Halo sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.
Temen-temen sebelumnya udah pada tau belum sih apa itu open minded?
Nah, jadi teman-teman open minded adalah berfikir terbuka. Berpikiran terbuka umumnya dianggap sebagai kualitas positif. Ini adalah kemampuan yang diperlukan untuk berpikir kritis dan rasional.
Berfikir terbuka itu sangat penting loh. Berfikir terbuka dapat memudahkan anda untuk melihat semua faktor yang berkontribusi terhadap masalah atau menghasilkan solusi yang efektif.
Tidak berarti bahwa berpikiran terbuka itu mudah loh. Bersikap terbuka terhadap ide dan pengalaman baru kadang juga dapat menyebabkan kebingungan dan disonansi kognitif ketika kita mempelajari hal-hal baru yang bertentangan dengan kepercayaan yang ada.
Kebalikan dari pikiran terbuka adalah pikiran tertutup atau dogmatis. Orang yang berpikiran tertutup biasanya hanya mau mempertimbangkan sudut pandang mereka sendiri dan tidak mau menerima gagasan lain.
Berpikiran terbuka berarti memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan perspektif lain dan berusaha untuk berempati terhadap orang lain, bahkan ketika Anda tidak setuju dengan mereka.
Akan tetapi, pikiran terbuka juga memiliki batasnya.Itu tidak menyiratkan bahwa Anda harus bersimpati dengan setiap ideologi. Tetapi berusaha memahami faktor-faktor yang mungkin mengarah pada ide-ide itu dapat membantu dalam menemukan cara untuk membujuk orang untuk mengubah pikiran mereka.
Karakteristik dan Tanda-tanda Orang Open Minded
•Mereka penasaran mendengar apa yang dipikirkan orang lain.
•Mereka dapat ditantang gagasannya.
•Mereka tidak marah ketika mereka salah.
•Mereka memiliki empati terhadap orang lain.
•Mereka berpikir tentang apa yang dipikirkan orang lain.
•Mereka rendah hati tentang pengetahuan dan keahlian mereka sendiri.
•Mereka ingin mendengar apa yang dikatakan orang lain.
•Mereka percaya bahwa orang lain memiliki hak untuk membagikan kepercayaan dan pikiran mereka.
Manfaat Menjadi Berpikiran Terbuka
Apa manfaat dari menjadi lebih berpikiran terbuka?
1. Memiliki Pengalaman Baru:
Terbuka untuk ide-ide lain juga dapat membuka Anda terhadap pengalaman baru.
2. Mencapai Pertumbuhan Pribadi:
Menjaga pikiran terbuka dapat membantu Anda tumbuh sebagai pribadi. Anda belajar hal-hal baru tentang semua yang anda belum ketahui sebelumnya.
3. Menjadi Kuat Secara Mental:
Tetap terbuka terhadap gagasan dan pengalaman baru dapat membantu Anda menjadi orang yang lebih kuat dan lebih bersemangat. Pengalaman dan pengetahuan Anda terus saling membangun.
4. Merasa Lebih Optimis:
Salah satu masalah dengan tetap berpikiran tertutup adalah sering menimbulkan perasaan negatif yang lebih besar. Bersikap terbuka dapat membantu menginspirasi sikap yang lebih optimis terhadap kehidupan dan masa depan.
5. Mempelajari Hal-Hal Baru:
Sulit untuk terus belajar ketika Anda mengelilingi diri Anda dengan ide-ide lama yang sama. Mendorong batas-batas Anda dan menjangkau orang-orang dengan berbagai perspektif dan pengalaman dapat membantu menjaga pikiran Anda tetap segar.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Open-Mindedness
Ada beberapa hal yang dapat memengaruhi seberapa terbuka atau tertutupnya seseorang:
1. Kepribadian
Keterbukaan terhadap pengalaman adalah salah satu dari lima dimensi luas yang membentuk kepribadian manusia. Ciri kepribadian ini memiliki banyak sifat yang sama dengan pikiran terbuka, seperti mau mempertimbangkan pengalaman dan gagasan baru dan terlibat dalam pemeriksaan diri.
2. Keahlian
Penelitian menunjukkan bahwa orang berharap para ahli menjadi lebih dogmatis tentang bidang keahlian mereka. Ketika orang merasa bahwa mereka lebih berpengetahuan atau terampil dalam suatu bidang daripada orang lain, mereka cenderung berpikiran terbuka.
3. Nyaman dengan Ambiguitas
Orang memiliki berbagai tingkat kenyamanan ketika berhadapan dengan ketidakpastian. Terlalu banyak ambiguitas membuat orang merasa tidak nyaman dan bahkan tertekan.
Cara Memiliki Pemikiran Yang Terbuka
1. Bijaklah dalam merespons suatu informasi
Salah satu yang membedakan antara orang yang open minded dan close minded adalah cara mereka dalam merespons suatu informasi. Orang yang close minded atau berpikiran tertutup umumnya akan menanggapi suatu informasi atau pendapat yang berbeda dengan emosi. Sebaliknya, orang yang berpikiran terbuka atau open minded menanggapi suatu hal yang berbeda dengan santai.
2. Rajin bersosialisasi dan perluas lingkaran pertemanan
Dengan memperluas lingkaran pertemanan, kamu akan banyak mempelajari hal-hal baru dan pemikiran yang berbeda-beda yang akan memperluas wawasanmu.
3. Jauhi kebiasaan berasumsi
Daripada banyak berasumsi dan menebak-nebak, jauh lebih baik kalau kamu mencari tahu secara langsung. Selain dapat membuat dirimu lebih yakin, tentunya kamu juga akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan kamu dapatkan jika hanya terus berasumsi.
4. Perbanyak pengalaman
Pengalaman yang kamu dapatkan juga bisa memberikanmu perspektif yang baru terhadap suatu hal.
5. Jangan kaku
Untuk menjadi orang yang lebih open minded, kamu harus bersikap fleksibel dalam menerima hal-hal baru. Semakin banyak mencoba hal-hal baru, menemui orang-orang baru, dan berusaha merangkul ide-ide baru, kamu akan banyak mengalami keberhasilan, bahagia, bangga, gagal, kecewa, hingga sedih.
Nah, itu dia pemaparan mengenai open minded. Ayo ciptakan pemikiran yang terbuka, untuk generasi yang terampil.
Penulis : Aliya Jahwania
Referensi :
• m.merdeka.com
• idn.times.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar