Rabu, Januari 26, 2022

SKIZOPHRENIA : Gangguan Penilaian Realistis

Halo sahabat DuPi di mana pun kamu berada, apa kabar? Sehat-sehat saja kan. Kembali dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 

Sahabat DuPi masih ingat dengan kasus yang viral di dunia tahun 2013 ? Ya, kasus Isabella Yun Mi Guzman yang membunuh ibu kandungnya, Yun Mi Hoy, dengan cara yang mengerikan. Pada usianya yang baru menginjak 19 tahun, ia membunuh ibunya dengan 151 tusukan di bagian wajah serta leher sang bunda.

Yang membuat kisah ini menjadi ramai yaitu pada sidang pengadilannya, Isabella Guzman dinyatakan tidak bersalah dan tidak dipenjara. Selain itu, senyum Isabella di pengadilan pun menjadi sorotan. Ia tersenyum seperti tak bersalah. Hal itu karena Isabella Guzman dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan dan dikirim ke Rumah Sakit Pemerintah di Pueblo untuk menjalani pengobatan dan perawatan kejiwaan.

Berdasarkan keterangan Dokter Richard Pounds, dokter yang merawat, Guzman didiagnosa mengalami paranoia skizophrenia. Dikatakan jika Isabella Guzman sering menatap ke ruang hampa, berbicara sendiri padahal tak ada orang lain hingga tertawa sendiri.

Dokter juga mengungkapkan jika Guzman selama ini berdelusi jika Yun Min Hoy bukanlah ibu kandungnya. Ia menyebut Cecela adalah sosok wanita yang dianggap sebagai ibu kandungnya. Isabella Guzman pun yakin, membunuh Yun Min Hoy demi menyelamatkan dunia.


💦 Pengertian Skizophrenia

Kata skizofrenia diterjemahkan sebagai “pemisahan pikiran” dan merupakan bahasa Latin Modern dari kata Yunani schizein (σχίζειν, “membelah”) dan phrēn, (φρήν, “pikiran”). Penggunaannya dimaksudkan untuk menggambarkan pemisahan fungsi antara kepribadian, pemikiran, memori, dan persepsi. 

Diambil dari Kemenkes RI, Skizophrenia adalah gangguan penilaian realistis yang ditandai dengan perubahan signifikan dalam persepsi, pikiran, suasana hati, dan perilaku dengan episode psikosis yang terus menerus atau kambuhan, yang sering diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra), pembicaraan yang tidak nyambung, merasa berbeda, dan disertai perilaku agresif berbahaya seperti merusak dan melukai orang lain.

Kesalahpahaman tentang gangguan ini sering terjadi. Misalnya, beberapa orang berpikir penyakit ini menciptakan kepribadian ganda. Faktanya, skizophrenia dan kepribadian adalah dua gangguan yang berbeda. 

Perlu diketahui bahwa penderita skizophrenia berisiko 2–3 kali lebih tinggi mengalami kematian di usia muda. Hal ini karena skizophrenia umumnya disertai penyakit lain, seperti penyakit jantung, diabetes, atau infeksi. Meskipun skizophrenia ini merupakan penyakit mental, bukan berarti penderitanya harus dijauhi.

💦 Penyebab Skizophrenia

Meskipun penyebab utama skizophrenia belum ditemukan, ada beberapa faktor yang disinyalir menjadi penyebab dari masalah kesehatan ini, antara lain:

— °• 1. Faktor Genetik

Keturunan dari pengidap skizophrenia memiliki risiko 10 persen lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa. Risiko tersebut meningkat 40 persen lebih besar ketika kedua orangtua sama-sama pengidap skizofrenia. Sementara itu, anak kembar yang salah satunya mengidap skizophrenia akan memiliki risiko hingga 50 persen lebih besar.

