Sabtu, Januari 29, 2022

Ilmu Ghaib Dalam Kacamata Psikologi

Halo sahabat Dupi, Ketemu lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 

Apa kabar sobat? Semoga dalam keadaan fine, ya. Ngomong-ngomong ada yang penasaran tidak nih mengenai ilmu ghaib? Aku sih penasaran, pernah berfikir tidak, mengapa orang yang agamis cenderung tidak realistis? Dan mengapa mereka mempercayai hal-hal yang ghaib? Yang takmampu dijelaskan oleh pengetahuan. Dan mereka terlihat lebih menikmati hidup ... seolah semua baik-baik saja. Dan yakin dengan apa yang diyakini.

Kita bahas sedikit, ya sobat. Biar cara berpikir kita nanti tidak bengkok. Lurus mulus seperti jalan tol.

Dikutip dari E-Journal UNDIP, ilmu ghaib yang berbau mistis secara khusus mengkaji hubungan manusia dengan yang Transenden. Psikologi berpartisipasi dalam hal ini melalui kemunculan psikologi transpersonal. 
 
Dalam bab tersebut, mistisisme menjadi salah satu tema sentral. Bila perhatian difokuskan pada mistisisme, maka psikologi akan berkembang menjadi psychologia mystica(psikologi mistis).

Itu artinya psikologi mistis hanya sebagian atau salah satu dari psikologi transpersonal. Jika diulik mengenai psikologi transpersonal, maka sudah dipastikan butuh beribu-ribu lembar kertas untuk menjelaskannya.

Dalam perspektif awam, mistis umumnya diasosiasikan dengan klenik, sihir, atau gaib. Pemaknaan seperti ini sudah menjamur tidak hanya dalam masyarakat, tetapi juga di kalangan akademisi.

Sobat, mistisme sulit dimengerti jika kita hanya mengandalkan literatur tanpa masuk sendiri dalam dunia mistis itu sendiri. Tanpa mengalami gejolak batin, pikiran, roh, dan tubuh.

Adakah dari sobat DuPi yang mendapati hal-hal ghaib atau mistis? Sebenarnya mengapa bisa seperti itu? Pengalaman mistis sendiri bisa dicirikan sebagi berikut:

▪︎ Orang yang mengalami pengalaman mistis akan mengungkapkan bahwa pengalaman itu tidak bisa diekspresikan. Kata-kata tidak cukup untuk menampung isi pengalaman itu. Pengalaman ini harus dialami langsung. Ia tidak bisa diberikan atau dialihkan kepada orang lain. Pengalaman ini lebih banyak melibatkan perasaan.

▪︎ Perasaan tidak dapat dijelaskan pada orang lain yang belum pernah mengalaminya. Seperti halnya orang bisa menilai alunan musik bila ia memiliki telinga yang peka untuk menilai.

▪︎ Meski pengalaman mistis lebih banyak melibatkan perasaan, pengalaman ini juga sebenarnya melibatkan pengetahuan orang yang mengalaminya. Pengetahaun di sini bukanlah pengetahuan rasional, tapi pemahaman langsung akan sesuatu di luar penalaran atau hukum-hukum logis. Inilah yang umum disebut iluminasi, pewahyuan, perasaan bermakna dan bernilai.

Pengalaman mistis berlangsung singkat. Dalam beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, pengalaman ini berlangsung selama setengah jam atau paling lama satu atau dua jam. Ketika pengalaman itu berakhir, kualitasnya tidak bisa ditangkap penuh oleh ingatan.

Kehendak sadar bisa menjadi alat bantu dalam mencapai pengalaman mistis. Sebagai contoh, seseorang dengan sadar bisa berkonsentrasi pada objek tertentu atau menjaga sikap tubuh tertentu seperti dalam berdoa atau bermeditasi. 

Meski demikian, ketika pengalaman mistis terjadi, mistikus merasa seolah-olah kehendak sadarnya melayang-layang, kadang-kadang terasa seperti direnggut dan dipegang oleh kekuatan yang lebih tinggi. Kondisi yang aneh ini membuat pengalaman mistis kadang-kadang dihubungkan dengan fenomena-fenomena yang dianggap abnormal atau paranormal seperti ucapan profetis (ramalan), penulisan otomatis (automatic writing), atau trans mediumistis (kemampuan berkomunikasi dengan roh di saat trans). 

Ketika pengalaman akan fenomena paranormal itu berakhir dan orang yang mengalaminya kembali “sadar”, maka ia mungkin tidak mengingat apa yang sudah terjadi. Dengan kata lain, pengalaman paranormal hanya interupsi dalam pengalaman mistis. Pengalaman mistis jauh lebih luas daripada ini. Sulit sekali memilah pengalaman mistis secara jelas. Beberapa kejadian dalam pengalaman ini masih bisa diingat dan memiliki dampak yang besar bagi perubahan kualitas hidup.

So, sobat DuPi dah tahu sedikit mengenai ilmu ghaib atau alam ghaib atau juga hal-hal mistis. Hal itu tidak lain dan tidak bukan hanya bisa dirasakan oleh masing-masing individu, dan tidak bisa ditransfer oleh pengetahuan biasa. Karena melibatkan gejolak hati, roh, jiwa, dan tubuh seseorang.

Penyunting: Awal

Sumber : YF La Kajiha. 2009. Menuju Psikologi Mistis. Jurnal Psikologi Undip, Vol. 5. No. 2, Desember 2009. Hlm. 148-176.

Jumat, Januari 28, 2022

CRAB MENTALITY : Rasa Iri terhadap Kesuksesan Orang Lain

Halo sahabat DuPi di mana pun kamu berada, apa kabar ? Kembali lagi dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 

Sahabat DuPi pernah tidak merasa iri melihat kawan kita yang nyantai-nyantai saja belajarnya, tetapi nilainya bagus terus? sedangkan kita yang sudah berjuang malah tidak sebagus dia. Kasus lainnya, ada juga kita lihat teman yang biasa saja parasnya, tetapi dia malah dapat jodoh terlebih dahulu daripada kita. Begitulah hidup, kadang ada juga yang merasa iri dengan keberhasilan kita sehingga berusaha menjatuhkan kita. Huff ....

Kesuksesan orang lain seharusnya bisa menjadi cambuk untuk terus meningkatkan kualitas diri. Melihat orang lain sukses, patut rasanya menjadi motivasi untuk diri sendiri. Namun ternyata, banyak orang yang menganggap kesuksesan orang lain adalah hambatan. 

Nah sahabat DuPi, ternyata kalau tidak suka melihat keberhasilan yang dicapai oleh teman atau kolega ternyata bisa masuk sebagai sindrom psikologis, loh. 


𝑨𝒑𝒂 𝒊𝒕𝒖 𝑪𝒓𝒂𝒃 𝑴𝒆𝒏𝒕𝒂𝒍𝒊𝒕𝒚

Crab Mentality merupakan sebuah fenomena psikologis yang membuat diri kita tidak suka dengan pencapaian orang lain.

Diambil dari wikipedia, Crab Mentality dikenal sebagai teori kepiting, mentalitas kepiting dalam ember, atau efek kepiting-ember, adalah cara berpikir yang dijelaskan dengan ungkapan "Jika saya tidak dapat memilikinya, kamu juga tidak dapat."

Dibanding bertahan hidup atau melarikan diri dari kelompoknya, kepiting memilih untuk mati bersama. Perilaku ini adalah analogi dari pola pikir egois dan iri terhadap kesuksesan orang lain yang disebut sebagai Crab Mentality atau mentalitas kepiting.

Tidak jarang, Crab Mentality muncul dengan :  tindakan mengkritik tanpa memberi solusi. Selain itu, sikap dan perkataan yang bersifat meremehkan dan memanipulasi.


⎙𝐀𝐩𝐚 𝐇𝐮𝐛𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐆𝐚𝐲𝐚 𝐇𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐊𝐞𝐩𝐢𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐭𝐚𝐥 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚❓

Manusia merupakan mamalia, yang secara alamiah memang bertahan hidup dengan cara berlindung di dalam kelompok. Secara alamiah, otak manusia akan memproduksi serotonin (perasaan nyaman) ketika merasa memiliki kontrol dan kuasa. Sementara itu, hormon kortisol (perasaan terancam) akan diproduksi ketika seseorang berada dalam posisi lemah. Hidup dalam komunitas sosial membuat manusia terus menerus berkompetisi untuk memperoleh kebutuhan dasar.

