Halo, ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu dua telinga untuk berjuta-juta suara.
Tahukah sahabat DuPi, jika di Indonesia setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional dan di dunia Internasional diperingati sebagai Hari Tanpa Kekerasan Internasional?
Dua peringatan hari ini sama-sama berasal dari penetapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Untuk lebih jelasnya sahabat DuPi, kami akan merangkum tentang Hari Batik Nasional dan Hari Tanpa Kekerasan Internasional untuk menambah pengetahuan kita bersama.
𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗕𝗮𝘁𝗶𝗸 𝗡𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹
Perlu sahabat DuPi ketahui, pertama kali batik ditetapkan sebagai warisan budaya yaitu pada tanggal 2 Oktober tahun 2019 silam oleh UNESCO.
Dalam memperingati hari batik, beragam lapisan masyarakat akan mengenakan pakaian batik, bahkan para pelajar juga disarankan menggunakannya.
Sebelumnya, batik pertama kali dikenalkan kepada dunia Internasional oleh Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi PBB. Bahkan dalam pertemuan tersebut, Presiden Soeharto memberikan batik kepada tamu undangan sebagai cinderamata sekaligus mengenalkannya ke dunia luar.
Kemudian batik didaftarkan untuk mendapatkan Cultural Heritage di UNESCO pada 4 Septrember 2008. Satu tahun kemudian batik ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.
Maka, untuk tetap menjaga dan melestarikan warisan buadaya ini, setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional dan setiap warga negara Indonesia disarankan untuk menggunakannya.
Kalau bukan saya, kamu dan sahabat DuPi yang menggunakan produk dalam negeri, siapa lagi? Masa sih, sahabat DuPi kalah dengan oppa Korea yang bahkan sudah menggunakan batik.
𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗞𝗲𝗸𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹
Penetapan 2 Oktober sebagai Hari Tanpa Kekerasan berdasarkan hari kelahiran Mahatma Gandhi, seorang pemimpin gerakan kemerdekaan India dan pelopor filosofi tanpa kekerasan.
Salah satu pesan Mahatma Gandhi yang terus dikenang hingga sekarang adalah, "Perjuangan tanpa kekerasan dapat disebut sebagai kekuatan terbesar yang ada di tangan umat manusia. Kapasitas itu lebih kuat daripada senjata pemusnah paling hebat yang pernah diciptakan manusia," ujar Gandhi, sebagaimana dikutip laman PBB.
Salah satu keberhasilan menerapkan perjuangan tanpa kekerasan atau ahimsa yang diusung Gandhi adalah dalam perjuangan melawan kolonialisme Inggris, pada peristiwa Salt March pada tahun 1930.
Menurut Gandhi, melawan kekerasan tidak bisa dilakukan dengan kekerasan juga. Mustahil mencapai masyarakat yang damai dengan jalan kekerasan.
Menurut resolusi Majelis Umum PBB bernomor A/RES/61/271 of 15 June 2007, peringatan Hari Tanpa Kekerasan Internasional diresmikan dengan tujuan untuk penyebarluasan pesan antikekerasan kepada seluruh dunia, termasuk lewat pendidikan dan penyadaran publik.
Hal tersebut menegaskan kembali relevansi universal prinsip antikekerasan dan keinginan untuk menjamin budaya damai, toleransi, pemahaman dan antikekerasan.
Di negara Indonesia, kekerasan sudah menjadi pemberitaan sehari-hari. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah mencatat kasus kekerasan terhadap anak setiap tahunnya melalui sistem informasi online ( Simfoni-PPPA). Tercatat per tanggal 23 Juli 2021 terdapat lebih dari 7.190 kasus kekerasan terhadap anak dan lebih dari 5.500 kasus kekerasan terhadap perempuan di masa pandemi covid 19.
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Perlu adanya sinergi dari berbagai pihak agar adanya perlindungan khusus bagi perempuan dan anak yang menjadi korban tindakan kekerasan dan bisa menghukum secara adil pelaku kekerasan tersebut.
Iya, sahabat DuPi, harusnya kesadaran hukum masyarakat di Indonesia diharapkan bisa terus meningkat dan lembaga Hukum terus berbenah. Agar tidak ada lagi yang namanya kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa baik perempuan dan anak-anak.
Seperti kata Gandhi, "An unjust law is itself a species of violence. (Hukum yang tidak adil itu merupakan jenis kekerasan sendiri)."
Mari sahabat DuPi, menjaga diri dan perlakukanlah orang terdekat dan sekitar kita dengan lemah lembut tanpa kekerasan. Salam penuh cinta Dunia Psikologi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar