Selasa, Januari 18, 2022

LETHOLOGICA : Kondisi Sulit Mengingat Kata-kata Saat Berbicara


Halo sahabat DuPi di belahan bumi mana pun, apa kabar? Kembali dengan Dunia Psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. 

Sahabat DuPi pernah ngalami kejadian ketika sedang berbicara, tetapi seketika kamu terdiam karena lupa kata apa yang ingin diucapkan padahal sebelumnya sempat terbesit di otak? 

Kita sering katakan, "Ih, sudah di ujung lidah, loh."

Kata-kata yang dilupakan sempat tebersit di otak, tetapi tidak kunjung terucap di bibir. Hal tersebut dikenal sebagai lethologica.


ミ✧ Mengenal Lethologica ❞ 

Lethologica berasal dari bahasa Yunani klasik, yakni lethe (forgetfulness atau kelupaan) dan logo (word atau kata). Jika digabungkan, istilah ini bisa mengarah pada makna ‘kelupaan suatu kata’.

Dalam mitologi Yunani, Lethe merupakan salah satu dari lima sungai di dunia bawah, yang merupakan tempat jiwa orang meninggal untuk melupakan semua kenangan duniawi.

Para psikolog mengartikan kondisi ini sebagai ketidakmampuan otak sementara untuk mengambil informasi dari ingatan atau memori. Lethologica adalah nama lain dari tip of the tongue atau fenomena di ujung lidah. Nama ini digunakan karena kata-kata yang terlupa sempat tebersit di pikiran, tetapi seperti tertahan di ujung lidah. Seseorang yang mengalaminya sudah mengetahui sesuatu yang ingin diucapkan, tetapi tiba-tiba lupa dan sulit mengungkapkan kata-kata tersebut. Saat ini terjadi, beberapa orang sibuk mengingat dan menemukan kata yang kelupaan. Namun, ada pula yang memilih kata alternatif untuk menggambarkan apa yang ingin ia ucapkan.

Lethologica secara istilah dipopulerkan oleh psikolog Carl Jung di awal abad ke 20. Tetapi catatan paling jelas terdapat dalam Kamus Medis Bergambar Amerika Dorland edisi 1915, di mana lethologica didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk mengingat kata yang tepat. Dalam studi yang dilakukan Carl Jung, lethologica dikaitkan tentang bagaimana ingatan bekerja di otak.


ミ✧ Hal Menarik Tentang Lethologica  ❞ 

Beberapa hal menarik yang peneliti temukan mengenai lethologica di antaranya adalah:

🍁 Lethologica umum terjadi: Survei menunjukkan bahwa sekitar 90 persen penutur bahasa dari seluruh dunia melaporkan mengalami saat-saat di mana ingatan tampaknya sulit untuk diakses dalam jangka waktu singkat.

🍁 Momen ini cukup sering terjadi dan frekuensinya cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia: Orang yang berusia muda biasanya memiliki momen otak dan mulut tidak sinkron atau tip-of-the-tongue sekitar sekali per pekan. Sementara itu, orang yang lebih dewasa lebih sering mengalaminya.

🍁 Orang sering kali mengingat sebagian informasi: Dalam kasus ini, misalnya saja mereka mungkin mengingat huruf awal dari kata yang mereka cari atau jumlah suku kata yang terkandung dalam kata tersebut.

 

ミ✧ Gejala Lethologica

Pada dasarnya, lethologica tidak memiliki gejala yang spesifik. Sebab, lethologica hanya ditandai dengan otak dan mulut yang tidak sinkron atau merupakan ketidakmampuan sementara untuk mengingat informasi ataupun memori.


ミ✧ Mengapa Lethologica Bisa Terjadi

Lethologica sendiri bukan sebuah golongan penyakit. Namun lethologica adalah sebuah fenomena yang sudah pasti pernah dialami atau terjadi pada 90% orang yang ada di dunia.

Lethologica sendiri biasanya kebanyakan dialami oleh orang yang suka mempelajari atau memahami banyak bahasa asing atau bilingual. Dalam otak terjadi sebuah proses kerja yaitu lexical retrieval, proses mengubah makna atau arti menjadi sebuah kata. Dan orang yang bilingual pasti memiliki bahasa-bahasa dan istilah yang cukup banyak, membuat memorinya menerima banyak kata asing sehingga proses lexical retrieval pada otaknya sedikit terhambat. Lexical retrieval sendiri terhambat karena sporadis. Akibatnya, orang itu akan mengingat sesuatu, tetapi tidak benar-benar mengingat apa yang ia rasa ingat.  

Ini mengapa terkadang orang yang mengalami lethologica akan berpikir keras dan berusaha mengingat apa yang ia rasa bahwa ia mengetahuinya

Fenomena lethologica sendiri durasinya sulit di tebak. Bisa beberapa detik, menit, atau jam. Intinya, fenomena ini diprediksi hanya terjadi sebentar dan tidak berlarut-larut terlalu lama. Dan juga bisa terulang di kemudian hari, tidak hanya sekali seumur hidup. Lethologica bisa di rasakan pada semua golongan manusia. Muda atau pun tua tidak menjadi penghambat faktor seseorang untuk merasakan lethologica.


ミ✧ Kiat Mengatasi Lethologica

Untuk pencegahan atau menghindari terjadinya lethologica itu sendiri pun tidak ada cara khusus, karena lethologica itu sendiri bukan sebuah penyakit atau virus yang bisa di cegah atau di hindari. Terjadinya lethologica bahkan kita tidak ketahui atau prediksi kapan kita akan mengalaminya.

Berikut ini beberapa kiat yang bisa dicoba untuk mengatasi lethologica, antara lain:

1. Membaca buku

╰⌲Membaca buku enggak hanya untuk mengisi waktu luang. Namun, juga bisa meningkatkan kosakata baru.

2. Banyak bertanya

╰⌲Dengan mengajukan pertanyaan dapat memperkuat informasi tertentu. Memiliki beragam pengetahuan dapat membantu mengatasi lethologica.

3. Meluangkan waktu di depan komputer

╰⌲Internet bisa membantu menemukan kata-kata yang jarang digunakan dalam keseharian. Semakin banyak kosakata yang dimiliki makan semakin kecil kemungkinan terkena lethologica.

4. Pola Tidur

╰⌲Pikiran yang jernih bisa diperoleh dengan tidur yang cukup. Badan akan segar dan perasaan akan lebih optimis. Sehingga membantu berpikir dengan baik ketikan tekanan yang memicu lethologica muncul.


Fenomena lethologica itu sendiri tidak berbahaya. Setelah fenomena ini terjadi, kamu akan bisa mengingat apa yang kamu ingat kembali. So, tidak perlu khawatir, ya sobat DuPi. Semoga bermanfaat. 


 Penulis : Ayasa Coz

Sumber :

▪︎hellosehat.com

▪︎Agorascientia.web.id

_______________________________

Tidak ada komentar:

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Halo Sabahat DuPi di mana pun berada, apa kabar? Kembali lagi dengan Dunia psikologi, satu-dua telinga untuk berjuta-juta suara. Minggu lalu...