Sebagai mamalia modern, manusia menaruh perhatian besar pada status sosialnya. Manusia berusaha mempertahankan perasaan nyamannya sebagai bagian dari sifat alami untuk bertahan hidup. Dalam konteks ini, Crab Mentality  muncul dari perasaan rekan yang merasa stagnan dengan perkembangan dirinya sementara orang lain mengalami perkembangan lebih pesat. Perasaan ini kemudian merangsang hormon kortisol dan membuat keputusan-keputusan yang diambil menjadi tak jernih.

Dalam kehidupan nyata, perilaku yang mirip seperti ini sangat mungkin ditemui di sekitar kita. Bisa jadi teman, rekan kerja, atau keluarga dekat yang secara sengaja maupun tidak sedang menghalang-halangi usahamu. Mereka yang memiliki Crab Mentality akan kurang memberi dukungan atau apresiasi terhadap apa yang tengah kamu kerjakan karena mereka memiliki Crab Mentality atau sikap iri denganmu.


⎙ 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐝𝐚𝐩𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐭𝐚𝐥 𝐤𝐞𝐩𝐢𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐂𝐫𝐚𝐛 𝐌𝐞𝐧𝐭𝐚𝐥𝐢𝐭𝐲

Bila kamu merasa diperlakukan dengan sikap yang menghalangi perkembangan, atau mulai merasa terganggu dengan perkembangan orang lain, Loretta Graziano Breuning, profesor di California State University East Bay dalam Psychology Today menyarankan cara-cara berikut untuk menghadapi mental kepiting:

🍁𝟏. 𝐊𝐨𝐧𝐬𝐢𝐬𝐭𝐞𝐧

╰⌲Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melawan Crab Mentality adalah konsisten dengan pilihan yang diambil. Bila orang lain yang memberikan tanggapan negatif atas apa yang kamu lakukan, jangan berhenti melakukan apa yang menurutmu benar atau penting.

🍁𝟐. 𝐌𝐞𝐧𝐚𝐦𝐛𝐚𝐡 𝐧𝐢𝐥𝐚𝐢 𝐝𝐢𝐫𝐢

╰⌲Menambah keahlian-keahlian baru dapat membantu kamu meningkatkan kepercayaan diri. Dengan memiliki keahlian-keahlian baru, kemungkinan kamu untuk dijatuhkan akan lebih kecil ketimbang menjadi orang dengan kemampuan rata-rata. Selain itu, nilai diri yang bertambah juga membuatmu tidak perlu merasa berkecil hati hingga mencegah orang lain untuk berkembang.

🍁𝟑. 𝐉𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐨𝐝𝐞𝐥 𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐚𝐢𝐧

╰⌲Mengetahui maksud dari setiap perilakumu akan membuat kamu semakin sulit dijatuhkan. Sikap-sikap positif yang kamu adopsi dan tunjukkan bisa saja menginspirasi orang lain. Dengan menjadi role model, orang akan cenderung tidak menjatuhkanmu dan membuatmu merasa takperlu memiliki mental kepiting.

🍁𝟒. 𝐓𝐞𝐭𝐚𝐩 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚𝐤𝐚𝐧

╰⌲Bila kamu tertarik dengan sesuatu dan bersemangat melakukannya, maka lakukan dengan gigih. Terlalu sering mengganti jalan yang kamu ambil menjadikanmu rawan untuk dijatuhkan. Lakukan sesuatu dengan sepenuh hati dan terima segala tantangannya dengan fokus hingga kamu tidak punya waktu untuk mengkhawatirkan perkembangan orang lain.

🍁𝟓. 𝐓𝐞𝐭𝐚𝐩 𝐠𝐢𝐠𝐢𝐡, 𝐛𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐠𝐚𝐠𝐚𝐥

╰⌲Mencapai suatu tujuan tidaklah luput dari kegagalan. Namun, jangan sampai kegagalan membuatmu menyerah dan menelan mentah-mentah komentar negatif orang lain yang justru bisa membuatmu semakin terpuruk. Ingatlah bahwa dalam setiap kegagalan selalu ada pelajaran yang dapat diambil. Jadi, cobalah untuk mengevaluasi diri atas kegagalan yang kamu alami. Dengan begitu, rasa percaya dirimu akan bangkit kembali dan kamu semakin bersemangat untuk meraih kesuksesan.


Manusia hidup dalam komunitas dan tidak bisa dilepaskan dari konteks sosialnya. Crab Mentality pada orang lain bisa berdampak besar pada dirimu, mulai dari menurunkan rasa percaya diri hingga menghambat kesuksesanmu. Meski begitu, perlu diingat, kamu tidak perlu kesal atau marah kepada orang yang memiliki Crab Mentality, karena itu hanya membuang-buang waktu dan energimu saja.

