Sabtu, Januari 08, 2022

Kamu Harus Menjadi Juara Kelas!

Hallo sobat DuPi, bertemu lagi denganku. Bagaimana kabar kalian? Semoga selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin ...

Biar makin semangat, kita ingat jargon DuPi.
DuPi, Dunia Psikologi! Satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara.


Teman-teman pernah tidak berada di posisi ini? Saat teman-teman dituntut atau bahkan menuntut adik untuk menjadi juara kelas?

Hadeuh ... ini sebenarnya tidak boleh dilakukan loh.


Dalam Orami.co.id menyebutkan ada 4 dampak negatif bagi anak yang dituntut agar mendapat nilai yang maksimal. Apa sajakah itu? Saya Ringkaskan spesial untuk sobat DuPi.


Dampak Negatif Penuntutan Nilai Akademik Pada Anak


Anak Stres

Yaps! Standar yang terlalu tinggi bagi anak, akan membawa pada kecemasan dan selalu tertekan setiap kali menghadapi ujian.
Hal ini tidak baik untuk anak. Terlebih dengan padatnya kegiatan sehingga hak untuk bermain tidak didapatkan. Stres bukan hanya membuat otak anak tidak bisa konsentrasi menerima informasi, melainkan juga meningkatkan resiko depresi saat dewasa nanti.


Prestasi Menurun

Waw ... ingat ya! Memarahi anak karena nilai menurun justru bisa membuat prestasinya lebih menurun. Anak akan kehilangan kreativitas dan rasa senang. Sehingga menganggap pendidikan sebagai beban.


Kecerdasan Sosial Terabaikan

Orang tua yang terlalu fokus pada pencapaian nilai cenderung mengabaikan pentingnya nilai kebaikan anak. Sebaliknya, anak dari orang tua yang mendukung kecerdasan sosial emosional dan nilai kebaikan cenderung mendapat nilai yang lebih memuaskan ketimbang anak dari orang tua yang hanya fokus pada prestasi akademis.


Minat dan Bakat Kurang Berkembang

Sobat-sobat DuPi pasti tahu, setiap anak memiliki minat dan bakat masing-masing. Jika kita fokuskan pada nilai akademik saja, tentu minat dan bakat akan terabaikan. 
Padahal sebagai pendamping anak, kita harus bisa melihat pentingnya aspek lain juga.



Wah wah wah ... gimana nih sobat DuPi? Sudah tahu kan dampaknya bagi anak yang dituntut mendapat nilai sempurna itu seperti apa?

Kalau sudah tahu, jangan dipraktekkan ya!
Pekan depan, aku bakal berbagi tips cara menghadapi orang tua yang sedang marah karena nilai kita yang menurun.

Sampai jumpa...



Penulis : Awal

Tidak ada komentar:

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...