh-diri-62603/

Tidak ada komentar:

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...