Lebih baik fokuskan perhatianmu untuk mencapai kesuksesan yang kamu impikan dan biarkan mereka dengan masalah mereka sendiri. Tetaplah berpegang teguh dengan pendirianmu dan terapkan cara bertahan dari orang-orang dengan sikap Crab Mentality.

Namun, bila kamu memang merasa perlakuan dari orang dengan Crab Mentality benar-benar menjatuhkanmu dan membuatmu ingin menyerah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog, ya. Semoga bermanfaat.


Penulis : Ayasa Coz

Sumber :

▪︎alodokter.com

▪︎wikipedia

▪︎yoursay.id

____________________________________________

Rabu, Januari 26, 2022

SKIZOPHRENIA : Gangguan Penilaian Realistis

Halo sahabat DuPi di mana pun kamu berada, apa kabar? Sehat-sehat saja kan. Kembali dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 

Sahabat DuPi masih ingat dengan kasus yang viral di dunia tahun 2013 ? Ya, kasus Isabella Yun Mi Guzman yang membunuh ibu kandungnya, Yun Mi Hoy, dengan cara yang mengerikan. Pada usianya yang baru menginjak 19 tahun, ia membunuh ibunya dengan 151 tusukan di bagian wajah serta leher sang bunda.

Yang membuat kisah ini menjadi ramai yaitu pada sidang pengadilannya, Isabella Guzman dinyatakan tidak bersalah dan tidak dipenjara. Selain itu, senyum Isabella di pengadilan pun menjadi sorotan. Ia tersenyum seperti tak bersalah. Hal itu karena Isabella Guzman dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan dan dikirim ke Rumah Sakit Pemerintah di Pueblo untuk menjalani pengobatan dan perawatan kejiwaan.

Berdasarkan keterangan Dokter Richard Pounds, dokter yang merawat, Guzman didiagnosa mengalami paranoia skizophrenia. Dikatakan jika Isabella Guzman sering menatap ke ruang hampa, berbicara sendiri padahal tak ada orang lain hingga tertawa sendiri.

Dokter juga mengungkapkan jika Guzman selama ini berdelusi jika Yun Min Hoy bukanlah ibu kandungnya. Ia menyebut Cecela adalah sosok wanita yang dianggap sebagai ibu kandungnya. Isabella Guzman pun yakin, membunuh Yun Min Hoy demi menyelamatkan dunia.


💦 Pengertian Skizophrenia

Kata skizofrenia diterjemahkan sebagai “pemisahan pikiran” dan merupakan bahasa Latin Modern dari kata Yunani schizein (σχίζειν, “membelah”) dan phrēn, (φρήν, “pikiran”). Penggunaannya dimaksudkan untuk menggambarkan pemisahan fungsi antara kepribadian, pemikiran, memori, dan persepsi. 

Diambil dari Kemenkes RI, Skizophrenia adalah gangguan penilaian realistis yang ditandai dengan perubahan signifikan dalam persepsi, pikiran, suasana hati, dan perilaku dengan episode psikosis yang terus menerus atau kambuhan, yang sering diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra), pembicaraan yang tidak nyambung, merasa berbeda, dan disertai perilaku agresif berbahaya seperti merusak dan melukai orang lain.

Kesalahpahaman tentang gangguan ini sering terjadi. Misalnya, beberapa orang berpikir penyakit ini menciptakan kepribadian ganda. Faktanya, skizophrenia dan kepribadian adalah dua gangguan yang berbeda. 

Perlu diketahui bahwa penderita skizophrenia berisiko 2–3 kali lebih tinggi mengalami kematian di usia muda. Hal ini karena skizophrenia umumnya disertai penyakit lain, seperti penyakit jantung, diabetes, atau infeksi. Meskipun skizophrenia ini merupakan penyakit mental, bukan berarti penderitanya harus dijauhi.

💦 Penyebab Skizophrenia

Meskipun penyebab utama skizophrenia belum ditemukan, ada beberapa faktor yang disinyalir menjadi penyebab dari masalah kesehatan ini, antara lain:

— °• 1. Faktor Genetik

Keturunan dari pengidap skizophrenia memiliki risiko 10 persen lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa. Risiko tersebut meningkat 40 persen lebih besar ketika kedua orangtua sama-sama pengidap skizofrenia. Sementara itu, anak kembar yang salah satunya mengidap skizophrenia akan memiliki risiko hingga 50 persen lebih besar.