— °• 2. Komplikasi Kehamilan dan Persalinan

Skizophrenia dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yang mungkin terjadi ketika hamil dan dampaknya akan terlihat saat anak lahir. Kondisi ini, seperti paparan racun dan virus, ibu seorang pengidap diabetes, perdarahan dalam masa kehamilan, serta kekurangan nutrisi. Selain dari kehamilan, komplikasi yang terjadi ketika persalinan juga dapat menyebabkan seorang anak mengidap skizophrenia. Contohnya, berat badan rendah saat lahir, kelahiran prematur, dan asfiksia atau kekurangan oksigen saat dilahirkan.

— °• 3. Faktor Kimia pada Otak

Ketidakseimbangan kadar serotonin dan dopamin pada otak dapat menjadi salah satu penyebab dan meningkatkan risiko seseorang mengidap skizophrenia. Keduanya merupakan zat kimia yang berfungsi untuk mengirim sinyal antara sel-sel otak sebagai bagian dari neurotransmitter. Selain itu, pengidap skizophrenia juga memiliki perbedaan pada struktur dan fungsi otak dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki gangguan mental. 

— °• 4. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan yang mungkin menjadi penyebab termasuk infeksi virus dan kekurangan beberapa nutrisi ketika masih dalam kandungan, atau berada di lingkungan yang penuh tekanan dan mengakibatkan stres.

— °• 5. Penyalahgunaan Obat-obatan Tertentu

Penyalahgunaan obat-obatan terlarang, seperti narkotika disebut dapat menjadi penyebab skizophrenia.

💦 Jenis-jenis Skizophrenia

Ada beberapa jenis atau tipe skizophrenia yang mungkin terjadi pada seseorang. Berikut adalah jenis yang dimaksud:

🧩 Skizophrenia paranoid

╰⌲Skizophrenia paranoid merupakan jenis yang paling umum terjadi. Gejala paling khas dari jenis ini adalah delusi dan halusinasi akan suatu ketakutan tertentu (waham paranoid). Tidak hanya itu, penderita kondisi ini pun tidak dapat mengendalikan perilakunya. Akibatnya, pengidap skizophrenia paranoid sering berperilaku tidak pantas, sulit mengendalikan emosi, hasrat, serta keinginannya.

🧩 Skizophrenia katatonik

╰⌲Kebalikan dari paranoid, skizophrenia katatonik adalah jenis yang paling langka. Kondisi ini umumnya ditandai dengan gerakan yang tidak biasa, terbatas, dan tiba-tiba. Penderitanya mungkin sering beralih dari sangat aktif ke sangat diam dan sebaliknya. Mereka pun mungkin tidak banyak bicara, tetapi juga sering meniru ucapan atau gerakan lain.

🧩 Skizophrenia tidak terdiferensiasi

╰⌲Jenis ini ditandai dengan berbagai gejala dari tipe skizofrenia lainnya. Penderitanya mungkin menjadi tidak banyak bicara atau mengekspresikan diri, tetapi mereka juga bisa menjadi bingung atau paranoid.

🧩 Schizoaffective disorder

╰⌲Penderita schizoaffective disorder umumnya mengalami delusi (waham) dan gejala skizophrenia lainnya, tetapi juga disertai dengan satu atau lebih gejala gangguan mood. Ini termasuk depresi serta mania atau hipomania.

💦 Pengobatan dan Pencegahan Skizophrenia

Sampai saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan skizophrenia. Namun, ada pengobatan yang dapat mengendalikan dan mengurangi gejala. Penanganan tersebut dapat berupa:

▪︎ Pemberian obat-obatan antipsikotik
▪︎ Psikoterapi
▪︎ Terapi elektrokonvulsif

Pencegahan skizophrenia adalah dengan mendeteksi dan mengobatinya sejak dini sehingga perburukan dan kekambuhan penyakit ini dapat dicegah. Dengan begitu, kualitas hidup penderita pun akan membaik.


Penulis : Ayasa Coz 

Sumber :
- Kemenkes RI
- Alodokter.com
- hellosehat.com
- insertlive.com

------------------------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...