— °• 2. Komplikasi Kehamilan dan Persalinan

Skizophrenia dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yang mungkin terjadi ketika hamil dan dampaknya akan terlihat saat anak lahir. Kondisi ini, seperti paparan racun dan virus, ibu seorang pengidap diabetes, perdarahan dalam masa kehamilan, serta kekurangan nutrisi. Selain dari kehamilan, komplikasi yang terjadi ketika persalinan juga dapat menyebabkan seorang anak mengidap skizophrenia. Contohnya, berat badan rendah saat lahir, kelahiran prematur, dan asfiksia atau kekurangan oksigen saat dilahirkan.

— °• 3. Faktor Kimia pada Otak

Ketidakseimbangan kadar serotonin dan dopamin pada otak dapat menjadi salah satu penyebab dan meningkatkan risiko seseorang mengidap skizophrenia. Keduanya merupakan zat kimia yang berfungsi untuk mengirim sinyal antara sel-sel otak sebagai bagian dari neurotransmitter. Selain itu, pengidap skizophrenia juga memiliki perbedaan pada struktur dan fungsi otak dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki gangguan mental. 

— °• 4. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan yang mungkin menjadi penyebab termasuk infeksi virus dan kekurangan beberapa nutrisi ketika masih dalam kandungan, atau berada di lingkungan yang penuh tekanan dan mengakibatkan stres.

— °• 5. Penyalahgunaan Obat-obatan Tertentu

Penyalahgunaan obat-obatan terlarang, seperti narkotika disebut dapat menjadi penyebab skizophrenia.

💦 Jenis-jenis Skizophrenia

Ada beberapa jenis atau tipe skizophrenia yang mungkin terjadi pada seseorang. Berikut adalah jenis yang dimaksud:

🧩 Skizophrenia paranoid

╰⌲Skizophrenia paranoid merupakan jenis yang paling umum terjadi. Gejala paling khas dari jenis ini adalah delusi dan halusinasi akan suatu ketakutan tertentu (waham paranoid). Tidak hanya itu, penderita kondisi ini pun tidak dapat mengendalikan perilakunya. Akibatnya, pengidap skizophrenia paranoid sering berperilaku tidak pantas, sulit mengendalikan emosi, hasrat, serta keinginannya.

🧩 Skizophrenia katatonik

╰⌲Kebalikan dari paranoid, skizophrenia katatonik adalah jenis yang paling langka. Kondisi ini umumnya ditandai dengan gerakan yang tidak biasa, terbatas, dan tiba-tiba. Penderitanya mungkin sering beralih dari sangat aktif ke sangat diam dan sebaliknya. Mereka pun mungkin tidak banyak bicara, tetapi juga sering meniru ucapan atau gerakan lain.

🧩 Skizophrenia tidak terdiferensiasi

╰⌲Jenis ini ditandai dengan berbagai gejala dari tipe skizofrenia lainnya. Penderitanya mungkin menjadi tidak banyak bicara atau mengekspresikan diri, tetapi mereka juga bisa menjadi bingung atau paranoid.

🧩 Schizoaffective disorder

╰⌲Penderita schizoaffective disorder umumnya mengalami delusi (waham) dan gejala skizophrenia lainnya, tetapi juga disertai dengan satu atau lebih gejala gangguan mood. Ini termasuk depresi serta mania atau hipomania.

💦 Pengobatan dan Pencegahan Skizophrenia

Sampai saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan skizophrenia. Namun, ada pengobatan yang dapat mengendalikan dan mengurangi gejala. Penanganan tersebut dapat berupa:

▪︎ Pemberian obat-obatan antipsikotik
▪︎ Psikoterapi
▪︎ Terapi elektrokonvulsif

Pencegahan skizophrenia adalah dengan mendeteksi dan mengobatinya sejak dini sehingga perburukan dan kekambuhan penyakit ini dapat dicegah. Dengan begitu, kualitas hidup penderita pun akan membaik.


Penulis : Ayasa Coz 

Sumber :
- Kemenkes RI
- Alodokter.com
- hellosehat.com
- insertlive.com

------------------------------------------------------------------------------------

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...